Volume investasi properti di Asia Pasifik naik 30 persen. Foto: Shutterstock
Volume investasi properti di Asia Pasifik naik 30 persen. Foto: Shutterstock

Transaksi Properti di Asia Pasifik Capai Rp1.779 Triliun

Rizkie Fauzian • 17 November 2021 09:17
Jakarta: Volume investasi properti di Asia Pasifik terus meningkat pesat dalam sembilan bulan pertama tahun ini, atau naik 30 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020. 
 
Menurut data konsultan properti Jonas Lang LaSalle (JLL), transaksi properti di Asia Pasifik selama tahun berjalan (year-to-date) mencapai USD125 miliar atau sekira Rp1.779 triliun. 
 
Angka ini hanya kurang 6 persen dari volume transaksi pada 2019. Hal ini terjadi seiring meningkatnya investasi di sejumlah aset yang masih memberikan keuntungan, seperti perkantoran dan sektor logistik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data JLL bertajuk Capital Tracker Q32021, investasi pada kuartal III di Asia Pasifik meningkat 10 persen secara tahunan (year-on-year) mencapai USD39,5 miliar (Rp561 triliun). 
 
Namun volume transaksi turun 23 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter) seiring lonjakan kasus covid-19 di sejumlah negara yang berujung pada pembatasan aktivitas masyarakat.
 
Menurut CEO Capital Markets Asia Pacific JLL Stuart Crow, meskipun ketidakpastian masih berlangsung, interaksinya dengan klien menunjukkan daya tarik dan ketahanan pada sektor properti komersial Asia Pasifik. 
 
"Sepanjang tahun ini, minat investor di kawasan ini tetap tinggi seiring meningkatnya aliran modal dan volume transaksi yang mendekati level sebelum pandemi. Kami berharap ini akan berlanjut hingga kuartal keempat," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 November 2021. 
 
Pada kuartal III-2021, investasi di sektor perkantoran terus membaik dan mencapai 55 persen dari keseluruhan transaksi, hal ini didukung oleh stabilnya tingkat sewa dan hunian. 
 
Sejalan dengan itu, transaksi logistik terus meningkat dengan angka investasi pada 12 bulan terakhir mencapai USD43 miliar (Rp611 triliun), naik dari USD25 miliar (Rp355 triliun) pada 2019. 
 
JLL memperkirakan investasi logistik akan melonjak hingga USD50-60 miliar (Rp711 hingga Rp853 triliun) pada rentang 2023 hingga 2025. Hal tersebut didorong oleh permintaan, keuntungan yang menarik, serta rencana diversifikasi.
 
Investasi di sektor ritel dan perhotelan melemah seiring melambatnya pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19. JLL memproyeksikan volume investasi di sektor perhotelan akan melampaui USD7 miliar (Rp99,5 triliun) pada 2021, dan terus tumbuh menjadi USD9 miliar (Rp127 triliun) pada 2022.
 
Secara geografis, transaksi di Australia meningkat dua kali lipat secara tahunan berkat naiknya penjualan di sektor perkantoran dan industrial. Nilainya mencapai lebih dari USD6,3 miliar (Rp89,5 triliun) dalam bentuk investasi langsung. 
 
Di Jepang, transaksi naik menjadi USD11,8 miliar (Rp167 triliun) atau tumbuh 51 persen secara tahunan. Di Korea Selatan angkanya mencapai USD7 miliar (Rp99,5 triliun) atau naik 1 persen secara tahunan. 
 
Pertumbuhan di dua negara ini ditunjang oleh dana investasi real estate (REITs) dan manajer investasi. Sebaliknya, di China transaksi mencapai sekitar USD7,3 miliar (Rp103 triliun) atau turun 16 persen secara tahunan. 
 
Sementara di Singapura, transaksi turun 64 persen secara tahunan menjadi USD 1,1 miliar (Rp15,6 triliun) akibat tekanan pandemi covid-19.
 
Head of Capital Markets Research Asia Pacific JLL Regina Lim melihat realokasi portofolio sebagai tema utama hingga 2022 seiring persaingan ketat merebutkan aset-aset yang dapat memberikan keuntungan, seperti perkantoran dan logistik, serta sejumlah sektor khusus seperti pergudangan, perumahan dan pusat data. 
 
"Secara keseluruhan, sentimen investor tetap positif dan kami tetap memiliki pandangan yang sama bahwa volume investasi akan meningkat 15 persen hingga 20 persen pada 2021 dengan harapan terjadi pemulihan lebih lanjut pada 2022," jelasnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif