TIPS

Sela Keramik Menghitam? Ini 5 Penyebab yang Perlu Diketahui

Rizkie Fauzian
Jumat 23 Oktober 2026 / 15:18
Ringkasnya gini..
  • Sela keramik yang menghitam dapat disebabkan pertumbuhan jamur, penumpukan kotoran, residu sabun, hingga perubahan warna nat seiring waktu.
  • Nat keramik berbahan dasar semen memiliki pori-pori yang dapat menahan kotoran dan kelembapan sehingga membutuhkan perawatan rutin.
  • Menjaga sirkulasi udara, menggunakan air pel yang bersih, dan segera membersihkan tumpahan dapat membantu mencegah sela keramik menghitam.
Jakarta: Sela keramik yang awalnya berwarna putih atau abu-abu terang lama-kelamaan bisa berubah menjadi hitam. Kondisi ini kerap ditemukan di kamar mandi, dapur, hingga lantai rumah yang sering dilewati.

Selain membuat tampilan ruangan terlihat kusam, perubahan warna tersebut dapat disebabkan penumpukan kotoran, kelembapan, pertumbuhan jamur, atau perubahan warna material.

Bagian pengisi di antara keramik disebut nat atau grout. Nat berbahan dasar semen memiliki pori-pori yang dapat menyerap cairan dan menahan kotoran. Karena itu, bagian ini cenderung lebih sulit dibersihkan dibandingkan permukaan keramik yang relatif licin.

Penyebab sela keramik menghitam

keramik nat
Penyebab sela keramik menghitam. Foto: Freepik
 

1. Pertumbuhan Jamur

Salah satu penyebab sela keramik menghitam adalah kelembapan yang bertahan terlalu lama. Area seperti kamar mandi memiliki kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur, terutama jika air sering menggenang dan sirkulasi udara kurang baik.

Panduan pembersihan dari Clorox menjelaskan bahwa permukaan yang lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur dan lumut. Jika tidak dibersihkan secara berkala, noda tersebut dapat semakin sulit dihilangkan.

Untuk mengurangi risikonya, pastikan kamar mandi memiliki sirkulasi udara yang baik. Setelah digunakan, bantu permukaan cepat kering dan bersihkan nat secara rutin menggunakan produk yang sesuai.

2. Kotoran dan Debu Menumpuk

Debu, tanah yang terbawa alas kaki, minyak, hingga sisa makanan dapat masuk ke pori-pori nat dan menumpuk seiring waktu.

Menurut Dyson, permukaan nat yang berpori dapat menahan kotoran, minyak, dan kelembapan. Berbeda dari permukaan keramik yang relatif mudah dilap, nat cenderung lebih sulit dibersihkan karena letaknya sedikit lebih rendah daripada permukaan keramik.

Kondisi ini membuat kotoran mudah tertinggal, terutama pada lantai yang sering dilewati atau area dapur yang terpapar minyak. Jika dibiarkan, penumpukan tersebut dapat membuat warna nat terlihat semakin gelap.

3. Air Pel yang Kotor

Lantai yang rutin dipel belum tentu memiliki nat yang bersih. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan air pel yang sudah keruh atau kotor.

Air pel dapat membawa kotoran dari permukaan lantai ke sela-sela nat. Karena nat cenderung berpori dan berada lebih rendah, sebagian kotoran dapat tertinggal di bagian tersebut dan membuat warnanya terlihat kusam setelah mengering.

Untuk menghindarinya, ganti air pel ketika mulai keruh dan gunakan alat pel yang bersih. Setelah mengepel, pastikan tidak ada terlalu banyak air yang tertinggal di lantai.
   

4. Sisa Sabun dan Produk Pembersih

Sisa sabun, minyak, dan produk pembersih juga dapat berkontribusi terhadap perubahan warna nat. Di kamar mandi, residu sabun dapat menumpuk bersama kotoran dan kelembapan. Sementara itu, cairan pembersih yang tidak dibilas sesuai petunjuk dapat meninggalkan residu pada permukaan.

Tile Council of North America (TCNA) menjelaskan bahwa kontaminasi dan teknik pembersihan yang kurang tepat dapat memengaruhi warna nat. Proses pencampuran, pemasangan, dan penggunaan air yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan warna akhir nat tidak merata.

Karena itu, gunakan cairan pembersih sesuai petunjuk dan bilas permukaan jika diperlukan. Hindari penggunaan bahan kimia secara berlebihan tanpa memastikan kecocokannya dengan jenis nat dan keramik.

5. Warna Berubah Seiring Waktu

Tidak semua nat yang menghitam berarti ditumbuhi jamur. Perubahan warna dapat terjadi akibat usia material, noda yang meresap, atau proses pembersihan yang berulang.

TCNA menyebutkan bahwa nat berbahan dasar semen dapat mengalami perubahan warna seiring waktu. Kesalahan saat pencampuran atau pemasangan juga dapat menyebabkan warna akhir tidak merata.

Jika nat tetap gelap setelah dibersihkan dengan cara yang tepat, periksa apakah noda sudah meresap atau material mengalami perubahan warna permanen. Nat yang retak, rapuh, atau terus-menerus lembap mungkin memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, bukan sekadar dibersihkan.

Cara Mencegah Sela Keramik Menghitam

Agar sela keramik tidak mudah kembali menghitam, bersihkan nat secara berkala menggunakan sikat yang sesuai dan cairan pembersih yang aman untuk material tersebut. Untuk area kamar mandi, jaga sirkulasi udara dan usahakan permukaan cepat kering setelah terkena air.

Gunakan air pel yang bersih serta segera bersihkan tumpahan minyak atau cairan berwarna sebelum noda meresap ke nat. Jika menggunakan nat berbahan dasar semen, pelapis khusus nat (grout sealer) juga dapat membantu mengurangi penyerapan noda, selama produk tersebut cocok dengan jenis nat yang digunakan.

Perlu diingat, nat yang menghitam tidak selalu disebabkan oleh jamur. Lokasi noda, kondisi kelembapan, serta perubahan warna setelah dibersihkan dapat membantu mengidentifikasi penyebabnya.

Jika nat terus-menerus lembap atau kembali menghitam dalam waktu singkat, periksa kemungkinan adanya kebocoran atau sumber air yang belum teratasi. (Vira Farhatul Maula)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH