Merangkum dari laporan masing-masing perbankan, berikut ringkasan kinerja Himbara:
1. Bank Mandiri cetak laba Rp15,4 triliun
Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I-2026 atau tumbuh 16,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi kredit yang mencapai Rp1.530 triliun atau naik 17,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.675 triliun atau meningkat 21,1 persen.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan kinerja tersebut merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang dijalankan secara terarah dan berdampak.
"Bank Mandiri mengedepankan semangat Sinergi Majukan Negeri melalui penguatan sinergi UMKM dan ekonomi kreatif, serta sinergi ekosistem digital," jelas Riduan beberapa waktu lalu.
Selain itu, rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) mencapai Rp1.201 triliun, sedangkan rasio efisiensi BOPO membaik menjadi 58 persen.
| Baca juga: BP BUMN Dorong Himbara Fokus Biayai Hilirisasi, Manufaktur, dan UMKM |
2. BRI catat laba tumbuh 13,7 persen
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) membukukan laba bersih Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
Total aset BRI meningkat menjadi Rp2.250 triliun atau naik 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh menjadi Rp1.562 triliun.
Menariknya, segmen UMKM tetap menjadi tulang punggung bisnis BRI dengan total pembiayaan mencapai Rp1.211 triliun.
Direktur Utama BRI Hery Gurnardi menegaskan dengan pertumbuhan yang sehat dan kualitas aset yang terjaga, BRI optimistis momentum ini akan terus berlanjut seiring dengan fokus BRI pada penguatan digitalisasi, manajemen risiko yang disiplin dan penciptaan nilai berkelanjutan.
3. Pertumbuhan kredit naik 20 persen, dongkrak laba BNI
PT Bank Negara Indonesia (BNI) juga mencatatkan performa positif sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Perseroan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp5,66 triliun atau meningkat 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh ekspansi kredit yang mencapai Rp919,3 triliun atau tumbuh 20,1 persen secara tahunan. Selain itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga menjadi salah satu pendorong utama kinerja keuangan perusahaan.
4. BTN bukukan lonjakan laba
Di sektor pembiayaan perumahan, BTN mencatatkan pertumbuhan laba yang paling agresif di antara anggota Himbara lainnya.
BTN membukukan laba bersih sebesar Rp1,16 triliun atau melonjak 55,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hingga April 2026, kredit BTN tumbuh menjadi Rp344,07 triliun, sementara total aset mencapai Rp445,70 triliun. Dana pihak ketiga juga meningkat menjadi Rp357,83 triliun dengan komposisi CASA mencapai 50 persen.
5. BSI cetak pertumbuhan laba dan pembiayaan double digit
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) turut membukukan kinerja yang solid hingga April 2026.
BSI mencatat laba bersih sebesar Rp2,80 triliun atau naik 17,79 persen secara tahunan. Sementara total aset tumbuh menjadi Rp452 triliun.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga mencapai Rp382 triliun atau tumbuh 17,90 persen. Portofolio CASA BSI juga mencapai 63,48 persen.
Sementara itu, pembiayaan tumbuh 15,59 persen menjadi Rp332 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross membaik menjadi 1,80 persen.
"BSI terus terus menjaga fundamental performance bisnis dan keuangan melalui optimalisasi aset, penjagaan kualitas pembiayaan, peningkatan fee-based income, penguatan CASA, serta peningkatan produktivitas pegawai melalui pengembangan ekosistem bisnis syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan bisnis," jelas Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho dalam keterangan tertulis.
Himbara jadi penopang stabilitas ekonomi Indonesia
Pemerintah bersama BP BUMN, Danantara, dan jajaran Himbara terus mendorong penguatan fungsi intermediasi perbankan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.Fokus utamanya mencakup perluasan akses pembiayaan, penguatan sektor produktif, pengembangan UMKM, hingga dukungan terhadap program-program strategis pemerintah.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa kinerja positif Himbara memiliki arti penting bagi perekonomian nasional.
“Perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dukungan pembiayaan harus terus diarahkan kepada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Dony.
Dengan tren pertumbuhan yang masih terjaga, Himbara diperkirakan akan tetap menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi Indonesia sepanjang 2026, baik melalui penyaluran kredit produktif, digitalisasi layanan, maupun penguatan sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda