TIPS
Air Mendidih Jangan Langsung Dibuang ke Wastafel, Ini Alasannya
Rizkie Fauzian
Selasa 22 September 2026 / 17:11
- Air yang masih mendidih sebaiknya tidak langsung dibuang ke wastafel, terutama jika saluran menggunakan pipa PVC yang memiliki batas suhu kerja tertentu.
- Membuang air mendidih bukan cara efektif untuk mencegah sumbatan akibat lemak karena minyak dapat kembali mengeras ketika suhu turun di dalam pipa.
- Sebelum membuang air panas, biarkan suhunya turun dan pisahkan minyak atau lemak agar saluran wastafel tetap terawat.
Jakarta: Setelah memasak mi, merebus telur, atau membuat pasta, air panas sering kali langsung dibuang ke wastafel karena dianggap praktis. Namun, kebiasaan menuangkan air yang masih mendidih ke wastafel sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.
Selain suhu air, material pipa pada saluran pembuangan juga perlu diperhatikan. Beberapa jenis pipa memiliki batas ketahanan terhadap suhu tertentu.
Paparan air bersuhu sangat tinggi, terutama jika dilakukan berulang kali, dapat memengaruhi pipa dan komponen pada saluran pembuangan. Di bawah ini alasan kenapa dilarang membuang air mendidih ke dalam wastafel.
Karena itu, air yang baru saja mendidih sebaiknya tidak langsung dituangkan ke saluran yang menggunakan pipa PVC. Air dapat didiamkan terlebih dahulu hingga suhunya turun sebelum dibuang.
Jika tidak mengetahui material pipa yang digunakan di rumah, hindari menjadikan air mendidih sebagai cara rutin untuk membersihkan wastafel.
Karena itu, mengetahui jenis material pada sistem pembuangan rumah penting dilakukan, terutama jika ingin menggunakan air panas sebagai bagian dari perawatan saluran.
Menurut This Old House, lemak memang dapat mengalir ketika masih dalam kondisi panas. Namun, ketika suhunya turun di dalam saluran, lemak dapat kembali mengeras dan menempel pada dinding pipa.
Jika penumpukan terus terjadi, diameter saluran dapat semakin menyempit dan akhirnya menyebabkan sumbatan.
Karena itu, air mendidih bukan solusi utama untuk mengatasi lemak yang masuk ke saluran wastafel. Minyak dan lemak sebaiknya dipisahkan terlebih dahulu dan tidak dibuang langsung ke saluran pembuangan.
Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan suhu air serta material pipa. Hindari menuangkan air yang masih mendidih secara langsung, terutama jika saluran menggunakan material yang memiliki batas suhu kerja lebih rendah.
Selain memperhatikan suhu air, hindari membuang minyak dan lemak ke wastafel agar saluran pembuangan tidak mudah mengalami penumpukan dan tersumbat. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)
Selain suhu air, material pipa pada saluran pembuangan juga perlu diperhatikan. Beberapa jenis pipa memiliki batas ketahanan terhadap suhu tertentu.
Paparan air bersuhu sangat tinggi, terutama jika dilakukan berulang kali, dapat memengaruhi pipa dan komponen pada saluran pembuangan. Di bawah ini alasan kenapa dilarang membuang air mendidih ke dalam wastafel.
Risiko membuang air mendidih ke wastafel
Risiko membuang air panas ke dalam wastafel. Foto: AI
1. Bisa Memengaruhi Kondisi Pipa PVC
Salah satu material yang perlu diperhatikan adalah PVC. Charlotte Pipe, produsen sistem perpipaan, mencantumkan batas suhu kerja PVC sekitar 140 derajat Fahrenheit atau 60 derajat Celsius.Karena itu, air yang baru saja mendidih sebaiknya tidak langsung dituangkan ke saluran yang menggunakan pipa PVC. Air dapat didiamkan terlebih dahulu hingga suhunya turun sebelum dibuang.
Jika tidak mengetahui material pipa yang digunakan di rumah, hindari menjadikan air mendidih sebagai cara rutin untuk membersihkan wastafel.
2. Suhu Tinggi Juga Memengaruhi Sambungan Pipa
Selain bagian pipa, saluran pembuangan memiliki sambungan dan komponen lain yang juga perlu diperhatikan. Paparan suhu tinggi secara berulang dapat memberikan tekanan pada material dan sambungan saluran.Karena itu, mengetahui jenis material pada sistem pembuangan rumah penting dilakukan, terutama jika ingin menggunakan air panas sebagai bagian dari perawatan saluran.
3. Air Mendidih Bukan Solusi untuk Lemak
Membuang air mendidih ke wastafel juga kerap dianggap sebagai cara untuk meluruhkan lemak agar saluran tidak mampet. Namun, cara tersebut tidak selalu efektif.Menurut This Old House, lemak memang dapat mengalir ketika masih dalam kondisi panas. Namun, ketika suhunya turun di dalam saluran, lemak dapat kembali mengeras dan menempel pada dinding pipa.
Jika penumpukan terus terjadi, diameter saluran dapat semakin menyempit dan akhirnya menyebabkan sumbatan.
Karena itu, air mendidih bukan solusi utama untuk mengatasi lemak yang masuk ke saluran wastafel. Minyak dan lemak sebaiknya dipisahkan terlebih dahulu dan tidak dibuang langsung ke saluran pembuangan.
4. Air Panas dan Air Mendidih Berbeda
Air panas tidak selalu sama dengan air yang baru saja mendidih. Dalam kondisi tertentu, air hangat atau panas dapat membantu membersihkan sisa sabun dan kotoran pada saluran.Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan suhu air serta material pipa. Hindari menuangkan air yang masih mendidih secara langsung, terutama jika saluran menggunakan material yang memiliki batas suhu kerja lebih rendah.
Cara Membuang Air Panas dari Dapur
Jika air masih mendidih, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum membuangnya ke wastafel:- Diamkan air terlebih dahulu hingga suhunya turun sebelum dibuang.
- Pisahkan minyak dan lemak dari air dan masukkan ke wadah yang sesuai, bukan langsung ke wastafel.
- Jangan menggunakan air mendidih sebagai solusi utama untuk saluran yang tersumbat.
- Bersihkan saringan dan saluran secara berkala dengan metode yang sesuai dengan material pipa.
Selain memperhatikan suhu air, hindari membuang minyak dan lemak ke wastafel agar saluran pembuangan tidak mudah mengalami penumpukan dan tersumbat. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)