TIPS
Cara Mengusir Tikus dari Rumah dan Mencegahnya Kembali
Rizkie Fauzian
Selasa 15 September 2026 / 13:31
- Tikus di rumah dapat dikenali dari beberapa tanda, seperti kotoran, bekas gigitan, kemasan makanan berlubang, hingga material yang dikumpulkan sebagai sarang.
- Cara mengusir tikus dari rumah bisa dilakukan dengan mencari titik masuk dan memasang perangkap di jalur yang sering dilalui tikus.
- Agar tikus tidak kembali, tutup celah masuk, simpan makanan dalam wadah tertutup, rapikan tempat penyimpanan, dan jauhkan tumpukan barang dari rumah.
Jakarta: Tikus di rumah sering kali sulit diketahui keberadaannya. Hewan pengerat ini lebih aktif pada malam hari sehingga pemilik rumah terkadang baru menyadarinya setelah jumlah tikus bertambah.
Selain mengganggu kenyamanan, tikus dapat membawa penyakit melalui urine, kotoran, dan air liurnya. Karena itu, tanda-tanda keberadaan tikus perlu segera dikenali agar masalah tidak semakin sulit dikendalikan.
Salah satu tanda yang paling mudah ditemukan adalah kotoran tikus. Kotorannya biasanya berukuran kecil, berwarna gelap, dan berbentuk seperti butiran beras.
Tanda lainnya berupa bekas gigitan. Tikus dapat menggerogoti kardus, furnitur, kabel, hingga bahan isolasi. Kertas atau kain yang terkoyak dan dikumpulkan di sudut tertentu juga bisa menjadi tanda adanya sarang.
Tanda tikus ada di rumah. Foto: Freepik
Dapur menjadi salah satu area yang perlu diperiksa karena menyediakan berbagai sumber makanan. Periksa lemari dan tempat penyimpanan makanan untuk melihat apakah ada kemasan berlubang, sisa makanan, atau kotoran tikus.
Jangan lupa memeriksa celah di sekitar pintu, jendela, pipa, saluran air, dan dinding. Tikus dapat masuk melalui celah yang relatif kecil sehingga lubang atau bagian bangunan yang terbuka perlu diperhatikan.
Jika menemukan beberapa tanda tersebut, segera lakukan pengendalian agar tikus tidak berkembang biak dan menyebar ke area lain di rumah.

Cara mengusir tikus dari rumah. Foto: Freepik
Menempatkan perangkap tanpa mengetahui jalur tikus bisa membuat pengendalian kurang efektif. Karena itu, perhatikan area yang sering dilalui tikus atau digunakan untuk bersarang.
Beberapa pilihan yang dapat digunakan antara lain perangkap jepit dan perangkap elektrik. Hindari perangkap lem karena dapat menyebabkan penderitaan pada tikus.
Penggunaan racun tikus di dalam rumah juga perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Racun dapat menimbulkan risiko keracunan yang tidak disengaja, terutama jika rumah memiliki anak-anak atau hewan peliharaan.
Jaga garasi tetap rapi dan hindari menumpuk sampah, makanan hewan, atau barang yang dapat menjadi tempat persembunyian tikus.
Celah di bagian bawah pintu garasi juga sebaiknya ditutup untuk mengurangi kemungkinan tikus masuk.
Tenaga profesional dapat membantu menemukan titik masuk dan lokasi sarang, sekaligus menentukan metode pengendalian yang sesuai dengan kondisi rumah.
Celah kecil dapat ditutup menggunakan bahan penambal yang sesuai. Untuk lubang yang lebih besar, gunakan material yang tidak mudah digigit tikus sebelum menutupnya secara permanen.
Jaga kebersihan rumah dengan menyimpan makanan dalam wadah tertutup. Bersihkan segera remah dan tumpahan makanan, serta hindari membiarkan makanan hewan peliharaan terbuka semalaman.
Gunakan tempat sampah dengan tutup yang rapat dan bersihkan secara rutin. Area gudang, loteng, dan ruang penyimpanan juga perlu dirapikan karena tumpukan kardus, kertas, kain, dan barang yang tidak terpakai dapat menjadi tempat tikus bersarang.
Selain itu, pangkas semak atau ranting yang terlalu dekat dengan bangunan. Jika memiliki kayu bakar, letakkan tumpukannya cukup jauh dari rumah agar tidak menjadi tempat persembunyian tikus.
Dengan menutup celah masuk, menjaga kebersihan, dan menghilangkan sumber makanan, risiko tikus kembali ke dalam rumah dapat dikurangi.
(KIE)
Selain mengganggu kenyamanan, tikus dapat membawa penyakit melalui urine, kotoran, dan air liurnya. Karena itu, tanda-tanda keberadaan tikus perlu segera dikenali agar masalah tidak semakin sulit dikendalikan.
Salah satu tanda yang paling mudah ditemukan adalah kotoran tikus. Kotorannya biasanya berukuran kecil, berwarna gelap, dan berbentuk seperti butiran beras.
Tanda lainnya berupa bekas gigitan. Tikus dapat menggerogoti kardus, furnitur, kabel, hingga bahan isolasi. Kertas atau kain yang terkoyak dan dikumpulkan di sudut tertentu juga bisa menjadi tanda adanya sarang.
Tanda ada tikus di rumah

Tanda tikus ada di rumah. Foto: Freepik
Dapur menjadi salah satu area yang perlu diperiksa karena menyediakan berbagai sumber makanan. Periksa lemari dan tempat penyimpanan makanan untuk melihat apakah ada kemasan berlubang, sisa makanan, atau kotoran tikus.
Jangan lupa memeriksa celah di sekitar pintu, jendela, pipa, saluran air, dan dinding. Tikus dapat masuk melalui celah yang relatif kecil sehingga lubang atau bagian bangunan yang terbuka perlu diperhatikan.
Jika menemukan beberapa tanda tersebut, segera lakukan pengendalian agar tikus tidak berkembang biak dan menyebar ke area lain di rumah.
Cara mengusir tikus dari rumah

Cara mengusir tikus dari rumah. Foto: Freepik
1. Cari titik masuk tikus
Langkah pertama adalah mencari jalur yang digunakan tikus untuk masuk ke rumah. Periksa celah di sekitar pintu dan jendela, dinding, plafon, pipa, serta saluran air.Menempatkan perangkap tanpa mengetahui jalur tikus bisa membuat pengendalian kurang efektif. Karena itu, perhatikan area yang sering dilalui tikus atau digunakan untuk bersarang.
2. Gunakan perangkap tikus
Perangkap dapat ditempatkan di area yang sering dilalui tikus, seperti sepanjang dinding atau di belakang tempat sampah.Beberapa pilihan yang dapat digunakan antara lain perangkap jepit dan perangkap elektrik. Hindari perangkap lem karena dapat menyebabkan penderitaan pada tikus.
Penggunaan racun tikus di dalam rumah juga perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Racun dapat menimbulkan risiko keracunan yang tidak disengaja, terutama jika rumah memiliki anak-anak atau hewan peliharaan.
3. Rapikan garasi
Garasi juga bisa menjadi tempat tikus berlindung. Area di sekitar atau di bawah kap mobil perlu diperiksa karena tikus dapat merusak kabel kendaraan dengan menggigitnya.Jaga garasi tetap rapi dan hindari menumpuk sampah, makanan hewan, atau barang yang dapat menjadi tempat persembunyian tikus.
Celah di bagian bawah pintu garasi juga sebaiknya ditutup untuk mengurangi kemungkinan tikus masuk.
4. Gunakan jasa pengendalian hama jika diperlukan
Jika jumlah tikus semakin banyak atau lokasi sarangnya sulit ditemukan, pertimbangkan menggunakan jasa pengendalian hama profesional.Tenaga profesional dapat membantu menemukan titik masuk dan lokasi sarang, sekaligus menentukan metode pengendalian yang sesuai dengan kondisi rumah.
Cara mencegah tikus kembali ke rumah
Mengusir tikus saja tidak cukup. Setelah tikus berhasil dikendalikan, tutup celah yang dapat menjadi akses masuk agar masalah tidak berulang.Celah kecil dapat ditutup menggunakan bahan penambal yang sesuai. Untuk lubang yang lebih besar, gunakan material yang tidak mudah digigit tikus sebelum menutupnya secara permanen.
Jaga kebersihan rumah dengan menyimpan makanan dalam wadah tertutup. Bersihkan segera remah dan tumpahan makanan, serta hindari membiarkan makanan hewan peliharaan terbuka semalaman.
Gunakan tempat sampah dengan tutup yang rapat dan bersihkan secara rutin. Area gudang, loteng, dan ruang penyimpanan juga perlu dirapikan karena tumpukan kardus, kertas, kain, dan barang yang tidak terpakai dapat menjadi tempat tikus bersarang.
Selain itu, pangkas semak atau ranting yang terlalu dekat dengan bangunan. Jika memiliki kayu bakar, letakkan tumpukannya cukup jauh dari rumah agar tidak menjadi tempat persembunyian tikus.
Dengan menutup celah masuk, menjaga kebersihan, dan menghilangkan sumber makanan, risiko tikus kembali ke dalam rumah dapat dikurangi.
(KIE)