Mengajari etiket pada anak usia balita tentu berbeda dengan anak usia  pra sekolah dan sekolah dasar. (Ilustrasi/Pexels)
Mengajari etiket pada anak usia balita tentu berbeda dengan anak usia pra sekolah dan sekolah dasar. (Ilustrasi/Pexels)

Mengajari Sopan Santun pada Anak Sesuai Usia

Rona anak-anak
Anda Nurlaila • 10 Januari 2020 13:05
Jakarta: Semua orang tua tentu berharap buah hati tumbuh menjadi anak yang sopan di mana pun berada. Namun sebagian orang tua kebingungan kapan dan bagaimana cara mengajarkannya pada anak sesuai usia mereka. 
 
Mengajari etiket pada anak usia balita tentu berbeda dengan anak usia  pra sekolah dan sekolah dasar. Parents memberi panduan bagi orang tua untuk membesarkan anak-anak yang sopan dan santun, terlepas dari usia atau usia mereka.
 
Balita Usia 1-2 Tahun

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada usia sekitar 18 bulan, anak-anak mulai memahami bahwa ada aturan sosial yang harus diterima. Mulailah saat ini dengan bersikap sopan pada diri sendiri dan bantu anak memikirkan perasaan orang lain. 
 
Yang Harus Dilakukan 
 
Halo dan selamat tinggal. Bahkan sebelum anak dapat berbicara, dorong si kecil untuk melambaikan tangan untuk menyapa dan mengucap selamat tinggal.  Penulis 365 Manners Kids Should Know Sheryl Eberly mengatakan, salah satu cara untuk berlatih adalah mengucapkan selamat pagi satu sama lain setiap hari. Jangan lupa menyapa pasangan Anda dengan riang saat ia pulang.
 
Tetap duduk saat makan. Alih-alih membiarkan anak Anda berkeliaran sambil mengunyah makanannya, ajari dia duduk di kursi booster atau kursi tinggi. Meskipun saat memakan camilan. "Anak usia ini memiliki rentang perhatian pendek. Tetapi 10-15 menit berada di kursi tinggi memberi mereka pelajaran penting: orang harus duduk di meja saat makan," kata penasihat Orangtua Jenn Berman. 
 
Jika dia mulai melemparkan makanannya, beri tahu akan ada konsekuensinya. Katakan, "Saya rasa Anda tidak lapar lagi. Jika Anda melemparkan makanan lagi, waktu camilan akan berakhir." Anda juga dapat mengambil waktu ini untuk mulai mengajari anak menggunakan garpu dan sendok. Meskipun sebagian besar anak tidak akan menguasainya sampai mereka mendekati usia 3 tahun.
 
Gunakan kata-kata ajaib. Balita Anda tidak akan sepenuhnya memahami arti "tolong" dan "terima kasih" pada usia ini. Tetapi biasakan dia menggunakannya mulai sekarang. Cara yang menyenangkan adalah dengan menggunakan isyarat bayi untuk kata "tolong." Ulurkan tangan Anda dan gosok dengan gerakan memutar di depan dada.  Saat mengatakan "terima kasih," letakkan tangan Anda yang terbuka di bibir lantas bawa ke arah orang yang Anda beri ucapan terima kasih.
 
Anak-anak prasekolah: Usia 3-4 Tahun
 
Ini adalah waktu utama untuk mengajarkan sopan santun. Anak-anak usia ini suka menguasai keterampilan "anak besar" baru. Tapi hal ini juga membutuhkan proses bertahap yang perlu Anda ingatkan pada diri sendiri. 
 
Etiket di Meja Makan Sederhana. Pada saat ia berusia 3 tahun, anak Anda sudah bisa makan dengan peralatan makan. Saatnya memulai menegakkan dasar-dasarnya, seperti melap bekas makan dengan serbet dan bukan lengan baju. Mengunyah makanan dengan mulut tertutup, tidak berbicara dengan mulut penuh, duduk tegak saat makan,  dan minta minta izin setelah selesai. 
 
Berfokuslah pada satu atau dua perilaku dulu agar anak tidak kewalahan. Coba membuat waktu makan menyenangkan. Nikmati pesta teh sopan yang pakai beberapa aksen yang berbeda.
 
"Kadang-kadang, tidak apa-apa juga membiarkan anak. Jangan menjadi polisi sopan santun terus menerus pada anak," kata June Hines Moore, penulis You Can Raise a Well-Mannered Child. 
Mengajari Sopan Santun pada Anak Sesuai Usia
Semua orang tua tentu berharap buah hati tumbuh menjadi anak yang sopan di mana pun berada. (Ilustrasi/Pexels)
 
Memperluas kosa kata yang sopan. Beri teladan pada anak dengan mengatakan "Bolehkah saya" . Jika anak lupa, beri kesempatan anak untuk memperbaikinya. Saat ini penting juga memperkenalkan ucapan "permisi" atau "maaf" saat akan bersendawa, buang angin atau minta perhatian orang lain.
 
Saat bermain, pastikan anak tahu bagaimana berterima kasih telah diundang bermain atau pada teman-teman yang berkunjung ke rumah. 
 
Berperilaku baik. Ini berarti mau antre dan bergiliran menggunakan mainan, tidak merebut mainan orang lain dan mengaku salah dan minta maaf saat menyakiti seseorang. Saat konflik muncul, hindari pengingat yang tidak jelas seperti "Jadilah anak baik."
 
Sebagai gantinya, bicarakan dengan anak apa yang harus dia lakukan. Jadi anak akan memiliki kata-kata untuk menyelesaikan dan minta maaf. Katakan, "Sepertinya Ruby belum selesai bermain dengan boneka itu. Ayo bicarakan dengan Ruby jika dia sudah selesai, bolehkan saya mendapat giliran?"
 
Jika anak perlu meminta maaf, minta dia mengatakan untuk apa dia minta maaf dan apa yang bisa dilakukannya untuk memperbaiki kesalahannya. Seperti memberikan kembali boneka yang direbutnya atau memberi plester pada teman yang dia dorong.  
 
Anak Usia TK : 5-6 Tahun
 
Anak-anak pada usia ini suka menunjukkan perilaku baik mereka di sekolah. Tetapi mereka tidak selalu bersikap baik di rumah setelah hari sekolah yang panjang. Mereka cenderung berperilaku buruk saat tertekan. Misalnya, saat makan malam atau ketika bertemu bos Anda.
 
Yang Harus Dilakukan
 
Mencari orang dewasa di mata dan merespons ketika diajak bicara. Ini adalah keterampilan sosial yang penting, kata Eberly, tetapi bahkan anak-anak yang paling percaya diri pun memiliki kecenderungan untuk menundukkan kepala dan bergumam ketika berbicara dengan orang dewasa. Ubah hal tersebut menjadi permainan.
 
Caranya minta anak Anda memeriksa warna mata seseorang dan melaporkannya kepada Anda. Kemudian ajak anak berlatih ke pertemuan dan cara memberi salam. Peragakan cara berjabatan tangan dengan erat dan ulangi nama orang itu: "Halo, Nyonya Fisher."
 
Tidak Memotong Pembicaraan 
 
Kabar baiknya anak berusia 5 dan 6 tahun akhirnya memiliki kemampuan menunggu giliran mereka untuk berbicara. Psikoterapis klinis dan rekan penulis Good Manners Are Contagious Jodi Stoner mengatakan ajari mereka dengan memberi isyarat atau tanda rahasia. Di antaranya mengedipkan mata untuk mengingatkan anak agar menunggu ketika Anda sedang berbicara dengan seseorang. 
 
Bermain peran saat ini dapat membantu anak mengenali kapan dia dapat menyela. Ketika dia menunggu dengan sabar, pastikan dia segera mendapatkan perhatian Anda. "Jangan membuatnya menunggu terlalu lama sehingga membuatnya kesal dan berulah," kata Dr. Stoner.
 
Anak seusia ini tidak dapat duduk diam lebih dari lima menit, apalagi jika orang tuanya sedang memperhatikan saudara kandungnya. 
 
Pastikan Anda menunjukkan perhatian dengan melirik pada anak dan tersenyum. "Katakan pada anak dia melakukan hal yang benar." 
 
Tata Krama di Meja Makan
 
Mulailah menegakkan etika yang lebih dalam seperti tidak meletakkan siku di atas meja dan katakan "tolong bawakan itu" alih-alih meraihnya sendiri. Anak-anak seusia ini peduli tentang bagaimana mereka membandingkan diri dengan teman sebaya dan teman sekelas mereka. Jadi tunjukkan saat-saat temannya berlaku santun, "Lihatlah cara Julian meletakkan serbet di pangkuannya tanpa diingatkan."
 
Siswa Sekolah Dasar: Usia 7-8 Tahun
 
Anak-anak yang semakin besar dapat memahami bagaimana perasaan orang lain dan prihatin dengan apa yang orang pikirkan tentang mereka. Inilah saatnya semua harus bersatu.
 
Yang Harus Dilakukan
 
Keterampilan telepon.Karena kita semua menggunakan ponsel, anak Anda mungkin tidak banyak berlatih menerima panggilan, tetapi itu tetap penting. Ajari anak Anda bagaimana melakukan ini segera setelah dia dapat mengingat pesan. Ketika dia menjawab dia hanya bisa mengatakan "Halo." 
 
Jika Anda tidak dapat berbicara dengan penelepon, ajari dia untuk mengatakan, "Bolehkah saya tahu siapa yang menelepon?" atau "Maafkan aku, ibuku tidak bisa mengangkat teleponnya saat ini. Bolehkah saya  yang menerima pesannya?"
 
Memotong makanan dengan pisau
 
Ada teknik yang membantu anak saat melakukannya. Katakan pada anak Anda untuk mengulurkan kedua tangan, dengan telapak tangan. Letakkan pisau di jari-jari tangan kanannya. Minta dia memegangi pegangannya dengan ibu jarinya.
 
Dia harus memegang garpu di tangan kirinya dengan cara yang sama. Ketika dia membalikkan tangannya, dia siap untuk memotong. "Beri tahu anak Anda bahwa paling baik memotong satu potong daging sekaligus, bukan semuanya sekaligus.
 
Cara Menyenangkan untuk Meningkatkan Perilaku Santun untuk Anak Semua Usia
 
Mengajakan tata krama lewat permainan adalah yang terbaik bagi anak-anak. Ada beberapa permainan yang dapat Anda dan si kecil mainkan, yakni:
 
Pengambilan Tiket
 
Buatlah daftar sopan santun di meja. Seperti letakkan serbet di pangkuan, gunakan peralatan makan, dan makan dengan mulut tertutup. Ketika salah satu anak Anda melakukan aksi makan malam yang sopan, ia mendapat tiket. Siapa pun yang mendapat paling banyak memenangkan cerita ekstra sebelum tidur.
 
Makan Malam "Bebas"
 
Berjanjilah pada anak Anda bahwa jika dia memperlihatkan tata krama selama beberapa hari, dia dapat bertindak konyol selama satu kali makan malam. Dia bisa meletakkan sikunya di atas meja, berbicara dengan mulut penuh, dan makan dengan tangannya. 
 
Dia akan berpikir itu sangat tidak baik. Tapi juga menunjukkan kepadanya mengapa sopan santun begitu penting.
 
Pesta mewah
 
Sekali-sekali, atur meja dengan porselen asli dan gelas berkaki dari gelas bagi anak usia balita. Matikan lampu dan letakkan lilin di atas meja, jadikan seperti malam malam mewah. Anak-anak akan sangat menyukainya dan tidak akan keberatan mengeluarkan perilaku terbaik mereka.
 
Praktekkan Sekarang
 
Bungkus banyak barang biasa dari sekitar rumah, lalu mintalah anak Anda membuka masing-masing dan berlatih mengatakan sesuatu yang baik tentangnya. Seperti, "Terima kasih banyak untuk kotak tisu ini. Ini warna kesukaanku, dan itu pasti akan berguna!"
 
Membuat Catatan Terima Kasih untuk Anak Semua Usia
 
Usia 0-1 tahun: Anda akan menulis untuk anak. Pastikan Anda memasukkan setidaknya satu kalimat tentang bagaimana dia memakai hadiahnya atau mengapa dia menyukainya.
 
Usia 2-3 tahun: Anda masih menulisnya tetapi gunakan suara anak Anda jika dia mau. Biarkan anak mendikte dan berikan detail tentang mengapa dia menyukainya. Kemudian minta dia menggambar dan "tanda tangan" di bagian bawah, bahkan jika itu hanya coretan.
 
Usia 4-5 tahun: Buat catatan dengan titik-titik yang dapat diisi. Contoh, "Terima kasih atas...Ini sesuatu yang...," 
 
Kemudian tuliskan satu kalimat lagi tentang apa yang dia sukai tentang hadiah itu, dan pastikan anak menandatangani dengan namanya di bagian akhir.
 
Usia 6-8: Anak harus dapat menulis sendiri seluruh catatan terima kasihnya. Setidaknya ia menylis dua kalimat. "Terima kasih untuk.... Saya menyukainya karena...".
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif