Jenis makanan yang sebaiknya tidak diblender. Foto: Freepik
Jenis makanan yang sebaiknya tidak diblender. Foto: Freepik

Agar Blender Awet, Hindari Menghaluskan Bahan Makanan Ini

Rizkie Fauzian • 16 Juni 2026 17:30
Ringkasnya gini..
  • Beberapa bahan makanan seperti kentang panas, tulang, dan rempah kering sebaiknya tidak dimasukkan ke blender karena dapat merusak pisau.
  • Memblender sup atau kuah yang masih mendidih dapat meningkatkan tekanan di dalam wadah blender.
  • Memotong bahan menjadi ukuran kecil, tidak melebihi kapasitas, serta menghindari bahan yang terlalu keras.
Jakarta: Blender menjadi salah satu peralatan rumah tangga yang banyak digunakan untuk menghaluskan berbagai bahan makanan dan minuman. Namun, tidak semua bahan cocok diolah menggunakan alat ini.
 
Memasukkan bahan yang tidak sesuai dapat membuat pisau blender cepat tumpul, motor bekerja terlalu berat, bahkan berisiko merusak mesin. Selain itu, beberapa jenis makanan juga dapat menghasilkan tekstur yang kurang baik setelah diblender.
 
Karena itu, penting untuk mengetahui bahan apa saja yang sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam blender. Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat menggunakan blender.

Makanan yang sebaiknya tidak diblender

Agar Blender Awet, Hindari Menghaluskan Bahan Makanan Ini
Jenis makanan yang sebaiknya tidak diblender. Foto: Freepik

1. Kentang Panas yang Baru Matang

Kentang yang masih panas tidak disarankan langsung diblender. Proses pencampuran dapat membuat teksturnya berubah menjadi lengket dan seperti lem akibat pelepasan pati yang berlebihan.

Jika ingin menghaluskan kentang, sebaiknya gunakan alat penumbuk kentang atau tunggu hingga suhunya menurun.

2. Es Batu dalam Jumlah Berlebihan

Meski banyak blender modern mampu menghancurkan es, memasukkan es batu terlalu banyak sekaligus dapat membuat motor bekerja lebih keras.
 
Pada blender dengan daya rendah, kebiasaan ini berpotensi mempercepat keausan pisau dan merusak komponen mesin.

3. Biji Kopi pada Blender Biasa

Menggiling biji kopi membutuhkan alat khusus dengan mekanisme yang berbeda dari blender biasa.
 
 
Penggunaan blender untuk menggiling kopi dapat membuat hasil gilingan tidak merata dan mempercepat kerusakan pisau.

4. Rempah Kering dalam Jumlah Besar

Rempah-rempah kering seperti lada, cengkih, atau kayu manis lebih cocok diolah menggunakan grinder.
 
Selain sulit halus secara merata, aroma rempah yang kuat juga dapat menempel pada wadah blender dan memengaruhi rasa bahan lain yang diolah setelahnya.

5. Buah Kering Tanpa Direndam

Kismis, kurma kering, atau aprikot kering memiliki tekstur yang keras dan lengket. Jika langsung dimasukkan ke blender, bahan tersebut dapat menempel pada pisau dan dinding wadah sehingga proses penghalusan menjadi tidak optimal. Sebaiknya rendam terlebih dahulu hingga teksturnya lebih lunak.

6. Cairan yang Terlalu Panas

Sup atau kuah mendidih tidak dianjurkan langsung diblender dalam wadah tertutup. Uap panas dapat meningkatkan tekanan di dalam blender dan menyebabkan tutup terlepas saat mesin bekerja. Selain berisiko merusak alat, kondisi ini juga dapat membahayakan pengguna.

7. Tulang dan Bahan yang Sangat Keras

Tulang, biji buah berukuran besar, atau bahan yang sangat keras tidak dirancang untuk diolah dengan blender rumah tangga biasa.
 
Bahan-bahan tersebut dapat membuat pisau cepat tumpul bahkan menyebabkan kerusakan permanen pada motor blender.

Tips menggunakan blender agar awet

Agar blender lebih tahan lama, gunakan sesuai kapasitas dan fungsinya. Potong bahan menjadi ukuran kecil sebelum diblender, tambahkan cairan bila diperlukan, serta hindari memaksa mesin bekerja terlalu lama tanpa jeda.
 
Membersihkan blender setelah digunakan juga penting untuk menjaga kebersihan dan mencegah sisa makanan menumpuk pada pisau maupun wadah.
 
Dengan memahami bahan-bahan yang tidak boleh dimasukkan ke blender, pengguna dapat menjaga performa alat tetap optimal sekaligus memperoleh hasil olahan yang lebih baik.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan