TIPS

Cara Mengepel Lantai agar Tidak Bau Amis, Ini 7 Tips Jitunya

Rizkie Fauzian
Jumat 09 Oktober 2026 / 17:35
Ringkasnya gini..
  • Bau amis setelah mengepel dapat disebabkan kain pel kotor, air yang sudah keruh, residu pembersih, atau lantai yang terlalu lama basah.
  • Untuk mencegah bau, cuci kain pel, ganti air secara berkala, gunakan cairan pembersih sesuai takaran, dan pastikan lantai cepat kering.
  • Jika lantai tetap berbau amis setelah dibersihkan, periksa sumber bau di sela nat, sudut ruangan, atau kemungkinan kebocoran air.
Jakarta: Lantai yang bau amis setelah dipel dapat mengganggu kenyamanan di rumah. Meski permukaannya terlihat bersih, bau tak sedap bisa tetap muncul akibat kain pel yang kotor, air yang sudah tercemar, atau sisa cairan pembersih.

Karena itu, mengepel lantai tidak cukup hanya menggunakan air dan cairan pembersih. Peralatan yang bersih, takaran produk yang tepat, serta proses pengeringan juga perlu diperhatikan.

Sebelum mengatasi masalah tersebut, kenali beberapa penyebab lantai bau amis setelah dipel dan cara mencegahnya.

Penyebab lantai bau amis setelah dipel

alat pel
Penyebab lantai bau amis setelah dipel. Foto: Freepik

Mengutip EUFY, bau tak sedap setelah mengepel dapat berkaitan dengan kain pel yang kotor, residu cairan pembersih, kualitas air, dan kelembapan yang bertahan terlalu lama. Berikut beberapa penyebab yang perlu diperhatikan.

1. Kain pel kotor atau lembap

Kain pel yang digunakan berulang kali tanpa dicuci dapat menumpuk kotoran dan sisa bahan organik. Jika disimpan dalam kondisi basah, kain pel juga bisa menimbulkan bau apek yang berpindah ke lantai.

2. Air pel sudah kotor

Air yang awalnya bersih dapat berubah keruh setelah bercampur dengan debu, minyak, dan kotoran dari lantai. Jika terus digunakan, air tersebut justru dapat menyebarkan kembali kotoran ke permukaan yang dibersihkan.

3. Cairan pembersih digunakan berlebihan

Penggunaan cairan pembersih melebihi takaran tidak selalu membuat lantai lebih bersih. Sisa produk yang tertinggal dapat membentuk lapisan pada permukaan lantai sehingga terasa lengket atau tampak kusam.

4. Lantai terlalu lama basah

Lantai yang sulit kering, terutama di ruangan dengan ventilasi kurang baik, dapat mengalami masalah bau akibat kelembapan. Jika bau tetap muncul setelah dibersihkan, periksa pula sela nat, sudut ruangan, dan kemungkinan sumber kelembapan lainnya.
   

Cara mengepel lantai agar tidak bau amis

pel lantai
Penyebab lantai bau amis setelah dipel. Foto: Freepik
 

1. Cuci kain pel sebelum digunakan

Pastikan kain pel bersih sebelum digunakan. Jika sudah kotor atau berbau, cuci menggunakan detergen sesuai petunjuk perawatannya. Bilas hingga bersih agar tidak ada sisa sabun yang tertinggal.

Setelah mengepel, cuci kembali kain pel dan gantung di tempat dengan sirkulasi udara yang baik hingga benar-benar kering sebelum disimpan.

2. Sapu atau sedot debu sebelum mengepel

Bersihkan debu, rambut, remah makanan, dan kotoran lainnya menggunakan sapu atau penyedot debu sebelum mengepel. Langkah ini membantu mencegah kotoran bercampur dengan air pel dan menyebar ke bagian lantai lainnya.

Untuk area dapur, periksa pula sisa minyak atau tumpahan makanan yang menempel. Bersihkan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan bau setelah lantai dipel.

3. Ganti air pel secara berkala

Ganti air ketika mulai keruh, dipenuhi kotoran, atau mengeluarkan bau tidak biasa. Jika rumah memiliki beberapa ruangan dengan tingkat kekotoran berbeda, gunakan air bersih saat beralih ke area yang lebih bersih.

Jangan lupa mencuci ember setelah digunakan. Sisa kotoran dan cairan pembersih yang menempel dapat menimbulkan bau jika dibiarkan.

4. Gunakan cairan pembersih secukupnya

Gunakan cairan pembersih sesuai takaran pada kemasan. Menuangkan produk secara berlebihan justru berisiko meninggalkan residu pada permukaan lantai.

Pilih produk yang sesuai dengan material lantai, seperti keramik, granit, atau kayu. Hindari penggunaan bahan pembersih yang tidak direkomendasikan untuk jenis permukaan tertentu.

5. Gunakan teknik mengepel yang tepat

Mulailah dari bagian ruangan yang paling jauh dari pintu, kemudian bergerak menuju jalan keluar. Bilas dan peras kain pel secara berkala agar kotoran yang terangkat tidak kembali menempel pada lantai.

Untuk area yang sangat kotor, bersihkan terlebih dahulu menggunakan metode yang sesuai sebelum mengepel seluruh ruangan.

6. Pastikan lantai cepat kering

Setelah selesai mengepel, buka jendela atau nyalakan kipas angin jika memungkinkan untuk membantu sirkulasi udara. Peras kain pel dengan baik agar tidak meninggalkan terlalu banyak air di permukaan lantai.

Singkirkan karpet sementara hingga lantai benar-benar kering. Cara ini membantu mengurangi kelembapan yang bertahan terlalu lama dan mencegah munculnya bau tak sedap.

7. Periksa sumber bau jika masih amis

Jika lantai masih berbau amis meskipun sudah dibersihkan menggunakan kain pel, air, dan cairan pembersih yang baru, jangan langsung menambahkan pewangi.

Periksa kemungkinan adanya sisa makanan, tumpahan cairan, kotoran hewan peliharaan, atau residu di sudut ruangan dan sela nat. Bersihkan sumber bau menggunakan metode yang sesuai dengan jenis lantai.

Jika bau terus muncul, terutama disertai kelembapan yang tidak biasa, periksa kemungkinan kebocoran atau rembesan air di bawah lantai. Kondisi tersebut mungkin membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Hindari mencampur cairan pembersih yang berbeda, terutama pemutih dengan cuka, pembersih asam, atau produk berbahan amonia. Campuran tersebut dapat menghasilkan gas berbahaya. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH