TIPS
AC Tiba-tiba Keluar Air? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Adri Prima
Minggu 04 Oktober 2026 / 19:08
- AC tiba-tiba mengeluarkan air dapat disebabkan filter kotor, saluran pembuangan tersumbat, hingga posisi pemasangan.
- Kebocoran AC yang dibiarkan berisiko merusak perabot rumah tangga dan mengganggu kemampuan mendinginkan ruangan.
- Cegah kebocoran dengan mencuci AC setiap tiga hingga empat bulan serta memeriksa saluran pembuangan dan posisi unit.
Jakarta: AC yang tiba-tiba mengeluarkan air dapat mengganggu penggunaan perangkat sehari-hari. Kebocoran ini perlu diperhatikan karena dapat menandakan adanya masalah pada sistem AC yang perlu segera diperbaiki.
AC kerap mengeluarkan air kondensasi yang terbentuk ketika udara lembap di dalam ruangan terkena suhu dingin di dalam perangkat. Pada kondisi tertentu, proses tersebut dapat menghasilkan air secara berlebihan hingga keluar dari unit AC.
Kebocoran AC yang dibiarkan dapat berisiko mengenai perabot rumah tangga atau kemampuannya mendinginkan ruangan ikut terganggu. Berikut sejumlah penyebab AC tiba-tiba keluar air:
1. Sumbatan di filter udara
Filter udara yang tersumbat dapat mengganggu kelancaran aliran udara di dalam AC, dan akan membentuk es. Ketika AC dimatikan, es yang sebelumnya terbentuk akan mencair. Air dari proses pencairan tersebut dapat keluar dan menyebabkan munculnya tetesan air.
2. Filter AC yang kotor
Filter yang dipenuhi kotoran akan menghambat udara menuju evaporator, yang kemudian membuat suhu mengalami penurunan hingga kumparan menjadi terlalu dingin dan membeku.
Ketika AC masih menyala, udara dari perangkat terus mengalir ke dalam ruangan. Namun, setelah perangkat dimatikan, aliran udara tersebut berhenti. Sistem di dalam AC kemudian mengalami pemanasan sehingga es yang terbentuk sebelumnya bisa mencair.
3. Saluran pembuangan air terhambat
Jika kotoran menumpuk di dalam saluran, air yang seharusnya bergerak menuju bagian pembuangan dapat tertahan dan kemudian kembali ke arah unit AC. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan air keluar dari bagian dalam AC.
4. Posisi pemasangan AC tidak sesuai
Unit AC perlu berada pada kemiringan yang tepat agar air dapat bergerak menuju jalur pembuangan dengan lancar. Apabila posisi unit tidak sesuai, aliran air yang seharusnya mengarah ke tempat pembuangan kemudian dapat tertahan atau mengalir ke arah lain sehingga akhirnya menetes dari unit AC.
5. Tidak rutin merawat komponen hingga karatan
Seiring bertambahnya masa penggunaan, bagian pembuangan AC dapat mengalami karat. Jika karat terus menumpuk, saluran tersebut dapat mengalami penyumbatan sehingga aliran air menjadi terhambat. Kondisi itu kemudian dapat membuat air tidak dapat mengalir dengan baik dan akhirnya menetes dari unit AC.
Agar kebocoran tidak terus terjadi, AC perlu segera diperiksa dan dirawat setelah mulai mengeluarkan air. Penanganannya dapat dimulai dari membersihkan AC hingga memastikan posisi perangkat sudah tepat.
Pencucian AC sebaiknya dilakukan secara rutin setiap tiga sampai empat bulan. Langkah ini dapat menjaga kebersihan unit sekaligus merawat komponen di dalamnya agar tetap berfungsi dengan baik.
Jika kebocoran berasal dari posisi AC yang kurang tepat, kemiringan perangkat perlu diperbaiki agar air dapat mengalir lancar ke saluran pembuangan. Sementara pada komponen yang rusak perlu diganti agar fungsi AC kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Kebocoran juga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama. Air yang keluar dari unit dapat mengenai perabot serta membuat kondisi interior menjadi terlalu lembap. (Syarifah Komalasari)
(PRI)
AC kerap mengeluarkan air kondensasi yang terbentuk ketika udara lembap di dalam ruangan terkena suhu dingin di dalam perangkat. Pada kondisi tertentu, proses tersebut dapat menghasilkan air secara berlebihan hingga keluar dari unit AC.
Kebocoran AC yang dibiarkan dapat berisiko mengenai perabot rumah tangga atau kemampuannya mendinginkan ruangan ikut terganggu. Berikut sejumlah penyebab AC tiba-tiba keluar air:
1. Sumbatan di filter udara
Filter udara yang tersumbat dapat mengganggu kelancaran aliran udara di dalam AC, dan akan membentuk es. Ketika AC dimatikan, es yang sebelumnya terbentuk akan mencair. Air dari proses pencairan tersebut dapat keluar dan menyebabkan munculnya tetesan air.
2. Filter AC yang kotor
Filter yang dipenuhi kotoran akan menghambat udara menuju evaporator, yang kemudian membuat suhu mengalami penurunan hingga kumparan menjadi terlalu dingin dan membeku.
Baca Juga :
Cuaca Panas, Sebaiknya AC Pakai Mode Apa?
3. Saluran pembuangan air terhambat
Jika kotoran menumpuk di dalam saluran, air yang seharusnya bergerak menuju bagian pembuangan dapat tertahan dan kemudian kembali ke arah unit AC. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan air keluar dari bagian dalam AC.
4. Posisi pemasangan AC tidak sesuai
Unit AC perlu berada pada kemiringan yang tepat agar air dapat bergerak menuju jalur pembuangan dengan lancar. Apabila posisi unit tidak sesuai, aliran air yang seharusnya mengarah ke tempat pembuangan kemudian dapat tertahan atau mengalir ke arah lain sehingga akhirnya menetes dari unit AC.
5. Tidak rutin merawat komponen hingga karatan
Seiring bertambahnya masa penggunaan, bagian pembuangan AC dapat mengalami karat. Jika karat terus menumpuk, saluran tersebut dapat mengalami penyumbatan sehingga aliran air menjadi terhambat. Kondisi itu kemudian dapat membuat air tidak dapat mengalir dengan baik dan akhirnya menetes dari unit AC.
Apa yang harus dilakukan jika AC mengeluarkan air?
Agar kebocoran tidak terus terjadi, AC perlu segera diperiksa dan dirawat setelah mulai mengeluarkan air. Penanganannya dapat dimulai dari membersihkan AC hingga memastikan posisi perangkat sudah tepat.
Pencucian AC sebaiknya dilakukan secara rutin setiap tiga sampai empat bulan. Langkah ini dapat menjaga kebersihan unit sekaligus merawat komponen di dalamnya agar tetap berfungsi dengan baik.
Jika kebocoran berasal dari posisi AC yang kurang tepat, kemiringan perangkat perlu diperbaiki agar air dapat mengalir lancar ke saluran pembuangan. Sementara pada komponen yang rusak perlu diganti agar fungsi AC kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Kebocoran juga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama. Air yang keluar dari unit dapat mengenai perabot serta membuat kondisi interior menjadi terlalu lembap. (Syarifah Komalasari)
(PRI)