TIPS

Kamar Tidur Terasa Pengap dan Bau? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Rizkie Fauzian
Senin 24 Agustus 2026 / 18:49
Ringkasnya gini..
  • Sirkulasi udara yang buruk dapat membuat udara di kamar tidur terperangkap sehingga ruangan terasa pengap dan menimbulkan bau.
  • Kelembapan tinggi bisa memicu pertumbuhan jamur dan membuat kasur, dinding, atau furnitur mengeluarkan aroma apak.
  • Kasur, seprai, pakaian, dan karpet yang jarang dibersihkan juga dapat menjadi sumber bau tidak sedap di kamar tidur.
Jakarta: Kamar tidur seharusnya menjadi ruang yang nyaman untuk beristirahat. Namun, kondisi kamar yang jarang mendapat sirkulasi udara dapat membuat ruangan terasa pengap dan menimbulkan bau apak.

Bau apak biasanya tidak hanya disebabkan oleh satu sumber. Kelembapan tinggi, sirkulasi udara yang buruk, hingga benda-benda yang menyimpan debu dan kotoran dapat membuat aroma tidak sedap bertahan di dalam kamar.

Udara yang terasa pengap juga dapat menjadi tanda bahwa pertukaran udara di dalam ruangan kurang baik. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menyebut udara yang pengap dan berbau dapat menjadi salah satu tanda ventilasi rumah tidak memadai.

Karena itu, penggunaan pengharum ruangan saja tidak cukup. Sumber bau perlu ditemukan agar masalah tidak terus berulang.

Penyebab kamar tidur bau apak dan pengap


Muncul jamur di dinding bisa menjadi penyebab kamar tidur bau apak dan pengap. Foto: Freepik

1. Sirkulasi udara buruk

Kamar yang jarang membuka jendela atau memiliki ventilasi terbatas cenderung mengalami pertukaran udara yang kurang baik. Udara lama dapat terperangkap sehingga ruangan terasa pengap dan berbagai aroma lebih mudah bertahan.

Kondisi ini semakin terasa jika pintu dan jendela kamar selalu tertutup sepanjang hari. Membuka jendela dan pintu ketika kondisi udara luar memungkinkan dapat membantu meningkatkan pertukaran udara.

2. Kelembapan di dalam kamar terlalu tinggi

Kelembapan menjadi salah satu penyebab utama munculnya bau apak. Udara yang terlalu lembap juga dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur.

EPA merekomendasikan kelembapan relatif di dalam rumah dijaga di bawah 60 persen, dengan kisaran ideal sekitar 30-50 persen.

Kelembapan dapat meningkat karena berbagai sumber, termasuk kebocoran, kondensasi, atau kurangnya ventilasi.

3. Ada jamur di dinding atau sudut kamar

Bau apak yang terus muncul dapat menjadi tanda adanya pertumbuhan jamur. Jamur tidak selalu terlihat jelas karena dapat tumbuh di area tersembunyi, seperti bagian belakang furnitur, bawah karpet, balik wallpaper, atau permukaan yang mengalami kelembapan.

EPA menyebut bau apek atau bau seperti jamur dapat mengindikasikan adanya pertumbuhan jamur yang perlu diperiksa.

Periksa bagian dinding, sudut kamar, area dekat jendela, plafon, serta bagian belakang lemari jika bau terus muncul meski kamar sudah dibersihkan.

4. Kasur dan bantal jarang dibersihkan

Kasur dan bantal dapat menyimpan keringat, debu, kulit mati, serta kelembapan dari aktivitas tidur sehari-hari. Jika jarang dibersihkan atau dikeringkan, benda-benda tersebut dapat menjadi salah satu sumber aroma tidak sedap.

Selain mencuci seprai secara rutin, pastikan kasur dan bantal mendapat sirkulasi udara yang cukup. Hindari membiarkan kasur terus-menerus dalam kondisi lembap.

5. Pakaian kotor atau lembap menumpuk

Pakaian yang sudah digunakan sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk terlalu lama di dalam kamar. Terlebih jika pakaian masih lembap setelah digunakan atau belum benar-benar kering saat disimpan.

Kondisi lembap yang terperangkap di dalam ruangan dapat memperburuk kualitas udara dan membuat bau tidak sedap semakin kuat.

Gunakan keranjang pakaian kotor yang memiliki sirkulasi udara baik dan segera cuci pakaian yang lembap.

6. Karpet dan gorden menyimpan debu serta kelembapan

Karpet, gorden, dan kain dekorasi lainnya dapat menjadi tempat menumpuknya debu. Jika terkena kelembapan, material tersebut juga dapat menyimpan aroma apak.

Bersihkan karpet dan gorden secara berkala sesuai petunjuk perawatannya. Pastikan keduanya benar-benar kering sebelum kembali digunakan di dalam kamar.

7. Ada kebocoran atau sumber air yang tidak disadari

Kamar yang tiba-tiba berbau apak juga perlu diperiksa dari kemungkinan kebocoran. Air dapat berasal dari pipa, atap, dinding yang rembes, atau area di sekitar jendela.

Masalah ini perlu segera ditangani karena material yang terus-menerus lembap dapat menjadi tempat tumbuhnya jamur. EPA menekankan bahwa pengendalian kelembapan merupakan kunci untuk mencegah pertumbuhan jamur di dalam rumah.

Periksa apakah terdapat noda air, cat mengelupas, dinding terasa lembap, atau perubahan warna pada plafon dan lantai.

Cara mengatasi kamar yang bau apak dan pengap

Setelah mengetahui sumbernya, masalah bau sebaiknya diatasi dari penyebabnya. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
  1. Buka jendela dan pintu secara berkala untuk membantu pertukaran udara ketika kondisi luar memungkinkan.
  2. Jaga kelembapan kamar dengan menggunakan AC atau dehumidifier jika diperlukan.
  3. Bersihkan kasur, bantal, karpet, dan gorden secara rutin sesuai petunjuk perawatan.
  4. Jangan menumpuk pakaian lembap di dalam kamar.
  5. Segera perbaiki kebocoran dari atap, pipa, dinding, atau jendela.
  6. Periksa area tersembunyi di belakang lemari, bawah karpet, dan sudut dinding jika bau apak terus muncul.
  7. Bersihkan jamur pada permukaan yang sesuai dan pastikan area tersebut benar-benar kering setelah dibersihkan.
Jika bau apak tetap muncul setelah kamar dibersihkan, jangan hanya menutupinya dengan pengharum ruangan. Bau yang menetap dapat menjadi petunjuk adanya masalah kelembapan atau pertumbuhan jamur yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

Dengan memperbaiki sumber kelembapan dan meningkatkan sirkulasi udara, kamar tidur dapat terasa lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH