- Kayu manis, peppermint, lavender, hingga cuka memiliki aroma yang tidak disukai tikus sehingga dapat membantu mengusirnya.
- Aroma alami bisa dimanfaatkan di jalur masuk atau persembunyian tikus sebagai cara sederhana mengurangi keberadaan hama.
- Selain efektif mengusir tikus, beberapa aroma juga membuat ruangan tetap harum, namun kapur barus perlu digunakan hati-hati.
Jakarta: Pengharum ruangan dengan aroma tertentu dapat mengurangi keberadaan tikus di dalam rumah. Beberapa aroma tidak disukai tikus sehingga dapat dimanfaatkan untuk mencegah hama tersebut tidak masuk ke dalam hunian.
Tikus merupakan hama rumah tangga yang sering ditemukan di dapur, gudang, maupun area penyimpanan makanan.
Selain dapat merusak barang, keberadaannya juga mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Oleh karena itu, memanfaatkan aroma tertentu dapat menjadi alternatif untuk menghalau tikus.
Sejumlah bahan, seperti rempah, cuka, hingga minyak, memiliki aroma yang menyengat bagi tikus. Bahan tersebut umumnya digunakan di area yang sering dilalui tikus untuk membantu mencegah masuk ke dalam rumah. Berikut terdapat beberapa aroma yang tidak disukai oleh tikus:
Tikus menghindari bau rempah yang kuat dan pedas, seperti aroma dari kayu manis. Penggunaannya cukup menaburkan bubuk kayu manis di area persembunyian maupun jalur masuknya tikus ke dalam rumah. Aroma rempah yang kuat dapat membuat tikus enggan mendekati area tersebut.
Cuka putih memiliki aroma yang tajam dan asam sehingga kurang disukai tikus. Cara penggunaannya dengan merendam bola kapas ke dalam cairan cuka. Bola kapas tersebut kemudian diletakkan di beberapa sudut rumah agar aroma cuka bertahan lebih lama dan membantu mengusir tikus.
Minyak peppermint memiliki aroma mentol yang membuat tikus merasa tidak nyaman. Cara menggunakannya dengan merendam bola kapas menggunakan minyak esensial peppermint, kemudian meletakkannya di beberapa titik di dalam rumah.
Kapur barus dapat dimanfaatkan sebagai pencegah tikus karena memiliki aroma menyengat yang tidak disukai oleh tikus. Namun, penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati karena zat kimia naftalena yang terkandung di dalam kapur barus bersifat beracun yang dapat membahayakan.
Aroma yang kuat dari minyak cabai dapat digunakan sebagai penghalang pada titik-titik yang sering jalur masuk tikus. Penggunaannya dengan merendam bola kapas menggunakan minyak cabai, kemudian menempatkannya di sekitar pintu, celah, maupun area lain yang menjadi tempat persembunyian tikus.
Bawang putih memiliki bau yang tidak disukai oleh tikus sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjauhkan hama tersebut dari rumah. Cara menggunakannya dengan meletakkan beberapa siung bawang putih di dekat titik masuk tikus. Bubuk bawang putih juga dapat ditaburkan pada area yang sama agar aromanya tetap menyebar.
Meskipun menenangkan bagi manusia, tikus justru tidak menyukai aroma lavender. Cara penggunaannya, teteskan minyak lavender ke bola kapas lalu diletakkan di beberapa sudut rumah. Selain itu, aroma lavender juga dapat disebarkan menggunakan diffuser agar wanginya menjangkau lebih banyak area di dalam rumah. (Syarifah Komalasari)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)
Tikus merupakan hama rumah tangga yang sering ditemukan di dapur, gudang, maupun area penyimpanan makanan.
Selain dapat merusak barang, keberadaannya juga mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Oleh karena itu, memanfaatkan aroma tertentu dapat menjadi alternatif untuk menghalau tikus.
Sejumlah bahan, seperti rempah, cuka, hingga minyak, memiliki aroma yang menyengat bagi tikus. Bahan tersebut umumnya digunakan di area yang sering dilalui tikus untuk membantu mencegah masuk ke dalam rumah. Berikut terdapat beberapa aroma yang tidak disukai oleh tikus:
1. Kayu Manis
Tikus menghindari bau rempah yang kuat dan pedas, seperti aroma dari kayu manis. Penggunaannya cukup menaburkan bubuk kayu manis di area persembunyian maupun jalur masuknya tikus ke dalam rumah. Aroma rempah yang kuat dapat membuat tikus enggan mendekati area tersebut.
2. Cuka
Cuka putih memiliki aroma yang tajam dan asam sehingga kurang disukai tikus. Cara penggunaannya dengan merendam bola kapas ke dalam cairan cuka. Bola kapas tersebut kemudian diletakkan di beberapa sudut rumah agar aroma cuka bertahan lebih lama dan membantu mengusir tikus.
3. Minyak Peppermint
Minyak peppermint memiliki aroma mentol yang membuat tikus merasa tidak nyaman. Cara menggunakannya dengan merendam bola kapas menggunakan minyak esensial peppermint, kemudian meletakkannya di beberapa titik di dalam rumah.
4. Kapur Barus
Kapur barus dapat dimanfaatkan sebagai pencegah tikus karena memiliki aroma menyengat yang tidak disukai oleh tikus. Namun, penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati karena zat kimia naftalena yang terkandung di dalam kapur barus bersifat beracun yang dapat membahayakan.
5. Minyak Cabai
Aroma yang kuat dari minyak cabai dapat digunakan sebagai penghalang pada titik-titik yang sering jalur masuk tikus. Penggunaannya dengan merendam bola kapas menggunakan minyak cabai, kemudian menempatkannya di sekitar pintu, celah, maupun area lain yang menjadi tempat persembunyian tikus.
6. Bawang Putih
Bawang putih memiliki bau yang tidak disukai oleh tikus sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjauhkan hama tersebut dari rumah. Cara menggunakannya dengan meletakkan beberapa siung bawang putih di dekat titik masuk tikus. Bubuk bawang putih juga dapat ditaburkan pada area yang sama agar aromanya tetap menyebar.
7. Lavender
Meskipun menenangkan bagi manusia, tikus justru tidak menyukai aroma lavender. Cara penggunaannya, teteskan minyak lavender ke bola kapas lalu diletakkan di beberapa sudut rumah. Selain itu, aroma lavender juga dapat disebarkan menggunakan diffuser agar wanginya menjangkau lebih banyak area di dalam rumah. (Syarifah Komalasari)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)