- Furnitur terlalu seragam, dinding aksen yang tidak menyatu, dan lis dekoratif yang kurang sesuai dapat membuat interior kehilangan karakter.
- Perpaduan material alami dengan elemen mengilap dapat menciptakan keseimbangan visual dan menghindari kesan berlebihan.
- Sesuaikan ukuran lukisan, cermin, dan dekorasi dengan luas dinding serta furnitur agar ruang makan terlihat proporsional.
Jakarta: Penataan ruang makan tidak hanya berkaitan dengan pemilihan meja dan kursi, tetapi juga perpaduan warna, material, serta dekorasi. Jika tidak disesuaikan dengan konsep interior, sejumlah elemen justru dapat membuat ruangan terlihat berlebihan dan kurang harmonis.
Furnitur yang terlalu seragam, ornamen mengilap, hingga hiasan dinding berukuran besar dapat memengaruhi keseimbangan visual ruang makan. Karena itu, pemilihan dekorasi perlu mempertimbangkan luas ruangan, karakter bangunan, dan elemen interior lainnya.
Mengutip The Spruce, terdapat lima aspek desain ruang makan yang perlu diperhatikan agar tampilannya tetap menarik dan proporsional.
Desainer interior Elizabeth Burch dan Marlaina Teich menilai furnitur yang terlalu serasi tidak selalu menghasilkan tampilan mewah. Bahkan, set furnitur mahal dapat terlihat kurang berkarakter jika seluruh bagiannya memiliki warna dan material yang sama.
Sebagai alternatif, padukan meja kayu dengan kursi berlapis kain atau kursi dengan desain berbeda. Perbedaan material dan tekstur dapat memberikan karakter pada ruang makan selama tetap memiliki keselarasan warna dan bentuk.
Elizabeth Burch menilai dinding aksen dapat membuat desain ruang makan terasa kurang menyatu jika penerapannya tidak memiliki hubungan yang jelas dengan keseluruhan ruangan.
Salah satu alternatifnya adalah teknik color drenching, yakni penggunaan satu warna pada beberapa permukaan, seperti dinding, lis, dan langit-langit. Wallpaper dengan motif yang sesuai dengan konsep interior juga dapat menjadi pilihan.
Meski demikian, dinding aksen tetap dapat digunakan selama warna dan motifnya mendukung tampilan ruang makan secara keseluruhan.
Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan karakter arsitektur rumah. Desainer interior Callie Windle menilai detail seperti chair rail atau wainscoting dapat terlihat menarik jika sesuai dengan gaya bangunan.
Sebaliknya, penerapan ornamen klasik pada rumah bergaya modern tanpa perencanaan yang matang berpotensi membuat interior terlihat kurang menyatu.
Untuk mempercantik dinding tanpa menambahkan detail arsitektur, pemilik rumah dapat mempertimbangkan permainan warna cat atau penggunaan wallpaper yang sesuai dengan konsep ruangan.
Marlaina Teich menyarankan agar pemilik rumah tidak memenuhi ruang makan dengan dekorasi yang seluruhnya memiliki permukaan mengilap.
Sebagai alternatif, padukan elemen metalik atau kaca dengan material yang memiliki tekstur lebih alami, seperti kayu, rotan, dan linen. Misalnya, lampu gantung dengan aksen metalik dapat dipadukan dengan meja kayu dan kursi berlapis kain.
Perpaduan material tersebut membantu menciptakan kontras yang seimbang tanpa menghilangkan kesan elegan.
Callie Windle menilai karya seni berukuran besar dapat menjadi pusat perhatian. Meski demikian, lukisan atau cermin berukuran sangat besar dengan desain yang kurang sesuai berpotensi mendominasi tampilan ruangan.
Sebagai alternatif, gunakan beberapa karya seni berukuran kecil yang disusun dalam komposisi teratur. Lampu gantung dengan desain artistik juga dapat menjadi elemen visual yang menarik tanpa memenuhi area dinding.
Pemilihan ukuran dekorasi sebaiknya mempertimbangkan proporsi dinding, tinggi plafon, serta ukuran meja makan agar keseluruhan interior terlihat seimbang.
Pada akhirnya, ruang makan yang menarik tidak harus dipenuhi furnitur mahal atau dekorasi mencolok. Perpaduan material, warna, dan ornamen yang sesuai dengan karakter rumah justru dapat menghasilkan interior yang lebih harmonis dan nyaman digunakan. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)
Furnitur yang terlalu seragam, ornamen mengilap, hingga hiasan dinding berukuran besar dapat memengaruhi keseimbangan visual ruang makan. Karena itu, pemilihan dekorasi perlu mempertimbangkan luas ruangan, karakter bangunan, dan elemen interior lainnya.
Mengutip The Spruce, terdapat lima aspek desain ruang makan yang perlu diperhatikan agar tampilannya tetap menarik dan proporsional.
Aspek desain ruang makan yang perlu diperhatikan
Aspek desain ruang makan yang perlu diperhatikan. Foto: AI
1. Set Furnitur Terlalu Seragam
Meja dan kursi makan dengan warna serta material yang sama dapat menciptakan tampilan rapi. Namun, jika seluruh furnitur memiliki desain dan hasil akhir yang identik, ruangan berisiko terlihat monoton.Desainer interior Elizabeth Burch dan Marlaina Teich menilai furnitur yang terlalu serasi tidak selalu menghasilkan tampilan mewah. Bahkan, set furnitur mahal dapat terlihat kurang berkarakter jika seluruh bagiannya memiliki warna dan material yang sama.
Sebagai alternatif, padukan meja kayu dengan kursi berlapis kain atau kursi dengan desain berbeda. Perbedaan material dan tekstur dapat memberikan karakter pada ruang makan selama tetap memiliki keselarasan warna dan bentuk.
2. Dinding Aksen yang Tidak Menyatu
Dinding aksen atau accent wall biasanya menggunakan warna mencolok atau wallpaper bermotif pada satu sisi ruangan. Teknik ini dapat menciptakan titik fokus, tetapi hasilnya bergantung pada kesesuaian dengan elemen interior lainnya.Elizabeth Burch menilai dinding aksen dapat membuat desain ruang makan terasa kurang menyatu jika penerapannya tidak memiliki hubungan yang jelas dengan keseluruhan ruangan.
Salah satu alternatifnya adalah teknik color drenching, yakni penggunaan satu warna pada beberapa permukaan, seperti dinding, lis, dan langit-langit. Wallpaper dengan motif yang sesuai dengan konsep interior juga dapat menjadi pilihan.
Meski demikian, dinding aksen tetap dapat digunakan selama warna dan motifnya mendukung tampilan ruang makan secara keseluruhan.
3. Lis Dinding yang Tidak Sesuai dengan Karakter Rumah
Picture frame molding merupakan lis dekoratif yang dipasang pada dinding untuk membentuk panel menyerupai bingkai. Elemen ini kerap digunakan untuk menghadirkan nuansa klasik pada interior.Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan karakter arsitektur rumah. Desainer interior Callie Windle menilai detail seperti chair rail atau wainscoting dapat terlihat menarik jika sesuai dengan gaya bangunan.
Sebaliknya, penerapan ornamen klasik pada rumah bergaya modern tanpa perencanaan yang matang berpotensi membuat interior terlihat kurang menyatu.
Untuk mempercantik dinding tanpa menambahkan detail arsitektur, pemilik rumah dapat mempertimbangkan permainan warna cat atau penggunaan wallpaper yang sesuai dengan konsep ruangan.
4. Terlalu Banyak Dekorasi Mengilap
Material kristal, cermin, dan permukaan mengilap dapat memberikan sentuhan elegan pada ruang makan. Namun, penggunaan terlalu banyak elemen serupa berisiko membuat ruangan terlihat ramai dan kehilangan keseimbangan visual.Marlaina Teich menyarankan agar pemilik rumah tidak memenuhi ruang makan dengan dekorasi yang seluruhnya memiliki permukaan mengilap.
Sebagai alternatif, padukan elemen metalik atau kaca dengan material yang memiliki tekstur lebih alami, seperti kayu, rotan, dan linen. Misalnya, lampu gantung dengan aksen metalik dapat dipadukan dengan meja kayu dan kursi berlapis kain.
Perpaduan material tersebut membantu menciptakan kontras yang seimbang tanpa menghilangkan kesan elegan.
5. Hiasan Dinding Tidak Proporsional
Hiasan dinding dapat menjadi titik fokus yang memperkuat karakter ruang makan. Namun, ukuran dekorasi yang tidak sesuai dengan luas dinding dan furnitur di sekitarnya dapat membuat ruangan terasa penuh.Callie Windle menilai karya seni berukuran besar dapat menjadi pusat perhatian. Meski demikian, lukisan atau cermin berukuran sangat besar dengan desain yang kurang sesuai berpotensi mendominasi tampilan ruangan.
Sebagai alternatif, gunakan beberapa karya seni berukuran kecil yang disusun dalam komposisi teratur. Lampu gantung dengan desain artistik juga dapat menjadi elemen visual yang menarik tanpa memenuhi area dinding.
Pemilihan ukuran dekorasi sebaiknya mempertimbangkan proporsi dinding, tinggi plafon, serta ukuran meja makan agar keseluruhan interior terlihat seimbang.
Pada akhirnya, ruang makan yang menarik tidak harus dipenuhi furnitur mahal atau dekorasi mencolok. Perpaduan material, warna, dan ornamen yang sesuai dengan karakter rumah justru dapat menghasilkan interior yang lebih harmonis dan nyaman digunakan. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)