TIPS
6 Bagian Rumah yang Tak Harus Dibersihkan Setiap Minggu
Rizkie Fauzian
Senin 05 Oktober 2026 / 08:41
- Tidak semua bagian rumah perlu dibersihkan setiap minggu, terutama area yang jarang disentuh atau mudah tetap bersih
- Lemari dapur, lampu, plint, dan pintu lemari dapat dibersihkan secara berkala sesuai kondisi dan tingkat kekotorannya.
- Pembersihan berlebihan justru dapat merusak sejumlah material, seperti granit, marmer, cat, dan lapisan finishing.
Jakarta: Membersihkan rumah tidak selalu berarti seluruh bagian harus mendapat perhatian setiap minggu. Beberapa area justru cukup dibersihkan secara berkala, terutama jika tidak terkena kotoran, tumpahan, atau sering disentuh.
Menentukan bagian rumah yang perlu dibersihkan secara rutin dapat membantu menghemat waktu dan tenaga. Sementara itu, area yang jarang kotor bisa dimasukkan ke dalam jadwal pembersihan berkala.
Dikutip dari laman The Spruce, berikut ini enam spot rumah yang ternyata tidak perlu terlalu sering dibersihkan.
Jika tidak ada tumpahan, kebocoran, atau makanan yang tercecer, bagian dalam lemari cukup dibersihkan ketika mulai terlihat kotor. Remah makanan atau noda juga dapat langsung dilap tanpa harus mengeluarkan seluruh isi lemari.
Pakar kebersihan Galia Ivanova menyarankan cara tersebut sehingga pembersihan lemari dapat dilakukan sesuai kondisi, bukan semata-mata berdasarkan jadwal mingguan.
Alessandro Gazzo menyarankan penggunaan air sabun atau produk pembersih yang memang dirancang untuk material granit dan marmer.
Pembersihan rutin tetap diperlukan, tetapi tidak harus selalu dilakukan dengan metode deep cleaning.
Debu pada lampu dapat dibersihkan sesekali menggunakan kain atau vacuum cleaner. Menurut Gazzo, area yang jarang disentuh tidak perlu menjadi prioritas utama dalam rutinitas bersih-bersih.
Pembersihan menggunakan kain lembap setiap beberapa bulan dapat dilakukan untuk membantu menjaga tampilannya. Penggunaan bahan kimia keras juga sebaiknya dihindari jika tidak diperlukan.
Menggosok terlalu keras atau menggunakan bahan pembersih yang kuat berisiko merusak cat maupun lapisan finishing. Terlalu sering memindahkan furnitur untuk membersihkan area tersebut juga dapat menyebabkan goresan atau kerusakan pada perabot.
Cukup bersihkan ketika debu mulai terlihat atau masukkan area ini ke dalam jadwal pembersihan berkala.
Namun, permukaannya tidak harus selalu dibersihkan secara menyeluruh setiap minggu. Jika hanya terdapat beberapa sidik jari atau noda, cukup bersihkan bagian tersebut. Pembersihan secara menyeluruh dapat dilakukan ketika noda dan kotoran mulai menumpuk.
Dengan mengetahui bagian rumah yang membutuhkan pembersihan rutin dan area yang cukup dibersihkan secara berkala, pekerjaan rumah dapat dilakukan dengan lebih efisien.
Fokuskan waktu dan tenaga pada area yang sering digunakan, sering disentuh, atau lebih mudah kotor. Sementara itu, bagian yang jarang digunakan dapat dibersihkan sesuai kebutuhan. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)
Menentukan bagian rumah yang perlu dibersihkan secara rutin dapat membantu menghemat waktu dan tenaga. Sementara itu, area yang jarang kotor bisa dimasukkan ke dalam jadwal pembersihan berkala.
Dikutip dari laman The Spruce, berikut ini enam spot rumah yang ternyata tidak perlu terlalu sering dibersihkan.
Bagian rumah yang tak perlu sering dibersihkan
Bagian rumah yang tak perlu sering dibersihkan. Foto: Freepik
1. Bagian dalam lemari dapur
Meski lemari dapur digunakan setiap hari, bagian dalamnya tidak selalu membutuhkan deep cleaning setiap minggu.Jika tidak ada tumpahan, kebocoran, atau makanan yang tercecer, bagian dalam lemari cukup dibersihkan ketika mulai terlihat kotor. Remah makanan atau noda juga dapat langsung dilap tanpa harus mengeluarkan seluruh isi lemari.
Pakar kebersihan Galia Ivanova menyarankan cara tersebut sehingga pembersihan lemari dapat dilakukan sesuai kondisi, bukan semata-mata berdasarkan jadwal mingguan.
2. Permukaan granit dan marmer
Granit dan marmer, terutama yang digunakan sebagai meja dapur atau kamar mandi, tetap perlu dibersihkan. Namun, penggunaan bahan pembersih yang keras atau metode pembersihan yang terlalu agresif justru dapat merusak permukaannya.Alessandro Gazzo menyarankan penggunaan air sabun atau produk pembersih yang memang dirancang untuk material granit dan marmer.
Pembersihan rutin tetap diperlukan, tetapi tidak harus selalu dilakukan dengan metode deep cleaning.
3. Lampu dalam ruangan
Sakelar lampu merupakan bagian yang sering disentuh sehingga perlu dibersihkan secara rutin. Berbeda dengan bagian lampu atau fitting yang relatif jarang disentuh.Debu pada lampu dapat dibersihkan sesekali menggunakan kain atau vacuum cleaner. Menurut Gazzo, area yang jarang disentuh tidak perlu menjadi prioritas utama dalam rutinitas bersih-bersih.
4. Lampu luar ruangan
Lampu luar rumah lebih mudah terkena debu dan kotoran dari lingkungan sekitar. Meski demikian, bagian ini tidak harus dibersihkan secara mendalam setiap minggu.Pembersihan menggunakan kain lembap setiap beberapa bulan dapat dilakukan untuk membantu menjaga tampilannya. Penggunaan bahan kimia keras juga sebaiknya dihindari jika tidak diperlukan.
5. Plint dan lis dinding
Plint atau baseboard serta lis dinding tetap perlu dibersihkan untuk menghilangkan debu. Namun, bagian tersebut tidak harus selalu terlihat benar-benar bersih setiap saat.Menggosok terlalu keras atau menggunakan bahan pembersih yang kuat berisiko merusak cat maupun lapisan finishing. Terlalu sering memindahkan furnitur untuk membersihkan area tersebut juga dapat menyebabkan goresan atau kerusakan pada perabot.
Cukup bersihkan ketika debu mulai terlihat atau masukkan area ini ke dalam jadwal pembersihan berkala.
6. Pintu lemari
Pintu lemari, terutama yang terbuat dari kaca atau memiliki finishing mengilap, memang lebih mudah memperlihatkan sidik jari dan noda.Namun, permukaannya tidak harus selalu dibersihkan secara menyeluruh setiap minggu. Jika hanya terdapat beberapa sidik jari atau noda, cukup bersihkan bagian tersebut. Pembersihan secara menyeluruh dapat dilakukan ketika noda dan kotoran mulai menumpuk.
Dengan mengetahui bagian rumah yang membutuhkan pembersihan rutin dan area yang cukup dibersihkan secara berkala, pekerjaan rumah dapat dilakukan dengan lebih efisien.
Fokuskan waktu dan tenaga pada area yang sering digunakan, sering disentuh, atau lebih mudah kotor. Sementara itu, bagian yang jarang digunakan dapat dibersihkan sesuai kebutuhan. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)