TIPS
Cara Membersihkan Karpet dengan Baking Soda dan Hidrogen Peroksida
Rizkie Fauzian
Jumat 06 November 2026 / 14:19
- Baking soda dan hidrogen peroksida dapat digunakan untuk membantu mengangkat noda dan mengurangi bau pada karpet.
- Campuran baking soda dan hidrogen peroksida perlu diuji terlebih dahulu pada bagian tersembunyi agar tidak memudarkan warna karpet.
- Metode ini lebih sesuai untuk karpet sintetis. Karpet berbahan wol, sutra, katun, jute, dan sisal sebaiknya tidak dibersihkan dengan campuran tersebut.
Jakarta: Membersihkan noda pada karpet tidak selalu harus menggunakan cairan pembersih khusus atau mesin pembersih berdaya tinggi. Bahan rumahan seperti baking soda dan hidrogen peroksida dapat menjadi alternatif untuk membantu mengangkat noda dan mengurangi bau tidak sedap.
Kombinasi kedua bahan ini bekerja dengan cara berbeda. Hidrogen peroksida membantu memecah senyawa penyebab warna pada noda, sedangkan baking soda menyerap kelembapan dan minyak serta membantu menetralkan bau.
Meski demikian, penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati. Hidrogen peroksida berpotensi memudarkan warna dan merusak serat karpet jika konsentrasinya terlalu tinggi atau digunakan terlalu sering.
Karina Toner, Manajer Operasional Spekless Cleaning, menjelaskan hidrogen peroksida merupakan bahan pengoksidasi yang dapat memutus ikatan kimia penyebab warna pada noda. Bahan ini juga menghasilkan sedikit busa yang membantu mengangkat kotoran dari serat karpet.
Sementara itu, baking soda membantu menyerap kelembapan dan minyak, menetralkan bau, serta memberikan efek abrasif ringan untuk membantu melepaskan kotoran.
Sebelum mulai membersihkan, siapkan beberapa bahan dan peralatan berikut:
1 cangkir hidrogen peroksida dengan konsentrasi 3 persen
2 sendok makan baking soda
2 cangkir air
Botol semprot
Kain bersih atau sikat berbulu lembut
Penyedot debu
Sabun cuci piring jika diperlukan
Jangan menggunakan hidrogen peroksida dengan konsentrasi lebih dari 3 persen untuk membersihkan karpet. Konsentrasi yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko perubahan warna dan kerusakan serat.
Michael Milici, pemilik DaVinci Carpet Cleaning di Staten Island, New York, membagikan tahapan membersihkan karpet menggunakan kombinasi kedua bahan tersebut.
Bersihkan karpet dengan penyedot debu. Hilangkan debu, rambut, dan kotoran yang menempel di permukaan karpet sebelum menggunakan cairan pembersih.
Lakukan uji coba pada bagian kecil. Semprotkan sedikit hidrogen peroksida pada area karpet yang tersembunyi. Tunggu sekitar lima hingga 10 menit, kemudian tepuk perlahan menggunakan kain putih. Jika warna karpet memudar, luntur, atau seratnya berubah, jangan lanjutkan penggunaan bahan tersebut.
Campurkan bahan pembersih. Masukkan 2–3 sendok makan baking soda, 1 cangkir hidrogen peroksida, dan 2 cangkir air ke dalam botol semprot. Kocok perlahan hingga tercampur.
Semprotkan pada bagian yang bernoda. Gunakan cairan secukupnya hingga area karpet sedikit lembap. Hindari menyemprot terlalu banyak karena karpet yang terlalu basah akan lebih sulit dikeringkan.
Diamkan selama lima hingga 10 menit. Beri waktu agar campuran bekerja mengangkat noda dari serat karpet.
Angkat noda dengan kain bersih. Tepuk-tepuk area yang dibersihkan menggunakan kain putih atau lap bersih. Hindari menggosok karpet karena dapat mendorong noda masuk lebih dalam dan merusak serat.
Bersihkan sisa baking soda. Gunakan kain lembap untuk mengangkat sisa bahan pembersih. Setelah karpet benar-benar kering, bersihkan kembali dengan penyedot debu.
Untuk noda yang lebih membandel, baking soda juga dapat dicampurkan dengan hidrogen peroksida hingga membentuk pasta. Oleskan pasta pada noda, diamkan sekitar 10–20 menit, kemudian angkat menggunakan sikat lembut dan kain lembap. Bilas seperlunya dan ulangi jika dibutuhkan.
Milici menyarankan agar campuran tersebut tidak digunakan pada karpet berbahan wol, sutra, katun, rami (jute), dan sisal. Karpet antik atau berbahan halus juga sebaiknya tidak dibersihkan menggunakan metode ini tanpa berkonsultasi dengan tenaga profesional.
Penggunaan baking soda saja dapat dilakukan setiap satu hingga tiga bulan jika diperlukan. Namun, campuran baking soda dan hidrogen peroksida sebaiknya hanya digunakan untuk menangani noda tertentu atau bau yang cukup kuat.
Toner mengingatkan penggunaan hidrogen peroksida secara berulang dapat meningkatkan risiko warna karpet memudar dan seratnya melemah.
Jika noda belum sepenuhnya hilang, bersihkan kembali secara perlahan tanpa meningkatkan konsentrasi hidrogen peroksida. Untuk noda membandel, seperti darah, makanan, atau tinta, Toner menyarankan penambahan setetes sabun cuci piring ke dalam campuran.
Setelah menggunakan sabun, pastikan sisa deterjen dibersihkan. Residu sabun yang tertinggal dapat menarik debu dan kotoran sehingga area karpet justru lebih mudah terlihat kusam.
(KIE)
Kombinasi kedua bahan ini bekerja dengan cara berbeda. Hidrogen peroksida membantu memecah senyawa penyebab warna pada noda, sedangkan baking soda menyerap kelembapan dan minyak serta membantu menetralkan bau.
Meski demikian, penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati. Hidrogen peroksida berpotensi memudarkan warna dan merusak serat karpet jika konsentrasinya terlalu tinggi atau digunakan terlalu sering.
Karina Toner, Manajer Operasional Spekless Cleaning, menjelaskan hidrogen peroksida merupakan bahan pengoksidasi yang dapat memutus ikatan kimia penyebab warna pada noda. Bahan ini juga menghasilkan sedikit busa yang membantu mengangkat kotoran dari serat karpet.
Sementara itu, baking soda membantu menyerap kelembapan dan minyak, menetralkan bau, serta memberikan efek abrasif ringan untuk membantu melepaskan kotoran.
Bahan untuk Membersihkan Karpet
Membersihkan karpet dengan baking soda dan hidrogen peroksida. Foto: Freepik
Sebelum mulai membersihkan, siapkan beberapa bahan dan peralatan berikut:
1 cangkir hidrogen peroksida dengan konsentrasi 3 persen
2 sendok makan baking soda
2 cangkir air
Botol semprot
Kain bersih atau sikat berbulu lembut
Penyedot debu
Sabun cuci piring jika diperlukan
Jangan menggunakan hidrogen peroksida dengan konsentrasi lebih dari 3 persen untuk membersihkan karpet. Konsentrasi yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko perubahan warna dan kerusakan serat.
Cara Membersihkan Karpet dengan Baking Soda dan Hidrogen Peroksida
Membersihkan karpet dengan baking soda dan hidrogen peroksida. Foto: Freepik
Michael Milici, pemilik DaVinci Carpet Cleaning di Staten Island, New York, membagikan tahapan membersihkan karpet menggunakan kombinasi kedua bahan tersebut.
Bersihkan karpet dengan penyedot debu. Hilangkan debu, rambut, dan kotoran yang menempel di permukaan karpet sebelum menggunakan cairan pembersih.
Lakukan uji coba pada bagian kecil. Semprotkan sedikit hidrogen peroksida pada area karpet yang tersembunyi. Tunggu sekitar lima hingga 10 menit, kemudian tepuk perlahan menggunakan kain putih. Jika warna karpet memudar, luntur, atau seratnya berubah, jangan lanjutkan penggunaan bahan tersebut.
Campurkan bahan pembersih. Masukkan 2–3 sendok makan baking soda, 1 cangkir hidrogen peroksida, dan 2 cangkir air ke dalam botol semprot. Kocok perlahan hingga tercampur.
Semprotkan pada bagian yang bernoda. Gunakan cairan secukupnya hingga area karpet sedikit lembap. Hindari menyemprot terlalu banyak karena karpet yang terlalu basah akan lebih sulit dikeringkan.
Diamkan selama lima hingga 10 menit. Beri waktu agar campuran bekerja mengangkat noda dari serat karpet.
Angkat noda dengan kain bersih. Tepuk-tepuk area yang dibersihkan menggunakan kain putih atau lap bersih. Hindari menggosok karpet karena dapat mendorong noda masuk lebih dalam dan merusak serat.
Bersihkan sisa baking soda. Gunakan kain lembap untuk mengangkat sisa bahan pembersih. Setelah karpet benar-benar kering, bersihkan kembali dengan penyedot debu.
Untuk noda yang lebih membandel, baking soda juga dapat dicampurkan dengan hidrogen peroksida hingga membentuk pasta. Oleskan pasta pada noda, diamkan sekitar 10–20 menit, kemudian angkat menggunakan sikat lembut dan kain lembap. Bilas seperlunya dan ulangi jika dibutuhkan.
Jenis Karpet yang Perlu Diperhatikan
Campuran baking soda dan hidrogen peroksida umumnya dapat digunakan pada sejumlah karpet berbahan sintetis, seperti nilon, poliester, dan olefin. Namun, pemilik rumah perlu lebih berhati-hati saat membersihkan karpet berbahan alami.Milici menyarankan agar campuran tersebut tidak digunakan pada karpet berbahan wol, sutra, katun, rami (jute), dan sisal. Karpet antik atau berbahan halus juga sebaiknya tidak dibersihkan menggunakan metode ini tanpa berkonsultasi dengan tenaga profesional.
Penggunaan baking soda saja dapat dilakukan setiap satu hingga tiga bulan jika diperlukan. Namun, campuran baking soda dan hidrogen peroksida sebaiknya hanya digunakan untuk menangani noda tertentu atau bau yang cukup kuat.
Toner mengingatkan penggunaan hidrogen peroksida secara berulang dapat meningkatkan risiko warna karpet memudar dan seratnya melemah.
Jika noda belum sepenuhnya hilang, bersihkan kembali secara perlahan tanpa meningkatkan konsentrasi hidrogen peroksida. Untuk noda membandel, seperti darah, makanan, atau tinta, Toner menyarankan penambahan setetes sabun cuci piring ke dalam campuran.
Setelah menggunakan sabun, pastikan sisa deterjen dibersihkan. Residu sabun yang tertinggal dapat menarik debu dan kotoran sehingga area karpet justru lebih mudah terlihat kusam.
(KIE)