TIPS

Air Toren Bau dan Keruh? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Rizkie Fauzian
Senin 14 September 2026 / 22:35
Ringkasnya gini..
  • Air toren yang bau dan keruh dapat disebabkan endapan, lumut, kotoran, hingga masalah pada pipa atau sumber air.
  • Toren perlu dibersihkan secara berkala untuk mencegah penumpukan endapan dan kotoran yang memengaruhi kualitas air.
  • Jika air tetap bau atau keruh setelah toren dibersihkan, periksa sumber air, pompa, dan jaringan pipa.
Jakarta: Toren atau tandon air digunakan untuk menampung persediaan air di rumah. Namun, air yang tersimpan terlalu lama atau kondisi toren yang kurang terawat dapat membuat air berubah menjadi keruh, berbau, atau memiliki endapan.

Kondisi tersebut tidak selalu berarti sumber air mengalami masalah. Toren, pipa, dan lingkungan di sekitar tempat penyimpanan juga perlu diperiksa ketika kualitas air berubah.

Karena itu, pemilik rumah perlu mengetahui penyebab air toren menjadi bau dan keruh sekaligus cara membersihkannya agar tempat penyimpanan air tetap terawat.

Penyebab air toren bau dan keruh

toren 4
Penyebab air toren bau dan keruh. Foto: AI

Ada beberapa kondisi yang dapat membuat air di dalam toren berubah kualitasnya. Salah satunya adalah endapan yang menumpuk di dasar toren.

Partikel dari sumber air dapat ikut masuk dan perlahan mengendap. Jika toren jarang dikuras, endapan tersebut dapat menumpuk dan membuat air terlihat keruh ketika teraduk.

Selain endapan, lumut juga dapat tumbuh di dalam toren, terutama apabila bagian dalam tangki mendapat paparan cahaya dan kondisi mendukung pertumbuhan lumut. Tutup toren yang tidak terpasang dengan baik juga dapat memungkinkan debu atau kotoran masuk.

Air yang berbau juga dapat menjadi tanda bahwa toren atau bagian instalasi air perlu diperiksa. Bau bisa berasal dari kondisi air yang tersimpan, kotoran dalam tangki, maupun masalah pada sumber atau jalur distribusi air.

Karena itu, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya dilakukan pada toren, tetapi juga pada pipa dan sumber air jika bau atau perubahan warna tetap terjadi setelah toren dibersihkan.
 

Cara mengatasi air toren yang bau dan keruh

toren air
Cara mengatasi air toren yang bau dan keruh. Foto: Medcom


Jika kondisi air berubah, toren dapat diperiksa dan dibersihkan secara berkala. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Kosongkan toren

Matikan aliran air menuju toren dan keluarkan air yang tersisa. Pastikan proses pengurasan dilakukan dengan aman, terutama jika toren berada di tempat tinggi.

2. Bersihkan bagian dalam toren

Gunakan alat pembersih yang sesuai untuk mengangkat endapan dan kotoran pada dinding maupun dasar toren. Perhatikan bagian sudut dan dasar tangki karena kotoran biasanya lebih mudah menumpuk di area tersebut.

Hindari menggunakan bahan pembersih secara sembarangan, terutama jika toren digunakan untuk menampung air yang akan digunakan dalam kebutuhan sehari-hari. Jika menggunakan produk pembersih khusus, ikuti petunjuk penggunaan dan lakukan pembilasan hingga bersih.

3. Bilas hingga tidak ada sisa kotoran

Setelah dibersihkan, bilas bagian dalam toren dengan air bersih. Pastikan tidak ada sisa kotoran maupun bahan pembersih sebelum toren kembali digunakan.

4. Periksa tutup dan kondisi toren

Pastikan tutup toren dapat menutup dengan baik. Periksa pula apakah terdapat retakan, kebocoran, atau bagian yang memungkinkan debu, serangga, dan kotoran masuk ke dalam tangki.

5. Periksa sumber dan jalur air

Jika air tetap berbau atau keruh setelah toren dibersihkan, pemeriksaan perlu dilanjutkan ke sumber air, pompa, dan jaringan pipa. Masalah kualitas air tidak selalu berasal dari toren.

Perawatan toren juga sebaiknya dilakukan secara berkala, tidak hanya ketika air sudah terlihat keruh atau mulai berbau. Frekuensi pembersihan dapat disesuaikan dengan kondisi sumber air, lingkungan, dan seberapa cepat endapan atau kotoran terbentuk.

Dengan menjaga kebersihan toren sekaligus memeriksa sumber dan instalasi air, kualitas air yang digunakan di rumah dapat lebih terjaga.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH