Omnibus Law diyakini akan memberi dampak positif bagi industri properti. Foto: Shutterstock
Omnibus Law diyakini akan memberi dampak positif bagi industri properti. Foto: Shutterstock

Omnibus Law Diprediksi Kerek Penjualan Properti

Properti perizinan bisnis properti Omnibus Law Izin Mendirikan Bangunan
Rizkie Fauzian • 30 Januari 2020 10:34
Jakarta: Rancangan Undang-Undang Omnibus Law diyakini akan memberi dampak positif bagi industri properti. Apalagi UU tersebut akan memberi kemudahan dari sisi proses perizinan lokasi, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hingga ketenagakerjaan.
 
Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyampaikan permintaan sektor properti diyakini akan terus tumbuh dengan adanya Omnibus Law. Hal ini tentunya akan menaikkan pendapatan para pengembang properti.
 
"Secara keseluruhan Omnibus Law ini akan banyak menguntungkan pengusaha properti. Terlebih lagi dari beberapa perusahaan properti seperti Lippo Karawaci yang telah memiliki aset sebesar Rp56, 8 triliun dan tengah mengerjakan beberapa proyek," ujar Lanjar saat dihubungi media, Rabu, 29 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lanjar melanjutkan, Omnibus Law mutlak karena memang banyak regulasi yang menekan pengusaha termasuk sektor properti yang perlu banyak perizinan. Padahal Indonesia masih ada persoalan ketimpangan akses terhadap rumah.
 
"Adanya Omnibus Law dari pemerintah memang untuk mengakomondasi kinerja dari beberapa undang-undang yang dinilai butuh revisi. Permintaan properti diperkirakan memang cukup positif, suku bunga yang terus ditahan pada zona rendah akan meningkatkan minat konsumen untuk melakukan KPR sebelum suku bunga kembali naik. Tentu, ini juga positif buat Lippo Karawaci," ujar Lanjar.
 
Menurutnya, perampingan aturan yang menghambat investasi asing melalui undang-undang omnibus (Omnibus Law) merupakan sebuah game changer. Kehadirannya berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
 
"Apalagi, saat ini peningkatan dalam penjualan properti sedang berlangsung. Perusahaan real estate Tanah Air akan mendapatkan banyak manfaat dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah Presiden Jokowi selama lima tahun terakhir," jelasnya.
 
Selain itu, situasi makro Indonesia pada 2020 diprediksi lebih baik sehingga ini merupakan momentum yang sempurna untuk bisnis properti. Dirinya meyakini RUU Omnibus tentang penciptaan lapangan kerja dan pajak.
 
"Ini juga berpotensi dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi dari sekitar lima persen saat ini. Juga, dua omnibus law tersebut akan membantu mengurangi pengangguran di Indonesia," ungkapnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif