Pengusaha properti risau terhadap rencana pengesahan RUU Pertanahan. (Ilustrasi: Shutterstock)
Pengusaha properti risau terhadap rencana pengesahan RUU Pertanahan. (Ilustrasi: Shutterstock)

RUU Pertanahan Bikin Pengusaha Properti Risau

Properti pertanahan pajak progresif tanah
Desi Angriani • 18 September 2019 19:56
Jakarta: Pengusaha properti risau terhadap rencana pengesahan RUU Pertanahan. Pasalnya, terdapat rencana penerapan pajak progresif bagi pemilik lahan lebih dari satu bidang di dalam draf RUU pertanahan itu.
 
"Cukup merisaukan para pelaku dunia usaha di sektor ini. Salah satu tantangan berat yang akan dihadapi pengembang adalah rencana penerapan pajak progresif bagi pemilik lahan lebih dari satu bidang," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Properti Hendro S. Gondokusumo dalam Rakor Nasional Bidang Properti di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Rabu, 18 September 2019.
 
Hendro menyebut penerapan pajak progresif memang bertujuan agar penggunaan lahan dapat menjadi maksimal. Namun aturan yang belum disosialisasikan tersebut menjadi kontraproduktif karena menimbulkan aneka penafsiran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Aturannya belum disosialisasikan dan masih dalam pembahasan justru menjadi kontraproduktif karena menimbulkan aneka penafsiran sehingga menimbulkan ketidakpastian yang tidak perlu,” tambah Hendro.
 
Karena itu, Kadin Indonesia Bidang Properti bersama sejumlah organisasi dan asosiasi yang bergerak di bidang properti menyoroti sejumlah pasal dan aturan yang ada di dalam RUU Pertanahan tersebut. Kajian mendalam dan masukan terkait revisi RUU Pertanahan itu sudah disampaikan ke pemerintah.
 
"Kami juga menyampaikan apresiasi atas dikeluarkannya beberapa aturan Kementerian PUPR agar industri properti menjadi semakin baik," pungkasnya.
 
Pajak progresif adalah tarif pemungutan pajak dengan persentase yang naik dengan semakin besarnya jumlah yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak.
 
Kenaikan persentase untuk setiap jumlah tertentu setiap kali naik. Di Indonesia, pajak progresif diterapkan pada pajak penghasilan untuk wajib pajak orang pribadi.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif