TIPS

Kenapa Beras Tetap Berkutu Meski Disimpan Rapat? Ini Penyebabnya

Rizkie Fauzian
Jumat 31 Juli 2026 / 11:16
Ringkasnya gini..
  • Beras tetap bisa berkutu meski disimpan dalam wadah tertutup rapat. Penyebabnya, telur kutu sering kali sudah berada di dalam butiran beras sejak sebelum dibeli.
  • Suhu yang hangat dan kelembapan tinggi dapat mempercepat penetasan telur serta perkembangan kutu beras. Karena itu, cara penyimpanan menjadi faktor penting untuk menghambat perkembangannya.
  • Selain menggunakan wadah kedap udara, masyarakat disarankan menyimpan beras di tempat yang sejuk dan kering, serta tidak mencampur beras lama dengan stok baru agar risiko kutu dapat diminimalkan.
Jakarta: Menyimpan beras di wadah yang tertutup rapat sering dianggap cukup untuk mencegah munculnya kutu. Namun, tidak sedikit orang yang mendapati beras tetap berkutu meski telah disimpan dalam tempat kedap udara.

Kemunculan kutu pada beras ternyata tidak selalu disebabkan oleh cara penyimpanan yang salah. Dalam banyak kasus, telur kutu sudah berada di dalam butiran beras sejak proses penyimpanan di gudang atau selama distribusi. Telur tersebut berukuran sangat kecil sehingga sulit terlihat oleh mata.

Ketika kondisi lingkungan mendukung, seperti suhu yang hangat dan kelembapan tinggi, telur akan menetas dan kutu mulai berkembang biak di dalam wadah penyimpanan.

Penyebab muncul kutu pada beras


Penyebab muncul kutu pada beras. Foto: AI

1. Telur kutu sudah ada sejak sebelum beras dibeli

Kutu beras (Sitophilus oryzae) merupakan hama yang dapat bertelur di dalam butiran beras. Betina melubangi butiran beras, meletakkan telur di dalamnya, lalu menutup lubang tersebut sehingga sulit dikenali.

Karena telur tersembunyi di dalam butiran beras, wadah yang tertutup rapat tidak dapat menghentikan proses penetasan apabila telur sudah ada sejak awal.

2. Suhu dan kelembapan mempercepat perkembangan kutu

Lingkungan penyimpanan juga berpengaruh terhadap perkembangan kutu. Ruangan yang panas dan lembap dapat mempercepat siklus hidup kutu, mulai dari telur hingga menjadi serangga dewasa.

Sebaliknya, tempat penyimpanan yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik dapat membantu memperlambat perkembangannya.

3. Wadah bersih belum tentu bebas kutu

Menggunakan wadah baru atau membersihkannya secara rutin memang penting. Namun, jika beras yang dimasukkan sudah mengandung telur kutu, serangga tetap dapat muncul beberapa minggu kemudian.

Karena itu, wadah yang bersih perlu diimbangi dengan pemilihan beras yang berkualitas dan penyimpanan yang tepat.

Cara mencegah beras berkutu

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko beras berkutu, antara lain:
  1. Simpan beras di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung.
  2. Gunakan wadah kedap udara yang bersih dan benar-benar kering.
  3. Hindari mencampur beras lama dengan beras yang baru dibeli.
  4. Belilah beras secukupnya agar tidak disimpan terlalu lama.
  5. Bersihkan wadah penyimpanan setiap kali stok beras habis.
  6. Jika memungkinkan, simpan beras selama satu hingga dua hari di dalam freezer sebelum disimpan pada suhu ruang untuk membantu membunuh telur atau larva kutu.
Apabila kutu sudah muncul dalam jumlah banyak, sebaiknya segera sortir beras dan bersihkan wadah penyimpanan. Menjaga kondisi penyimpanan tetap bersih dan kering menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko kutu berkembang biak.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)

MOST SEARCH