NEWS
LippoLand Perluas Akses Kepemilikan Hunian Terjangkau di Purwakarta
Rizkie Fauzian
Selasa 22 September 2026 / 19:30
- Penjualan HWB Purwakarta telah mencapai lebih dari 2.000 unit sejak diperkenalkan pada akhir 2025.
- Hunian di HWB Purwakarta ditawarkan mulai Rp98 juta dan berada di kawasan dengan aktivitas industri serta logistik.
- Model pengembangan hunian terjangkau tersebut kemudian diterapkan di HWB Serang dengan harga mulai Rp101 juta.
Jakarta: Permintaan terhadap hunian dengan harga terjangkau menjadi salah satu peluang pasar properti di kawasan yang memiliki aktivitas industri dan logistik. Kondisi tersebut terlihat dari penjualan Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta yang telah mencapai lebih dari 2.000 unit sejak diperkenalkan pada akhir 2025.
HWB Purwakarta dikembangkan melalui kerja sama PT Hunian Warisan Bangsa dengan LippoLand. Proyek tersebut mulai dipasarkan kepada masyarakat pada 2026.
Pada peluncuran tahap pertama pada Februari 2026, lebih dari 1.000 unit disebut telah terjual. Penjualan kemudian berlanjut hingga secara keseluruhan mencapai lebih dari 2.000 unit.
Purwakarta merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas industri dan logistik di Jawa Barat. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan hunian, terutama untuk mendekatkan tempat tinggal dengan pusat pekerjaan dan aktivitas ekonomi.
CEO LippoLand David Iman Santosa mengatakan pengembangan hunian perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan karakter kawasan, bukan hanya mengejar jumlah unit yang dipasarkan.
“Pengalaman HWB Purwakarta juga memberikan pembelajaran bahwa penyediaan hunian perlu dikembangkan bersama ekosistem kawasan dan kebutuhan masyarakat,” ujar David dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 September 2026.
Menurutnya, kebutuhan perumahan merupakan persoalan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perusahaan melihat pengembangan hunian terjangkau sebagai salah satu bagian dari upaya memperluas pilihan kepemilikan rumah.
HWB Purwakarta dikembangkan sebagai kawasan yang dalam jangka panjang diproyeksikan dapat menampung lebih dari 30.000 penghuni.
Hunian di kawasan tersebut ditawarkan dengan harga mulai Rp98 juta, dengan pilihan unit satu hingga tiga kamar tidur. Pengembang juga menyebut tersedia skema pembiayaan dengan cicilan mulai sekitar Rp600 ribu per bulan dan angsuran tetap selama 40 bulan.
Pengembangan kawasan juga dilengkapi sejumlah fasilitas yang telah beroperasi, seperti fasilitas ibadah, ritel, perbankan, fasilitas komunitas, serta area kuliner dan UMKM.
Konsep pengembangan tersebut kemudian diterapkan di HWB Serang yang diperkenalkan pada Juli 2026. Proyek ini menawarkan harga kepemilikan mulai Rp101 juta dan dalam jangka panjang diproyeksikan menampung lebih dari 30.000 penghuni.
Pengembangan HWB Serang disesuaikan dengan karakter kawasan industri Banten. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kedekatan hunian dengan pusat aktivitas ekonomi menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan proyek hunian terjangkau.
HWB Purwakarta mendapat pengakuan dari Indonesia Property Watch (IPW) melalui Indonesia Property Record sebagai rumah komersial (non-subsidi) 2 lantai dengan harga paling terjangkau se-Indonesia.
CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan tantangan penyediaan hunian tidak hanya berkaitan dengan jumlah rumah yang dibangun, tetapi juga kemampuan masyarakat menjangkau harga, lokasi, serta akses terhadap pusat kegiatan ekonomi.
“Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka. Model seperti HWB menunjukkan bahwa hunian komersial yang terjangkau dapat dikembangkan dengan pendekatan yang terukur dan tetap memperhatikan kualitas lingkungan serta kebutuhan masyarakat,” ujar Ali.
(KIE)
HWB Purwakarta dikembangkan melalui kerja sama PT Hunian Warisan Bangsa dengan LippoLand. Proyek tersebut mulai dipasarkan kepada masyarakat pada 2026.
Pada peluncuran tahap pertama pada Februari 2026, lebih dari 1.000 unit disebut telah terjual. Penjualan kemudian berlanjut hingga secara keseluruhan mencapai lebih dari 2.000 unit.
Purwakarta merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas industri dan logistik di Jawa Barat. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan hunian, terutama untuk mendekatkan tempat tinggal dengan pusat pekerjaan dan aktivitas ekonomi.
CEO LippoLand David Iman Santosa mengatakan pengembangan hunian perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan karakter kawasan, bukan hanya mengejar jumlah unit yang dipasarkan.
“Pengalaman HWB Purwakarta juga memberikan pembelajaran bahwa penyediaan hunian perlu dikembangkan bersama ekosistem kawasan dan kebutuhan masyarakat,” ujar David dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 September 2026.
Menurutnya, kebutuhan perumahan merupakan persoalan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perusahaan melihat pengembangan hunian terjangkau sebagai salah satu bagian dari upaya memperluas pilihan kepemilikan rumah.
Konsep pengembangan diterapkan di Serang
HWB Purwakarta dikembangkan sebagai kawasan yang dalam jangka panjang diproyeksikan dapat menampung lebih dari 30.000 penghuni.
Hunian di kawasan tersebut ditawarkan dengan harga mulai Rp98 juta, dengan pilihan unit satu hingga tiga kamar tidur. Pengembang juga menyebut tersedia skema pembiayaan dengan cicilan mulai sekitar Rp600 ribu per bulan dan angsuran tetap selama 40 bulan.
Pengembangan kawasan juga dilengkapi sejumlah fasilitas yang telah beroperasi, seperti fasilitas ibadah, ritel, perbankan, fasilitas komunitas, serta area kuliner dan UMKM.
Konsep pengembangan tersebut kemudian diterapkan di HWB Serang yang diperkenalkan pada Juli 2026. Proyek ini menawarkan harga kepemilikan mulai Rp101 juta dan dalam jangka panjang diproyeksikan menampung lebih dari 30.000 penghuni.
Pengembangan HWB Serang disesuaikan dengan karakter kawasan industri Banten. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kedekatan hunian dengan pusat aktivitas ekonomi menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan proyek hunian terjangkau.
Rumah dengan harga terjangkau
HWB jadi rumah 2 lantai paling murah. Foto: Istimewa
HWB Purwakarta mendapat pengakuan dari Indonesia Property Watch (IPW) melalui Indonesia Property Record sebagai rumah komersial (non-subsidi) 2 lantai dengan harga paling terjangkau se-Indonesia.
CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan tantangan penyediaan hunian tidak hanya berkaitan dengan jumlah rumah yang dibangun, tetapi juga kemampuan masyarakat menjangkau harga, lokasi, serta akses terhadap pusat kegiatan ekonomi.
“Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka. Model seperti HWB menunjukkan bahwa hunian komersial yang terjangkau dapat dikembangkan dengan pendekatan yang terukur dan tetap memperhatikan kualitas lingkungan serta kebutuhan masyarakat,” ujar Ali.
(KIE)