Proses PMN Nontunai Perum Perumnas ditargetkan Juli. Foto: Kementerian PUPR
Proses PMN Nontunai Perum Perumnas ditargetkan Juli. Foto: Kementerian PUPR

Dapat PMN Nontunai, Perumnas Bisa Gunakan Lahan Kementerian Bangun Rumah

Rizkie Fauzian • 27 Juni 2022 21:39
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai adanya Penyertaan Modal Negara (PMN) Nontunai untuk Perum Perumnas sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pembangunan hunian untuk masyarakat sekaligus mendukung Program Sejuta Rumah. 
 
Untuk itu, Kementerian PUPR berharap Perum Perumnas dapat melakukan analisis lokasi pembangunan dan prospek pasar serta desain bangunan sehingga menarik masyarakat untuk menghuni Rusun yang akan dibangun.
 
Baca juga: Penjualan Turun, Perumnas Ajukan PNM Rp1,56 Triliun

"PMN Nontunai Perum Perumnas tentu akan mendorong Perumnas untuk lebih meningkatkan pembangunan rumah untuk masyarakat. Perum Perumnas ke depan dapat memanfaatkan lahan yang ada di Kementerian/ Lembaga serta yang termasuk dalam pengelolaan Kementerian Keuangan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam keterangan tertulis, Senin, 27 Juni 2022.
 
Menurut Iwan, peran Perum Perumnas dalam memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat sangat dibutuhkan. Selain itu, Perum Perumnas juga memiliki pengalaman dalam pengembangan kawasan sebagai lokasi hunian masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kerjasama antara Kementerian PUPR dengan Perum Perumnas dalam PMN Nontunai ini bisa berupa pemanfaatan lahan dari kementerian dan lahan miliki Perum Perumnas sendiri. Namun perlu adanya kepastian mengenai prospek pembangunan serta memerlukan persetujuan dari Menteri PUPR berdasarkan perencanaan dari Perum Perumnas," ujarnya. 
 
Baca juga: Per 31 Mei, Program Sejuta Rumah (PSR) Capai 278.725 Unit 

Iwan menambahkan, proses PMN Nontunai Perum Perumnas ini ditargetkan bisa selesai bulan Juni dan akan segera di sampaikan ke Menteri PUPR mengenai perkembangan di lapangan. Salah satu hal yang perlu menjadi bahan pertimbangan adalah lahan yang ada benar-benar clean and clear.
 
Selain itu dari juga memastikan bahwa lahan yang akan digunakan Perum Perumnas tidak ada rencana pemanfaatan oleh pihak internal Kementerian PUPR misalnya untuk pembangunan kantor baru maupun pengembangan unit kerja yang ada.
 
"Perum Perumnas perlu memberi pandangan dan berapa lokasi yang dibutuhkan serta analisis lokasi, kelompok sasaran serta prospek pengembangannya. Kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dalam PMN Nontunai Perum Perumnas ini," jelasnya.
 
Baca juga: Rusun ASN Kota Tual di Maluku Dibangun dengan Anggaran Rp24,8 Miliar

Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro menerangkan, pihaknya saat ini perlu perhatian dari seluruh pihak terkait kondisi bisnis, proyek serta keuangan. Apalagi Perumnas Perumnas juga mengalami pasang surut proyek akibat terdampak pandemi sehingga berpengaruh pada situasi bisnis dan proyek serta keuangan. 
 
"Kami sangat mengapresiasi adanya dukumgan dari berbagai pihak terkait PMN Nontunai ini. Hal itu juga bisa menjadi booster Perumnas untuk kembali membangun hunian bagi masyarakat sekaligus mendukung serta berkontribusi dalam Program Sejuta Rumah," ungkapnya. 

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif