Pelonggaran LTV turut mendongkrak KPR BTN. (Foto: Shutterstock)
Pelonggaran LTV turut mendongkrak KPR BTN. (Foto: Shutterstock)

Pelonggaran LTV Dongkrak Penyaluran KPR Nonsubsidi BTN

Properti btn bisnis properti aturan ltv Pelonggaran DP
Annisa ayu artanti • 20 September 2019 15:39
Jakarta: Bank Indonesia (BI) kembali memberikan relaksasi Loan to Value (LTV) dan Finance to Value (FTV) untuk pembiayaan kepemilikan properti. Dengan begitu, uang muka yang dibayarkan debitur KPR/KPA semakin rendah.
 
Menurut Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria, pihaknya menyambut baik kebijakan BI yang mulai berlaku efektif 2 Desember 2019 tersebut. BI dinilai mempermudah masyarakat untuk mengakses pembiayaan perumahan dengan melonggarkan LTV.
 
"Kemudahan pembelian rumah kedua dan seterusnya dan membebaskan LTV untuk rumah pertama, kebijakan BI patut diapresiasi karena saat ini pembelian properti agak melandai dan berdampak pada penyaluran KPR khususnya KPR nonsubsidi," katanya di Jakarta, Jumat, 20 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budi menilai sektor properti yang terhubung dengan 170 industri lainnya akan menjadi andalan pertumbuhan ekonomi yang diproyeksi BI mencapai 5,1-5,5 persen tahun depan. Sinyal perlambatan pertumbuhan properti sudah terlihat pada Juli, sehingga BI mengambil kebijakan relaksasi LTV.
 
Berdasarkan Analisis Uang Beredar yang dirilis BI, pertumbuhan kredit properti melambat per Juli 2019 hanya tumbuh 15,9 persen (yoy), Juni tumbuh 16,2 persen (yoy). Sementara pertumbuhan kredit properti diperlambat oleh rendahnya pertumbuhan KPR dan KPA.
 
"Relaksasi LTV ini akan berpengaruh tidak hanya bagi pembeli rumah pertama, tapi juga investment buyers karena dapat dengan mudah dan cepat membeli properti kedua, ketiga dan seterusnya untuk dijadikan portofolio investasinya,” kata Budi.
 
Sebelum kebijakan relaksasi LTV digulirkan BI, BTN berupaya memberikan kemudahan bagi konsumen melalui strategi yang digalang bersinergi bersama BUMN Properti di antaranya Perumnas, PT PP Properti, PT Waskita Karya Realty, dan sebagainya.
 
Program promosi yang menarik seperti uang muka ringan, suku bunga kredit yang murah dan tenor yang lama menjadi andalan BTN meraup minat konsumen. Dengan tambahan kebijakan relaksasi LTV ini tentu akan ditangkap BTN untuk mendongkrak penyaluran KPR terutama segmen KPR nonsubsidi.
 
"Tahun depan ketika relaksasi LTV mulai berdampak, BTN sudah siap karena sudah merangkul BUMN Properti maupun swasta untuk bekerja sama mengembangkan strategi promosi yang makin memudahkan masyarakat berinvestasi di segmen properti," jelas Budi.
 
Relaksasi LTV, selain mempermudah konsumen juga membantu pengembang karena penjualan rumah menjadi lebih mudah. Sebelumnya pada Juni 2018, pengembang juga lebih mudah mendapatkan pencairan kredit memberikan persyaratan yang lebih terutama pembelian rumah inden dengan KPR Inden.
 
"Pengembang mendapat pencairan kredit lebih cepat dan mudah, penjualan rumah lebih lancar sehingga likuiditas developer lebih baik," ujar Budi.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif