KPR Syariah mulai dilirik kalangan muda. Foto: Shutterstock
KPR Syariah mulai dilirik kalangan muda. Foto: Shutterstock

KPR Syariah Mulai Dilirik Generasi Muda

Properti investasi properti bisnis properti kpr Investasi Rumah
Rizkie Fauzian • 29 November 2019 12:25
Jakarta: Industri perbankan syariah menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun ke tahun. Perkembangan yang positif ini karena adanya komitmen pemerintah melalui pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang menjadi angin segar bagi industri perbankan syariah.
 
Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menyatakan bahwa perkembangan positif perbankan syariah ini juga sejalan dengan semakin besar minat masyarakat untuk memiliki rumah dengan memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) secara syariah.
 
"Bahkan pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan KPR Konvensional yang tumbuh single digit," jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tren positif KPR Syariah ini juga tercermin dari Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2019. Adapun 48 persen responden menyukai jenis pembiayaan berbasis KPR Syariah. Angka ini stabil dibandingkan dengan semester sebelumnya yang juga berada pada posisi 48 persen.
 
Berdasarkan Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2019, pembiayaan dengan KPR Syariah cenderung lebih diminati oleh kalangan muda. Sebanyak 56 persen responden yang berusia 22-29 tahun dan 50 persen responden yang berusia 30-39 tahun menyukai KPR Syariah dibandingkan KPR Konvensional.
 
Sedangkan responden dari generasi yang lebih tua cenderung lebih meminati KPR Konvensional. Sebanyak 60 persen responden berusia 40-49 tahun dan 68 persen responden berusia 50 tahun ke atas lebih menyukai KPR Konvensional.
 
Ike menjelaskan dalam dua tahun terakhir ini para responden survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index baru secara spesifik menyatakan produk pembiayaan KPR yang diminatinya khususnya KPR Syariah.
 
Fenomena ini bisa jadi sejalan dengan sentimen keagamaan yang cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir sehingga konsumen pun semakin banyak yang meminati produk pembiayaan syariah.
 
Pemimpin Divisi Pembiayaan Konsumer BNI Syariah Mohammad Samson menambahkan bahwa di 2020, pihaknya optimistis KPR Syariah akan tetap tumbuh double digit dengan pertimbangan masih tingginya backlog atau kebutuhan rumah di Indonesia.
 
Selain itu, adanya dukungan Pemerintah seperti adanya kebijakan pelonggaran rasio financing-to-value (FTV) yang akan mulai berlaku di Desember 2019, kebijakan penurunan suku bunga acuan BI, dan program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP)/Rumah subsidi.
 
"Pertumbuhan KPR syariah dipengaruhi potensi konsumen yang besar karena penduduk Indonesia mayoritas Muslim, semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk perbankan syariah, dan KPR syariah juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh umat, tidak hanya yang beragama Muslim. Selain itu, KPR syariah juga memiliki oleh fitur-fitur produk, program, tarif yang menarik dan kompetitif sehingga dapat bersaing dengan KPR Konvensional," ungkapnya.
 
Ike menambahkan tren KPR Syariah dan hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index bisa menjadi masukan yang luar biasa bagi industri perbankan dan kalangan pengembang hunian untuk melakukan inovasi dengan menghadirkan skema-skema pembiayaan syariah yang memberikan kemudahan bagi konsumen.
 
Misalnya dengan menyediakan skema pembiayaan yang menyesuaikan dengan gaya hidup generasi milenial dan Gen X yang cenderung untuk menginginkan kemudahan dalam hidupnya. Sehingga gaya hidup mereka yang menyukai traveling bisa tetap jalan tapi mereka juga bisa memiliki rumah
 
"Adanya berbagai kemudahan dalam kepemilikan rumah melalui berbagai skema pembiayaan ini diharapkan dapat memberikan percepatan pertumbuhan permintaan di sektor properti yang pada akhirnya dapat berimbas kepada pertumbuhan ekonomi secara nasional. Apalagi, kinerja sektor properti tahun depan diprediksi masih sangat menantang karena dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global," pungkas Ike.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif