NEWS
HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 Unit Rumah
Rizkie Fauzian
Senin 02 November 2026 / 15:59
- HWB Purwakarta mulai memasuki tahap serah terima 1.500 unit rumah. Hunian di kawasan ini ditawarkan mulai Rp98 juta dengan pilihan satu hingga tiga kamar tidur.
- HWB Purwakarta mengembangkan fasilitas sosial, ruang komunal, dan kawasan komersial untuk mendukung aktivitas masyarakat serta peluang usaha UMKM.
- Penjualan rumah di HWB Purwakarta dilaporkan telah mencapai lebih dari 2.000 unit sejak peluncuran akhir 2025.
Purwakarta: Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta mulai memasuki tahap serah terima 1.500 unit rumah setelah diluncurkan pada akhir 2025. Pengembangan kawasan ini juga diarahkan untuk mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Proses serah terima ditandai dengan acara di Balai Nusantara HWB Purwakarta pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta Entin Suryatin berharap pembangunan dan serah terima unit dapat berjalan lancar sehingga semakin banyak keluarga memperoleh hunian yang layak dan nyaman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Purwakarta Didi Garnadi, menekankan pentingnya pembangunan yang didukung infrastruktur memadai, termasuk akses jalan, drainase, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan.
Hunian ini ditawarkan mulai Rp98 juta dengan pilihan satu, dua, dan tiga kamar tidur. Desainnya mengutamakan fungsi ruang, pencahayaan alami, ventilasi, serta area parkir. Pengembang juga menawarkan skema cicilan tertentu mulai sekitar Rp600 ribu per bulan selama 40 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada 22 September 2026, HWB Purwakarta memperoleh Indonesia Property Record dari Indonesia Property Watch (IPW) dalam kategori rumah komersial non-subsidi dua lantai dengan harga paling terjangkau se-Indonesia.
CEO IPW Ali Tranghanda menilai keterjangkauan rumah perlu dipertimbangkan bersama lokasi dan kualitas lingkungan yang menunjang kehidupan penghuni.
“Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin, 2 November 2026.
Deputy COO Hunian Warisan Bangsa I Putu Adi Sastrawan mengatakan pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga lingkungan yang mendukung kehidupan keluarga dan komunitas.
Masjid tersebut berdiri di atas lahan sekitar 240 meter persegi dengan kapasitas sekitar 150 jemaah. Selain untuk beribadah, keberadaannya menjadi salah satu ruang pertemuan bagi masyarakat.
Aktivitas warga juga berlangsung di Balai Nusantara dan ruang komunal lainnya melalui berbagai kegiatan, seperti bazar makanan, pasar malam, pertunjukan musik, lomba mewarnai anak, senam, tari tradisional, dan bersepeda bersama. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk mereka.
Peluang usaha juga didukung melalui Griya Niaga, kawasan komersial yang dilengkapi ruko tiga lantai berukuran 4 x 12 meter. Ruko tersebut menghadap boulevard utama selebar 16 meter dan dilengkapi balkon serta jaringan listrik bawah tanah.
Sejumlah fasilitas dan usaha yang telah beroperasi di kawasan ini antara lain Masjid Tajug Istimewa Nusantara, Toko MAMA, FmX, Bank Nobu, serta pusat kuliner dan UMKM.
Dalam jangka panjang, HWB Purwakarta direncanakan menampung lebih dari 30.000 penduduk. Pengembangan kawasan ini mencakup penyediaan hunian, fasilitas sosial, dan ruang usaha yang diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat.
(KIE)
Proses serah terima ditandai dengan acara di Balai Nusantara HWB Purwakarta pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta Entin Suryatin berharap pembangunan dan serah terima unit dapat berjalan lancar sehingga semakin banyak keluarga memperoleh hunian yang layak dan nyaman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Purwakarta Didi Garnadi, menekankan pentingnya pembangunan yang didukung infrastruktur memadai, termasuk akses jalan, drainase, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan.
Penjualan Rumah Tembus 2.000 Unit
HWB Purwakarta dikembangkan melalui PT Hunian Warisan Bangsa bersama LippoLand. Sejak diluncurkan pada akhir 2025, penjualan rumah di kawasan tersebut diklaim telah mencapai lebih dari 2.000 unit. Pada peluncuran tahap pertama pada Februari 2026, lebih dari 1.000 unit dilaporkan telah terjual.Hunian ini ditawarkan mulai Rp98 juta dengan pilihan satu, dua, dan tiga kamar tidur. Desainnya mengutamakan fungsi ruang, pencahayaan alami, ventilasi, serta area parkir. Pengembang juga menawarkan skema cicilan tertentu mulai sekitar Rp600 ribu per bulan selama 40 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada 22 September 2026, HWB Purwakarta memperoleh Indonesia Property Record dari Indonesia Property Watch (IPW) dalam kategori rumah komersial non-subsidi dua lantai dengan harga paling terjangkau se-Indonesia.
CEO IPW Ali Tranghanda menilai keterjangkauan rumah perlu dipertimbangkan bersama lokasi dan kualitas lingkungan yang menunjang kehidupan penghuni.
“Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin, 2 November 2026.
Deputy COO Hunian Warisan Bangsa I Putu Adi Sastrawan mengatakan pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga lingkungan yang mendukung kehidupan keluarga dan komunitas.
Fasilitas Sosial dan Peluang UMKM
Seiring bertambahnya penghuni, HWB Purwakarta juga menghadirkan fasilitas sosial dan ruang komunal untuk mendukung aktivitas warga. Salah satunya Masjid Tajug Istimewa Nusantara yang diresmikan pada 30 Januari 2026.Masjid tersebut berdiri di atas lahan sekitar 240 meter persegi dengan kapasitas sekitar 150 jemaah. Selain untuk beribadah, keberadaannya menjadi salah satu ruang pertemuan bagi masyarakat.
Aktivitas warga juga berlangsung di Balai Nusantara dan ruang komunal lainnya melalui berbagai kegiatan, seperti bazar makanan, pasar malam, pertunjukan musik, lomba mewarnai anak, senam, tari tradisional, dan bersepeda bersama. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk mereka.
Peluang usaha juga didukung melalui Griya Niaga, kawasan komersial yang dilengkapi ruko tiga lantai berukuran 4 x 12 meter. Ruko tersebut menghadap boulevard utama selebar 16 meter dan dilengkapi balkon serta jaringan listrik bawah tanah.
Sejumlah fasilitas dan usaha yang telah beroperasi di kawasan ini antara lain Masjid Tajug Istimewa Nusantara, Toko MAMA, FmX, Bank Nobu, serta pusat kuliner dan UMKM.
Dalam jangka panjang, HWB Purwakarta direncanakan menampung lebih dari 30.000 penduduk. Pengembangan kawasan ini mencakup penyediaan hunian, fasilitas sosial, dan ruang usaha yang diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat.
(KIE)