KEK ETKI Banten atau yang juga dikenal sebagai D-HUB SEZ memiliki luas sekitar 60 hektare. Foto: dhub-sez
KEK ETKI Banten atau yang juga dikenal sebagai D-HUB SEZ memiliki luas sekitar 60 hektare. Foto: dhub-sez

KEK ETKI Banten Bangun Ekosistem Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan

Rizkie Fauzian • 07 Maret 2026 09:34
Ringkasnya gini..
  • KEK ETKI Banten menargetkan pengembangan ekosistem riset dan inovasi untuk mendukung ekonomi berbasis pengetahuan.
  • Kawasan seluas 60 hektare ini berfokus pada sektor pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kesehatan.
  • KEK ETKI Banten di BSD City resmi dideklarasikan pada 7 Oktober 2024 sebagai KEK pertama di wilayah Jakarta Raya.
Jakarta: Kawasan KEK ETKI Banten yang berlokasi di BSD City resmi dideklarasikan pemerintah pada 7 Oktober 2024. Kawasan ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pertama di wilayah Jakarta Raya yang berfokus pada sektor pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kesehatan.
 
Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty Chandra, mengatakan kawasan tersebut dirancang untuk membangun ekosistem terintegrasi yang mendukung pengembangan sumber daya manusia serta riset dan inovasi di Indonesia.
 
“KEK ETKI Banten didesain tidak hanya untuk menarik investasi, tetapi juga membangun SDM unggul dan ekosistem berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi Indonesia menuju knowledge-based economy,” ujar Lindawaty.

Kawasan strategis seluas 60 hektare

KEK ETKI Banten atau yang juga dikenal sebagai D-HUB SEZ memiliki luas sekitar 60 hektare yang terbagi dalam dua area pengembangan. Area pertama mencakup sekitar 29 hektare, sementara area kedua seluas 31 hektare disiapkan untuk pengembangan pada tahap berikutnya.

Lokasi kawasan ini dinilai strategis karena berada di BSD City yang memiliki basis populasi besar dan terus berkembang.
 
Dalam radius 10 kilometer dari kawasan tersebut, terdapat sekitar 2,2 juta penduduk yang menjadi potensi pasar utama. Jumlah ini diproyeksikan meningkat hingga mencapai sekitar 4,5 juta jiwa dalam 30 tahun ke depan seiring dengan pengembangan wilayah BSD City.
 
Selain itu, kawasan ini juga terhubung dengan berbagai moda transportasi seperti KRL, bus umum, serta jaringan shuttle BSD. Akses kendaraan pribadi juga didukung oleh jaringan jalan utama dan tol yang menghubungkan kawasan dengan wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Fasilitas pendidikan, kesehatan, dan inovasi

Di dalam kawasan KEK ETKI Banten, sejumlah fasilitas telah dibangun untuk mendukung aktivitas pendidikan, riset, hingga layanan kesehatan.
 
Salah satunya adalah Biomedical Campus, yang menggabungkan ruang kantor premium di Knowledge Tower dan fasilitas medis di Science Tower. Kawasan ini dirancang untuk mendukung operasional perusahaan teknologi kesehatan serta riset medis dengan ruang sewa mulai dari 150 meter persegi. Saat ini, fasilitas tersebut telah selesai dibangun dan beroperasi penuh.
 
Selain itu, terdapat Medical Suites, fasilitas yang dirancang khusus untuk penyedia layanan kesehatan dengan standar medis tingkat lanjut, termasuk kepatuhan terhadap standar Bio Safety Level 2 (BSL-2). Struktur dua menara utama fasilitas ini ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2026 dengan target penyerahan pada September 2026.
 
Pengembangan lain di kawasan ini adalah Powell Commercial Units, ruang komersial yang dirancang untuk perusahaan inovatif dan pelaku usaha di sektor teknologi serta industri kreatif. Proyek ini saat ini berada pada tahap penyelesaian konstruksi dan pekerjaan fasad dengan target penyerahan pada April 2026.

Hadirkan institusi pendidikan dan layanan kesehatan

Sejumlah institusi pendidikan dan layanan kesehatan juga telah resmi beroperasi di kawasan KEK ETKI Banten.
 
Beberapa di antaranya adalah Monash University, Binus University, serta berbagai institusi di bidang kesehatan dan bioteknologi seperti Alpha IVF, Stemcord, dan sejumlah klinik medis internasional.
 
Kehadiran institusi-institusi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset dan pendidikan di dalam kawasan sekaligus menarik kolaborasi global.

Didukung insentif fiskal dan nonfiskal

Pengembangan KEK ETKI Banten juga didukung berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal yang diberikan pemerintah. Insentif fiskal diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 serta PMK 237/2020, sementara fasilitas nonfiskal mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1 Tahun 2023 dan Nomor 18 Tahun 2023.
 
Dengan dukungan tersebut, kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing nasional di bidang pendidikan, teknologi, dan layanan kesehatan.
 
Selain itu, keberadaan KEK ETKI Banten juga diharapkan dapat memperkuat pusat riset dan inovasi di dalam negeri sekaligus mengurangi aliran dana masyarakat Indonesia yang selama ini keluar negeri untuk pendidikan maupun layanan kesehatan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA