TIPS

7 Cara Menyejukkan Ruangan Tanpa AC, Rumah Tetap Nyaman

Rizkie Fauzian
Rabu 19 Agustus 2026 / 17:51
Ringkasnya gini..
  • Ruangan tetap bisa terasa sejuk tanpa AC. Maksimalkan sirkulasi udara dan kurangi sumber panas di dalam rumah.
  • Kipas angin dan tirai bisa membantu mengurangi rasa gerah. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kondisi suhu dan arah datangnya sinar matahari.
  • Peralatan elektronik dan pencahayaan juga perlu diperhatikan. Matikan perangkat yang tidak digunakan dan gunakan lampu yang lebih efisien untuk membantu mengurangi panas.
Jakarta: Cuaca panas dapat membuat suhu di dalam rumah terasa gerah, terutama pada ruangan yang minim sirkulasi udara. Penggunaan air conditioner (AC) memang dapat membantu menurunkan suhu, tetapi ada beberapa cara sederhana untuk membuat ruangan terasa lebih sejuk tanpa harus menyalakan AC.

Cara menyejukkan ruangan tanpa AC dapat dilakukan dengan memaksimalkan sirkulasi udara, mengurangi sumber panas, hingga memilih elemen rumah yang membantu menjaga suhu tetap nyaman.

Cara menyejukkan ruangan tanpa AC


Berikut sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk membuat ruangan lebih sejuk tanpa AC.

1. Maksimalkan sirkulasi udara

Sirkulasi udara yang baik dapat membantu mengurangi udara panas yang terperangkap di dalam ruangan. Buka jendela dan pintu pada waktu yang tepat agar udara dari luar dapat masuk dan udara panas dari dalam rumah keluar.

Jika memungkinkan, buat bukaan pada sisi ruangan yang berlawanan untuk menciptakan aliran udara silang atau cross ventilation.

Namun, saat udara luar justru lebih panas, jendela dapat ditutup sementara dan dibuka kembali ketika suhu mulai turun, misalnya pada pagi atau sore hari.

2. Gunakan kipas angin

Kipas angin dapat membantu membuat ruangan terasa lebih sejuk tanpa menggunakan AC. Alat ini bekerja dengan menggerakkan udara sehingga membantu mempercepat penguapan keringat dari permukaan kulit.

Posisi kipas juga dapat disesuaikan. Pada malam hari, kipas yang diarahkan ke luar jendela dapat membantu mengeluarkan udara panas dari ruangan. Sementara itu, pada kondisi tertentu kipas dapat diarahkan ke dalam untuk membantu memasukkan udara dari luar.
   

3. Tutup tirai saat matahari terik

Paparan sinar matahari langsung melalui jendela dapat meningkatkan suhu ruangan. Karena itu, tutup tirai atau gorden terutama pada sisi rumah yang mendapatkan sinar matahari paling kuat.

Tirai dengan material yang lebih tebal atau memiliki kemampuan menghalangi cahaya dapat membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam ruangan.

4. Matikan peralatan elektronik yang tidak digunakan

Peralatan elektronik yang sedang beroperasi dapat menghasilkan panas. Meskipun kontribusinya berbeda-beda, penggunaan banyak perangkat secara bersamaan dapat membuat ruangan terasa semakin hangat.

Matikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sedang digunakan. Selain membantu mengurangi sumber panas, kebiasaan ini juga dapat menghemat konsumsi listrik.

5. Gunakan lampu yang tidak menghasilkan banyak panas

Jenis lampu juga dapat memengaruhi suhu ruangan. Lampu yang menghasilkan panas lebih banyak dapat membuat ruangan terasa lebih hangat, terutama jika digunakan dalam waktu lama.

Penggunaan lampu LED dapat menjadi pilihan karena umumnya lebih efisien dalam penggunaan energi dan menghasilkan panas lebih rendah dibandingkan lampu pijar.

6. Tambahkan tanaman di dalam atau sekitar rumah

Tanaman dapat menjadi elemen tambahan untuk membuat rumah terasa lebih nyaman. Tanaman di area sekitar rumah juga dapat memberikan keteduhan, terutama jika ditempatkan pada sisi yang terkena sinar matahari langsung.

Untuk tanaman di dalam ruangan, pilih jenis yang sesuai dengan kondisi cahaya dan sirkulasi udara. Jangan terlalu banyak menempatkan tanaman di ruangan yang sempit karena justru dapat membuat area terasa penuh.

7. Kurangi penggunaan perabot yang menyimpan panas

Material dan jumlah perabot di dalam ruangan juga dapat memengaruhi kenyamanan. Hindari menempatkan terlalu banyak barang sehingga aliran udara menjadi terhambat.

Gunakan furnitur seperlunya dan beri ruang di antara perabot agar udara dapat bergerak lebih leluasa. Material yang ringan dan tidak terlalu menyerap panas juga dapat dipertimbangkan untuk ruangan yang sering terasa gerah.

Dengan memaksimalkan ventilasi, mengurangi sumber panas, serta mengatur penggunaan perabot dan penutup jendela, ruangan dapat terasa lebih nyaman tanpa selalu bergantung pada AC.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH