Kawasan Digital Hub. Foto: Sinar Mas Land
Kawasan Digital Hub. Foto: Sinar Mas Land

Sinar Mas Terapkan Platform Berbasis Digital dalam Smart City

Rizkie Fauzian • 12 April 2022 21:48
Jakarta: Living Lab Sinar Mas Land dan NEC berkolaborasi untuk menerapkan Smart Digital Advertising (SDA) di dalam ekosistem smart city. Penerapan tersebut dimulai di sejumlah ruang publik sehingga nantinya diterapkan di seluruh proyek Sinar Mas Land. 
 
Smart Digital Advertising atau papan reklame digital pintar yang menggunakan teknologi perangkat lunak NEC FieldAnalyst ini diharapkan dapat mendisrupsi bisnis periklanan konvensional dalam perkembangan industri digital di Indonesia.
 
Pengembangan SDA memberi solusi untuk mengukur efektivitas iklan dan penargetan konsumennya. Brand atau perusahaan yang memanfaatkan iklan offline kerap kesulitan untuk menghitung efektifitas iklan karena kendala perhitungan jumlah target konsumen yang melihat iklan tersebut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dampaknya, iklan tersebut tidak dapat disesuaikan dengan target konsumen dengan demografis yang berbeda. Perangkat lunak FieldAnalyst dari NEC memberi solusi untuk kebutuhan tersebut dengan pelaporan data real-time tentang jumlah orang yang melihat dan hanya membayar tarif yang sesuai dengan jumlah tersebut.
 
"Dengan SDA, kami memperluas ruang lingkup konsep ke bisnis periklanan yang selama pandemi cukup kesulitan untuk menawarkan layanannya," kata Chief Transformation Officer Sinar Mas Land Mulyawan Gani dalam keterangan tertulis, Selasa, 12 April 2022.
 
Melalui Living Lab Sinar Mas Land, pihaknya ingin memanfaatkan sebanyak mungkin platform berbasis teknologi sebagai solusi untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada di masyarakat kota modern.”
 
Dalam implementasinya, SDA yang telah ada akan diintegrasikan dengan perangkat FieldAnalyst dari NEC untuk memanfaatkan informasi dari CCTV atau kamera lain secara real-time. 
 
Teknologi biometrik NEC kemudian akan mengenali wajah dan mengklasifikasikannya berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin. Wajah yang terdeteksi oleh sistem ini hanya digunakan untuk mengidentifikasi profil sesuai dengan kelompok pelanggan dan tidak akan ada informasi data pribadi yang disimpan. 
 
Berdasarkan identifikasi ini, SDA kemudian menampilkan iklan-iklan yang memiliki kecocokan target audiensi dengan profil orang tersebut.
 
"Berkolaborasi dengan Sinar Mas Land untuk penyebarluasan teknologi SDA terbaru ini merupakan hal yang sangat potensial bagi kami," kata Presiden Direktur NEC Indonesia Joji Yamamoto.
 
NEC adalah salah satu perusahaan pertama di dunia yang mengembangkan dan mengkomersialkan teknologi pengenalan wajah dengan akurasi tinggi bahkan saat menggunakan masker guna mengantisipasi penyebaran covid-19. 
 
Teknologi biometrik NEC dapat digunakan sebagai identitas digital, pembayaran digital berdasarkan pengenalan wajah, atau membuat kontrol akses yang aman dan lancar di seluruh properti Sinar Mas Land khususnya BSD City serta ekosistem bisnis digitalnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif