- Tidak semua tanaman membutuhkan penyiraman setiap hari. Sejumlah tanaman memiliki kemampuan menyimpan air sehingga relatif tahan terhadap kondisi kering.
- Lidah mertua, kaktus, dan ZZ plant bisa menjadi pilihan. Tanaman tersebut relatif mudah dirawat dan tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering.
- Tanaman tahan kering tetap membutuhkan air. Frekuensi penyiraman perlu disesuaikan dengan jenis tanaman, media tanam, cahaya, suhu, dan kelembapan.
Jakarta: Memiliki tanaman di rumah dapat membuat ruangan dan halaman terasa lebih asri. Namun, tidak semua orang memiliki banyak waktu untuk menyiram dan merawat tanaman setiap hari.
Bagi pemilik rumah yang memiliki aktivitas padat, memilih tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dapat menjadi solusi. Sejumlah tanaman mampu menyimpan air atau beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang kering sehingga tetap dapat tumbuh meski jarang disiram.
Meski demikian, tanaman tetap membutuhkan air untuk tumbuh. Frekuensi penyiraman perlu disesuaikan dengan jenis tanaman, kondisi media tanam, cahaya, suhu, dan kelembapan lingkungan.
Berikut beberapa tanaman yang relatif tahan terhadap kondisi kering dan cocok untuk pemilik rumah yang tidak ingin terlalu sering menyiram.
Tanaman yang tetap segar meski jarang disiram. Foto: AI
Tanaman ini dapat ditempatkan di dalam maupun luar rumah dengan pencahayaan yang sesuai. Hindari terlalu sering menyiram karena media tanam yang terus-menerus basah dapat menyebabkan akar membusuk.
Lidah buaya dapat ditanam di pot dan ditempatkan di area yang mendapatkan cukup cahaya. Gunakan media tanam dengan drainase baik agar air tidak menggenang di sekitar akar.
Tanaman ini cocok ditempatkan di area yang mendapatkan cahaya matahari cukup. Pastikan pot memiliki lubang drainase agar air tidak mengendap setelah penyiraman.
ZZ plant cocok untuk ditempatkan di dalam rumah dengan cahaya terang tidak langsung. Penyiraman dapat dilakukan ketika media tanam sudah mengering.
Meskipun relatif mudah dirawat, sirih gading tetap membutuhkan air secara berkala. Jangan membiarkan media tanam terlalu lama benar-benar kering, terutama ketika tanaman ditempatkan di area yang panas.
Tanaman ini dapat diletakkan di dekat jendela atau area dengan cahaya terang tidak langsung. Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik untuk mencegah kelembapan berlebih.
Tanaman ini dapat menjadi pilihan untuk mempercantik sudut ruangan maupun area luar rumah. Penyiraman sebaiknya dilakukan setelah media tanam mengering dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan.
Memilih tanaman tahan kering bukan berarti tanaman dapat dibiarkan tanpa air dalam waktu lama. Penyiraman tetap diperlukan, tetapi frekuensinya umumnya dapat lebih jarang dibandingkan tanaman yang membutuhkan kelembapan tinggi.
Selain memilih jenis tanaman yang tepat, gunakan pot dengan lubang drainase dan media tanam yang sesuai. Langkah tersebut membantu mencegah air menggenang sekaligus menjaga akar tetap sehat.
(KIE)
Bagi pemilik rumah yang memiliki aktivitas padat, memilih tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dapat menjadi solusi. Sejumlah tanaman mampu menyimpan air atau beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang kering sehingga tetap dapat tumbuh meski jarang disiram.
Meski demikian, tanaman tetap membutuhkan air untuk tumbuh. Frekuensi penyiraman perlu disesuaikan dengan jenis tanaman, kondisi media tanam, cahaya, suhu, dan kelembapan lingkungan.
Berikut beberapa tanaman yang relatif tahan terhadap kondisi kering dan cocok untuk pemilik rumah yang tidak ingin terlalu sering menyiram.
Tanaman yang tetap segar meski jarang disiram

Tanaman yang tetap segar meski jarang disiram. Foto: AI
1. Lidah Mertua
Lidah mertua atau Sansevieria menjadi salah satu tanaman yang cukup mudah dirawat. Daunnya yang tebal mampu menyimpan air sehingga tanaman ini relatif tahan ketika tidak disiram dalam waktu tertentu.Tanaman ini dapat ditempatkan di dalam maupun luar rumah dengan pencahayaan yang sesuai. Hindari terlalu sering menyiram karena media tanam yang terus-menerus basah dapat menyebabkan akar membusuk.
2. Lidah Buaya
Lidah buaya termasuk tanaman sukulen yang mampu menyimpan air di bagian daunnya. Karakter tersebut membuatnya tidak membutuhkan penyiraman sesering tanaman yang memiliki daun tipis.Lidah buaya dapat ditanam di pot dan ditempatkan di area yang mendapatkan cukup cahaya. Gunakan media tanam dengan drainase baik agar air tidak menggenang di sekitar akar.
3. Kaktus
Kaktus dikenal sebagai tanaman yang mampu bertahan dalam kondisi kering. Batangnya dapat menyimpan air sehingga kebutuhan penyiramannya relatif rendah.Tanaman ini cocok ditempatkan di area yang mendapatkan cahaya matahari cukup. Pastikan pot memiliki lubang drainase agar air tidak mengendap setelah penyiraman.
4. ZZ Plant
ZZ plant atau Zamioculcas zamiifolia memiliki rimpang yang dapat menyimpan air. Karena itu, tanaman ini relatif tahan terhadap kondisi ketika tidak mendapatkan air dalam beberapa waktu.ZZ plant cocok untuk ditempatkan di dalam rumah dengan cahaya terang tidak langsung. Penyiraman dapat dilakukan ketika media tanam sudah mengering.
5. Sirih Gading
Sirih gading termasuk tanaman yang cukup mudah dirawat dan dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi pencahayaan. Tanaman ini dapat ditanam di tanah maupun menggunakan media air.Meskipun relatif mudah dirawat, sirih gading tetap membutuhkan air secara berkala. Jangan membiarkan media tanam terlalu lama benar-benar kering, terutama ketika tanaman ditempatkan di area yang panas.
6. Haworthia
Haworthia merupakan tanaman sukulen berukuran kecil yang cocok ditempatkan di dalam pot. Daunnya yang tebal membantu menyimpan air sehingga tanaman tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering.Tanaman ini dapat diletakkan di dekat jendela atau area dengan cahaya terang tidak langsung. Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik untuk mencegah kelembapan berlebih.
7. Ponytail Palm
Ponytail palm atau Beaucarnea recurvata memiliki bagian pangkal batang yang membesar dan berfungsi menyimpan air. Karakter tersebut membuat tanaman ini relatif tahan terhadap kondisi kering.Tanaman ini dapat menjadi pilihan untuk mempercantik sudut ruangan maupun area luar rumah. Penyiraman sebaiknya dilakukan setelah media tanam mengering dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan.
Memilih tanaman tahan kering bukan berarti tanaman dapat dibiarkan tanpa air dalam waktu lama. Penyiraman tetap diperlukan, tetapi frekuensinya umumnya dapat lebih jarang dibandingkan tanaman yang membutuhkan kelembapan tinggi.
Selain memilih jenis tanaman yang tepat, gunakan pot dengan lubang drainase dan media tanam yang sesuai. Langkah tersebut membantu mencegah air menggenang sekaligus menjaga akar tetap sehat.
(KIE)