Kalimantan: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperbaiki 3000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Provinsi Kalimantan Utara melalui program padat karya perumahan swadaya (BSPS) atau bedah rumah.
"Melalui program ini pemerintahan meningkatkan kualitas rumah menjadi lebih layak huni meskipun di tengah pandemik," ungkap Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid beberapa waktu lalu.
Untuk program BSPS tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp52,5 miliar untuk lima Kabupten/Kota di Kalimantan Utara diantaranya Kota Tarakan, Kab Bulungan, Kab. Malinau, Kab. Nuunukan, Kab. Tana Tidung.
Direktur Rumah Swadaya Arsyad menjelaskan program BSPS di Kalimantan Utara tahun ini dibagi menjadi dua tahap, pertama sebanyak 1500 unit rumah telah selesai di alokasikan.
"Sisanya 1500 unit pembangunan fisiknya telah mencapai 93 persen dan ditargetkan dapat selesai Desember 2020," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 23 November 2020.
Arsyad menambahkan, walaupun kondisi cuaca di lokasi kurang mendukung, tim pelaksana program tetap mengutamakan struktur bangunan rumah layak huni di Provinsi Kalimantan Utara.
Jumlah bantuan yang diterima pada setiap RTLH sebesar Rp17,5 juta. Dana tersebut terdiri dari 15 juta untuk material bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan