Salah satu proyek pembangunan jalan tol. Foto: MI/Pius Erlangga
Salah satu proyek pembangunan jalan tol. Foto: MI/Pius Erlangga

Kementerian PUPR Undang Investor Biayai 4 Ruas Tol

Properti investasi properti infrastruktur jalan tol Berita Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 21 November 2019 15:08
Jakarta: Pemerintah terus mendorong ketersediaan infrastruktur konektivitas dalam rangka mengurangi biaya logistik, memperlancar mobilitas serta meningkatkan daya saing bangsa. Pada periode lima tahun ke depan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan baru sepanjang 3.000 kilometer (km) dan jalan tol sepanjang 2.500 km.
 
Sementara tantangan terbesar pembangunan jalan tol adalah pembiayaan infrastruktur. Kemampuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020-2024 diproyeksikan hanya mampu memenuhi 30 persen atau sekitar Rp623 triliun dari total kebutuhan anggaran untuk penyediaan infrastruktur sebesar Rp2.058 triliun.
 
Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, sebagai langkah untuk menutupi gap pendanaan non-APBN sebesar 70 persen atau Rp1.435 triliun, Kementerian PUPR mendorong inovasi pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui skema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keterlibatan badan usaha melalui skema KPBU akan menghasilkan daya ungkit/leverage dari hasil investasinya, sehingga keuntungan dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur lainnya," ungkapnya di Kementerian PUPR, Kamis, 21 November 2019.
 
Menurutnya Basuki, melalui skema KPBU, Pemerintah memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan di antaranya dukungan Viability Gap Funding (VGF) berupa jaminan maupun dukungan pendanaan APBN untuk pembangunan sebagian konstruksi jalan tol sehingga meningkatkan kelayakan finansial suatu ruas tol.
 
Kementerian PUPR menggelar acara penjajakan minat pasar (market sounding) melalui skema KPBU untuk empat ruas jalan tol sepanjang 403 km yakni pertama jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo (93,14 km) dengan biaya Rp25,58 triliun.
 
Kedua, jalan tol Yogyakarta-Bawen (76,36 km) dengan biaya Rp13,38 triliun, ketiga jalan tol Gedebage Tasikmalaya-Cilacap (206,65 km) biaya sebesar Rp57,594 triliun dan keempat jalan tol Makasar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata) sepanjang 48,12 km dengan biaya Rp9,41 triliun.
 
Pembangunan jalan tol memiliki peran penting sebagai "backbone" dalam konektivitas antarwilayah dan efisiensi biaya logistik di Indonesia. Oleh karena itu, penyelenggaraan market sounding ini sangat penting dalam mendukung pengembangan jalan tol di Indonesia.
 
Setelah terselenggaranya acara ini, Kementerian PUPR akan senantiasa berupaya menjalin komunikasi dengan para investor dan stakeholder lain dalam bentuk penyampaian perkembangan terkini mengenai persiapan keempat proyek tersebut hingga pada tahap prakualifikasi nanti.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif