TIPS
Jangan Asal Dicuci, 7 Bahan Ini Bisa Rusak jika Kena Air Panas
Rizkie Fauzian
Senin 31 Agustus 2026 / 18:18
- Tidak semua bahan aman dicuci dengan air panas. Suhu tinggi dapat menyebabkan bahan tertentu menyusut, berubah bentuk, atau mengalami kerusakan.
- Wol, sutra, kain elastis, dan rayon termasuk bahan yang membutuhkan perhatian lebih saat dicuci karena sensitif terhadap panas.
- Pakaian berwarna gelap dan bersablon juga sebaiknya dicuci dengan air dingin agar warna dan cetakan tetap awet.
Jakarta: Air panas kerap digunakan untuk membersihkan berbagai benda di rumah karena dianggap lebih efektif mengangkat kotoran dan membunuh kuman. Namun, tidak semua bahan cocok dicuci menggunakan air bersuhu tinggi.
Paparan panas dapat membuat sejumlah material mengalami perubahan bentuk, menyusut, luntur, atau bahkan rusak. Karena itu, penting memperhatikan jenis bahan sebelum mencucinya dengan air panas. Berikut beberapa bahan yang sebaiknya tidak dicuci menggunakan air panas.
Bahan yang tidak boleh dicuci dengan air panas. Foto: Freepik
Pakaian atau benda berbahan wol juga dapat menjadi lebih kasar setelah terkena panas berlebihan.
Sebaiknya gunakan air dingin atau air bersuhu rendah dan ikuti petunjuk perawatan pada label pakaian.
Untuk menjaga kualitasnya, gunakan air dingin serta deterjen yang memang diperuntukkan bagi bahan lembut.
Suhu tinggi dapat mempercepat pelepasan pewarna dari serat kain. Mencuci menggunakan air dingin dapat membantu mempertahankan warna pakaian lebih lama.
Hal ini perlu diperhatikan terutama pada pakaian olahraga, pakaian dalam, dan jenis pakaian lain yang menggunakan material elastis.
Untuk menjaga sablon tetap awet, pakaian dapat dicuci dengan bagian dalam berada di luar dan menggunakan siklus pencucian yang lembut.
Periksa label perawatan sebelum mencuci karena sebagian produk berbahan rayon membutuhkan metode pencucian khusus.
Karena itu, sebelum mencuci wadah atau peralatan plastik menggunakan air panas, periksa keterangan apakah produk tersebut memang dirancang tahan terhadap suhu tinggi.
Selain memperhatikan suhu air, penting membaca label perawatan pada pakaian dan petunjuk penggunaan pada peralatan rumah tangga. Menggunakan suhu yang sesuai dapat membantu menjaga bahan tetap awet sekaligus mencegah kerusakan yang tidak perlu.
(KIE)
Paparan panas dapat membuat sejumlah material mengalami perubahan bentuk, menyusut, luntur, atau bahkan rusak. Karena itu, penting memperhatikan jenis bahan sebelum mencucinya dengan air panas. Berikut beberapa bahan yang sebaiknya tidak dicuci menggunakan air panas.
Bahan yang tidak boleh dicuci dengan air panas

Bahan yang tidak boleh dicuci dengan air panas. Foto: Freepik
1. Wol
Bahan wol sebaiknya tidak dicuci menggunakan air panas karena suhu tinggi dapat menyebabkan seratnya menyusut dan berubah bentuk.Pakaian atau benda berbahan wol juga dapat menjadi lebih kasar setelah terkena panas berlebihan.
Sebaiknya gunakan air dingin atau air bersuhu rendah dan ikuti petunjuk perawatan pada label pakaian.
2. Sutra
Sutra memiliki serat yang relatif halus sehingga membutuhkan perawatan khusus. Air panas dapat merusak serat dan membuat permukaan kain kehilangan kelembutannya.Untuk menjaga kualitasnya, gunakan air dingin serta deterjen yang memang diperuntukkan bagi bahan lembut.
3. Pakaian berwarna gelap
Pakaian berwarna gelap, terutama yang baru dicuci beberapa kali, berpotensi lebih cepat mengalami perubahan warna jika sering dicuci menggunakan air panas.Suhu tinggi dapat mempercepat pelepasan pewarna dari serat kain. Mencuci menggunakan air dingin dapat membantu mempertahankan warna pakaian lebih lama.
4. Kain elastis
Pakaian yang mengandung bahan elastis seperti spandex atau elastane sebaiknya tidak dicuci menggunakan air panas. Suhu tinggi dapat memengaruhi serat elastis sehingga pakaian kehilangan kelenturannya.Hal ini perlu diperhatikan terutama pada pakaian olahraga, pakaian dalam, dan jenis pakaian lain yang menggunakan material elastis.
5. Pakaian dengan sablon
Pakaian yang memiliki sablon atau gambar cetak juga sebaiknya dicuci menggunakan air dingin. Air panas dapat membuat lapisan sablon lebih cepat rusak, retak, atau mengelupas.Untuk menjaga sablon tetap awet, pakaian dapat dicuci dengan bagian dalam berada di luar dan menggunakan siklus pencucian yang lembut.
6. Kain berbahan rayon
Rayon merupakan material yang relatif sensitif terhadap panas dan perlakuan kasar. Mencucinya dengan air panas dapat membuat serat mengalami penyusutan atau perubahan bentuk.Periksa label perawatan sebelum mencuci karena sebagian produk berbahan rayon membutuhkan metode pencucian khusus.
7. Plastik tertentu
Tidak semua benda plastik aman terkena air panas. Beberapa jenis plastik dapat melunak, berubah bentuk, atau mengalami kerusakan ketika terkena suhu tinggi.Karena itu, sebelum mencuci wadah atau peralatan plastik menggunakan air panas, periksa keterangan apakah produk tersebut memang dirancang tahan terhadap suhu tinggi.
Selain memperhatikan suhu air, penting membaca label perawatan pada pakaian dan petunjuk penggunaan pada peralatan rumah tangga. Menggunakan suhu yang sesuai dapat membantu menjaga bahan tetap awet sekaligus mencegah kerusakan yang tidak perlu.
(KIE)