TIPS
Jangan Asal Panaskan, Ini 7 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimasak di Microwave
Rizkie Fauzian
Sabtu 26 September 2026 / 10:13
- Tidak semua makanan cocok dimasak menggunakan microwave karena bisa pecah, meledak, atau panasnya tidak merata.
- Telur bercangkang, cabai dan anggur utuh, serta makanan berkuah dalam wadah tertutup perlu mendapat perhatian khusus.
- Selain jenis makanan, pastikan wadah dan kemasan yang digunakan memang aman untuk microwave.
Jakarta: Microwave memang praktis untuk menghangatkan makanan atau memasak sejumlah hidangan dalam waktu singkat. Namun, tidak semua makanan cocok dimasukkan ke dalam microwave.
Beberapa jenis makanan dapat mengalami perubahan tekstur ketika dipanaskan dengan microwave. Ada pula makanan yang bisa memercik, meledak, atau menjadi terlalu panas pada bagian tertentu.
Karena itu, penting mengetahui jenis makanan yang sebaiknya tidak dimasak menggunakan microwave agar proses pemanasan tetap aman.
Tekanan tersebut berisiko membuat telur pecah atau bahkan meledak selama proses pemanasan maupun setelah dikeluarkan dari microwave.
Jika ingin memasak telur menggunakan microwave, telur sebaiknya dikeluarkan dari cangkangnya dan wadah yang digunakan harus sesuai untuk microwave. Pengguna juga perlu mengikuti petunjuk waktu dan daya yang tepat.
Selain berisiko pecah, cabai yang dipanaskan dapat melepaskan senyawa pedas ke udara ketika dikeluarkan dari microwave. Kondisi tersebut bisa membuat mata atau saluran pernapasan terasa perih.
Jika ingin memanaskan makanan yang mengandung anggur, jangan memasukkannya dalam kondisi utuh tanpa mengetahui petunjuk pemanasan yang sesuai.
Kulit kentang dapat menahan uap di dalamnya. Jika uap tidak memiliki jalan keluar, tekanan dapat meningkat dan membuat kentang pecah.
Jika ingin memasak kentang menggunakan microwave, tusuk atau sayat kulitnya terlebih dahulu agar uap dapat keluar. Waktu memasak juga perlu disesuaikan dengan ukuran kentang dan daya microwave.
Saat dipanaskan, cairan menghasilkan uap. Jika wadah tertutup rapat, tekanan dapat meningkat dan menyebabkan tutup terbuka secara tiba-tiba atau wadah mengalami kerusakan.
Gunakan wadah yang memang aman untuk microwave dan jangan menutupnya secara kedap ketika makanan dipanaskan.
Pemanasan microwave dapat berlangsung tidak merata. Sebagian permukaan daging mungkin sudah mulai matang atau panas, sementara bagian tengah masih beku.
Kondisi tersebut dapat membuat daging berada pada rentang suhu yang memungkinkan mikroorganisme berkembang jika tidak segera dimasak dengan benar.
Jika menggunakan microwave untuk mencairkan daging, sebaiknya gunakan fitur defrost dan segera masak setelah proses pencairan selesai.
Uap yang terbentuk di dalam makanan dapat terperangkap sehingga makanan berpotensi pecah atau memercik.
Untuk makanan yang memiliki lapisan seperti kulit atau selaput, buat beberapa sayatan kecil terlebih dahulu jika petunjuk produknya memperbolehkan pemanasan menggunakan microwave.
Perhatikan pula petunjuk pada kemasan makanan. Beberapa produk memang dirancang untuk dipanaskan menggunakan microwave, tetapi memiliki aturan khusus terkait daya, durasi, atau cara membuka kemasan.
Microwave dapat menjadi alat yang praktis di dapur, tetapi penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan jenis makanan dan wadah. Jangan hanya mengandalkan waktu pemanasan karena karakter setiap makanan berbeda.
(KIE)
Beberapa jenis makanan dapat mengalami perubahan tekstur ketika dipanaskan dengan microwave. Ada pula makanan yang bisa memercik, meledak, atau menjadi terlalu panas pada bagian tertentu.
Karena itu, penting mengetahui jenis makanan yang sebaiknya tidak dimasak menggunakan microwave agar proses pemanasan tetap aman.
Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimasak di Microwave
Makanan yang sebaiknya tidak dimasak di microwave. Foto: Freepik
1. Telur Utuh dengan Cangkang
Telur mentah yang masih berada di dalam cangkang sebaiknya tidak dimasukkan ke microwave. Panas dapat membuat tekanan uap terbentuk di dalam telur.Tekanan tersebut berisiko membuat telur pecah atau bahkan meledak selama proses pemanasan maupun setelah dikeluarkan dari microwave.
Jika ingin memasak telur menggunakan microwave, telur sebaiknya dikeluarkan dari cangkangnya dan wadah yang digunakan harus sesuai untuk microwave. Pengguna juga perlu mengikuti petunjuk waktu dan daya yang tepat.
2. Cabai Utuh
Cabai utuh juga perlu diperhatikan ketika dipanaskan menggunakan microwave. Kandungan air di dalamnya dapat menghasilkan uap, sementara kulit cabai dapat membuat panas dan uap terperangkap.Selain berisiko pecah, cabai yang dipanaskan dapat melepaskan senyawa pedas ke udara ketika dikeluarkan dari microwave. Kondisi tersebut bisa membuat mata atau saluran pernapasan terasa perih.
3. Anggur Utuh
Anggur utuh sebaiknya tidak dimasukkan ke microwave. Bentuk dan kandungan airnya dapat membuat energi microwave terkonsentrasi pada area tertentu. Kondisi tersebut dapat menghasilkan panas yang sangat tinggi dan berpotensi memicu percikan.Jika ingin memanaskan makanan yang mengandung anggur, jangan memasukkannya dalam kondisi utuh tanpa mengetahui petunjuk pemanasan yang sesuai.
4. Kentang Utuh
Kentang sebenarnya dapat dimasak menggunakan microwave, tetapi kentang utuh tidak sebaiknya langsung dimasukkan tanpa persiapan.Kulit kentang dapat menahan uap di dalamnya. Jika uap tidak memiliki jalan keluar, tekanan dapat meningkat dan membuat kentang pecah.
Jika ingin memasak kentang menggunakan microwave, tusuk atau sayat kulitnya terlebih dahulu agar uap dapat keluar. Waktu memasak juga perlu disesuaikan dengan ukuran kentang dan daya microwave.
5. Makanan Berkuah dalam Wadah Tertutup
Sup, saus, atau makanan berkuah yang dimasukkan ke dalam wadah tertutup juga perlu dihindari.Saat dipanaskan, cairan menghasilkan uap. Jika wadah tertutup rapat, tekanan dapat meningkat dan menyebabkan tutup terbuka secara tiba-tiba atau wadah mengalami kerusakan.
Gunakan wadah yang memang aman untuk microwave dan jangan menutupnya secara kedap ketika makanan dipanaskan.
6. Daging Beku dalam Potongan Besar
Microwave memang dapat digunakan untuk mencairkan makanan beku, tetapi daging dalam potongan besar membutuhkan perhatian khusus.Pemanasan microwave dapat berlangsung tidak merata. Sebagian permukaan daging mungkin sudah mulai matang atau panas, sementara bagian tengah masih beku.
Kondisi tersebut dapat membuat daging berada pada rentang suhu yang memungkinkan mikroorganisme berkembang jika tidak segera dimasak dengan benar.
Jika menggunakan microwave untuk mencairkan daging, sebaiknya gunakan fitur defrost dan segera masak setelah proses pencairan selesai.
7. Makanan dengan Kulit atau Lapisan yang Tidak Mudah Ditembus Uap
Makanan seperti sosis, beberapa jenis olahan daging, atau makanan lain yang memiliki kulit dapat mengalami peningkatan tekanan ketika dipanaskan.Uap yang terbentuk di dalam makanan dapat terperangkap sehingga makanan berpotensi pecah atau memercik.
Untuk makanan yang memiliki lapisan seperti kulit atau selaput, buat beberapa sayatan kecil terlebih dahulu jika petunjuk produknya memperbolehkan pemanasan menggunakan microwave.
Jangan Hanya Perhatikan Makanannya
Selain jenis makanan, wadah yang digunakan juga penting. Hindari menggunakan wadah atau kemasan yang tidak dirancang untuk microwave, terutama yang dapat meleleh atau tidak tahan panas.Perhatikan pula petunjuk pada kemasan makanan. Beberapa produk memang dirancang untuk dipanaskan menggunakan microwave, tetapi memiliki aturan khusus terkait daya, durasi, atau cara membuka kemasan.
Microwave dapat menjadi alat yang praktis di dapur, tetapi penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan jenis makanan dan wadah. Jangan hanya mengandalkan waktu pemanasan karena karakter setiap makanan berbeda.
(KIE)