TIPS

AC Tetap Nyala tapi Listrik Tak Bengkak? Ini 7 Caranya

Rizkie Fauzian
Rabu 23 September 2026 / 08:06
Ringkasnya gini..
  • Penggunaan AC dalam waktu lama dapat meningkatkan konsumsi listrik.
  • Pengguna dapat memanfaatkan kipas, mengurangi panas matahari yang masuk, dan mematikan AC ketika ruangan tidak digunakan.
  • Perawatan berkala serta pemilihan AC dengan kinerja energi yang baik dapat menjadi pertimbangan untuk mengendalikan konsumsi listrik.
Jakarta: Penggunaan Air Conditioner (AC) menjadi salah satu cara untuk menjaga suhu ruangan tetap nyaman, terutama saat cuaca panas. Namun, pemakaian dalam waktu lama dapat meningkatkan konsumsi listrik jika tidak disertai kebiasaan penggunaan yang efisien.

Menghemat listrik saat menggunakan AC bukan berarti harus mengurangi kenyamanan. Beberapa kebiasaan sederhana, mulai dari mengatur suhu hingga membersihkan filter secara rutin, dapat membantu AC bekerja lebih efisien.

Cara menghemat listrik penggunaan AC

AC suhu
Cara menghemat listrik penggunaan AC. Foto: Freepik

Berikut sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menghemat listrik saat menggunakan AC:

1. Atur Suhu AC pada Tingkat yang Nyaman

Mengatur suhu terlalu rendah dapat membuat AC bekerja lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan. Kementerian ESDM menyarankan pengaturan suhu AC pada kisaran 23–27°C sebagai salah satu langkah penghematan energi.

Karena itu, tidak perlu langsung mengatur suhu pada 16 atau 18°C agar ruangan terasa sejuk. Atur suhu pada tingkat yang tetap nyaman bagi penghuni ruangan.

2. Pastikan Pintu dan Jendela Tertutup

Pintu atau jendela yang terbuka saat AC menyala dapat membuat udara dingin keluar dari ruangan. Kondisi tersebut membuat AC harus bekerja lebih lama untuk mempertahankan suhu.

Pastikan pintu dan jendela tertutup saat AC digunakan. Celah udara pada ruangan juga sebaiknya diperhatikan karena dapat memengaruhi efisiensi pendinginan.

Penyegelan celah pada bagian tertentu, seperti sekitar pintu dan jendela, dapat membantu mengurangi udara yang keluar dari ruangan.
   

3. Bersihkan Filter Secara Rutin

Filter AC yang dipenuhi debu dapat menghambat aliran udara dan membuat kinerja sistem pendingin menurun. Jika dibiarkan, AC dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk mendinginkan ruangan.

Jangan lupa periksa filter secara rutin, terutama saat AC digunakan cukup sering. Pada periode penggunaan berat, filter dapat diperiksa setiap bulan dan dibersihkan atau diganti jika sudah kotor. Membersihkan filter secara berkala juga membantu menjaga kualitas aliran udara dari AC.

4. Rawat Unit AC Secara Berkala

Selain filter, bagian lain pada AC juga perlu diperiksa dan dibersihkan. Debu dan kotoran yang menumpuk pada komponen seperti coil dapat mengurangi kemampuan AC dalam mendinginkan ruangan.

Ketika kinerja pendinginan menurun, AC berpotensi bekerja lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan sehingga penggunaan energi dapat meningkat.

Untuk pembersihan atau perawatan pada bagian yang membutuhkan penanganan khusus, gunakan jasa teknisi agar dilakukan sesuai prosedur.

5. Gunakan Kipas Angin sebagai Pendukung

Kipas angin dapat digunakan bersama AC untuk membantu sirkulasi udara di dalam ruangan. Pergerakan udara dari kipas juga dapat membuat tubuh terasa lebih sejuk sehingga suhu AC tidak perlu diatur terlalu rendah.

Kipas juga dapat memberikan efek sejuk pada tubuh. Dalam kondisi tertentu, penggunaan ceiling fan memungkinkan thermostat AC dinaikkan sekitar 2°F dan dapat membantu mengurangi biaya pendinginan.

Namun, kipas angin tidak benar-benar menurunkan suhu ruangan. Karena itu, matikan kipas ketika ruangan sudah tidak digunakan.

5. Kurangi Panas Matahari yang Masuk

Paparan sinar matahari langsung dapat meningkatkan suhu di dalam ruangan. Akibatnya, AC perlu bekerja lebih lama untuk mempertahankan suhu yang diinginkan.

Untuk mengurangi panas yang masuk, gunakan tirai, gorden, atau penutup jendela, terutama pada bagian rumah yang mendapat paparan sinar matahari cukup kuat.

Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi beban pendinginan tanpa perlu melakukan perubahan besar pada sistem AC.

6. Pertimbangkan Efisiensi Energi Saat Membeli AC

Jika AC perlu diganti, konsumsi energi juga perlu menjadi salah satu pertimbangan selain harga dan kapasitas pendinginan.

Di Indonesia, terdapat Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan label tanda hemat energi untuk sejumlah peralatan listrik, termasuk AC. Informasi pada label dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan sebelum membeli perangkat.

Jenis teknologi kompresor juga dapat diperhatikan. AC dengan kompresor variable-speed, misalnya, dapat menyesuaikan kapasitas pendinginan sesuai kebutuhan sehingga pada kondisi tertentu penggunaannya lebih efisien dibandingkan sistem konvensional.

7. Matikan AC Saat Tidak Digunakan

AC yang tetap menyala ketika ruangan tidak digunakan akan terus mengonsumsi listrik. Karena itu, matikan AC jika ruangan akan ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama.

Fitur timer atau pengaturan jadwal juga dapat dimanfaatkan agar AC mati secara otomatis pada waktu yang telah ditentukan.

Pada akhirnya, penghematan listrik dari penggunaan AC tidak hanya bergantung pada perangkat yang digunakan, tetapi juga kebiasaan penggunanya.

Mengatur suhu secara wajar, menjaga kondisi ruangan, serta melakukan perawatan rutin dapat membantu AC bekerja lebih efisien tanpa harus mengorbankan kenyamanan. ​(Vira Farhatul Maula)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH