TIPS

Cuaca Panas, Sebaiknya AC Pakai Mode Apa?

Rizkie Fauzian
Selasa 29 September 2026 / 12:59
Ringkasnya gini..
  • Mode Cool dapat digunakan ketika tujuan utama adalah menurunkan suhu ruangan saat cuaca panas.
  • Mode Dry lebih sesuai ketika udara terasa lembap atau pengap, bukan ketika suhu ruangan sangat tinggi.
  • Mode Fan dapat membantu mengedarkan udara tanpa menjalankan proses pendinginan seperti pada mode Cool.
Jakarta: Cuaca panas membuat penggunaan pendingin udara atau Air Conditioner (AC) menjadi lebih sering. Namun, memilih mode AC yang tepat dapat membantu menyesuaikan kinerja perangkat dengan kondisi ruangan.

Setiap mode pada AC memiliki fungsi berbeda. Ada mode Cool untuk mendinginkan ruangan, Dry untuk mengurangi kelembapan, serta Fan yang hanya mengedarkan udara tanpa proses pendinginan seperti pada mode Cool.

Saat cuaca panas, sebaiknya pakai AC mode apa?

AC
Gunakan AC mode cool saat udara panas. Foto: Freepik

Agar penggunaan AC lebih sesuai saat cuaca panas, berikut beberapa mode yang bisa dipilih.

1. Gunakan mode Cool saat ruangan panas

Mode Cool menjadi pilihan utama ketika tujuan penggunaan AC adalah menurunkan suhu ruangan. Pada mode ini, AC bekerja dengan mendinginkan udara hingga mencapai suhu yang telah diatur pada remote.

Saat cuaca sangat panas, hindari langsung mengatur suhu pada angka yang terlalu rendah. Suhu sekitar 24-26 derajat Celsius dapat menjadi titik awal yang nyaman, kemudian dapat disesuaikan dengan kondisi ruangan.

Pastikan pintu dan jendela tertutup agar udara dingin tidak mudah keluar dan panas dari luar tidak terus masuk.
   

2. Pilih Dry jika udara terasa lembap

Mode Dry lebih ditujukan untuk mengurangi kelembapan udara. Mode ini dapat digunakan ketika ruangan terasa pengap atau lembap, meskipun suhu sebenarnya tidak terlalu tinggi.

Namun, Dry bukan pilihan utama untuk mendinginkan ruangan yang benar-benar panas. Jika suhu ruangan tinggi, mode Cool lebih sesuai.

3. Gunakan Fan untuk mengedarkan udara

Mode Fan bekerja dengan mengalirkan udara menggunakan kipas tanpa menjalankan proses pendinginan seperti pada mode Cool.

Mode ini dapat digunakan ketika ruangan sudah cukup sejuk tetapi sirkulasi udara masih terasa kurang. Konsumsi listriknya juga umumnya lebih rendah dibandingkan ketika kompresor AC bekerja untuk mendinginkan ruangan.

4. Jangan langsung memilih suhu terendah

Saat cuaca panas, menurunkan suhu AC hingga angka paling rendah belum tentu membuat ruangan lebih cepat dingin.

AC tetap membutuhkan waktu untuk menurunkan suhu ruangan, sementara pengaturan suhu yang terlalu rendah dapat membuat perangkat bekerja lebih lama untuk mencapai target tersebut. Lebih baik atur suhu secara bertahap sesuai tingkat kenyamanan penghuni.

5. Tutup sumber panas dari luar

Kinerja AC juga dipengaruhi kondisi ruangan. Saat matahari terik, tutup tirai atau gunakan blind pada jendela yang terkena sinar matahari langsung.

Periksa pula celah pada pintu dan jendela yang memungkinkan udara panas masuk. Dengan mengurangi sumber panas dari luar, beban pendinginan AC dapat lebih terkendali.

6. Pastikan filter AC tetap bersih

Filter yang kotor dapat menghambat aliran udara sehingga kinerja AC tidak optimal. Karena itu, filter perlu dibersihkan secara berkala sesuai kondisi penggunaan dan petunjuk dari produsen.

Jika AC tetap tidak mampu mendinginkan ruangan meskipun pengaturan sudah sesuai, periksa kondisi unit dan pertimbangkan pemeriksaan oleh teknisi.

Saat cuaca panas, mode Cool umumnya menjadi pilihan untuk menurunkan suhu ruangan. Sementara itu, mode Dry lebih sesuai ketika masalah utamanya adalah kelembapan dan Fan dapat digunakan untuk membantu sirkulasi udara.

Pemilihan mode sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi ruangan, tingkat kelembapan, serta kenyamanan penghuni.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH