Rumah Panggung Woloan di Tomohon, Sulawesi Utara
Rumah Panggung Woloan di Tomohon, Sulawesi Utara

Filosofi Rumah Panggung Woloan dari Sisi Arsitektur hingga Ekonomi

Rizkie Fauzian • 29 Oktober 2021 18:51
Jakarta: Daerah bernama Woloan, Tomohon, Sulawesi Utara dikenal sebagai penghasil rumah panggung. Rumah panggung Woloan tersebut awalnya adalah rumah yang menempel pada pohon.
 
Dalam penelitian Dr. WR Van Hoevell pada 1850, seiring berjalannya waktu rumah panggung tersebut berubah menjadi rumah panjang, kemudian rumah adat Minahasa berbentuk panggung. 
 
Rumah panggung terdiri dari dua jenis, yaitu berpilar batu (Wale Weiwangin) dan berpilar balok kayu (Wale Meito’tol). Kedua jenis inilah yang menjadi model rumah minahasa yang diperjual-belikan di Desa Woloan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut peneliti dan budayawan Minahasa, Dr. Paul Ricardo Renwarin, rumah panggung ini memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Minahasa karena mengandung kearifan lokal yang melekat dalam bangunannya.
 
"Memang benar bangunan rumah itu bercorak material-fisik-benda mati. Tetapi di tangan manusia (para tukang) diolah dan ditata menjadi hidup (living house)," katanya dalam seminar nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Dosen Katolik Indonesia (IKDKI), Kawanua Katolik (Kawkat) dan Pemerintah Kota Tomohon Sulawesi Utara,Kamis, 28 Oktober 2021. 
 
Dirinya menjelaskan terkait filosofi rumah hidup (living house) yakni dari perlakuan khusus para tukang, baik lewat tindakan, kata-kata ungkapan, doa, simbol-simbol selama dalam proses membangun atau mendirikan rumah. 
 
"Penting untuk memahami alur pembangunan rumah, sejak batu pertama sampai penggunaan rumah tersebut untuk dihuni atau istilah orang Minahasa adalah acara naik rumah baru," jelasnya.  
 
Dr. Krismanto Kusbiantoro melihat rumah panggung Woloan dalam perspektif penguatan arsitektur tradisional nusantara. Dari sisi arsitektur, rumah bisa dilihat dari dua dimensi yakni rumah sebagai tempat bernaung dan sebagai tempat berlindung. 
 
Krismanto menjelaskan bahwa dalam kasus arsitektur vernakular Asia Tenggara yang memiliki iklim panas disertai dengan curah hujan dan kelembaban yang tinggi maka pola yang logis adalah pola shelter/bernaung yang artinya memiliki bukaan yang besar untuk udara mengalir, cahaya matahari masuk ke dalam ruang dan atap yang lebar dan besar untuk menahan curah hujan yang tinggi. 
 
"Tujuh fitur umum hunian tradisional di Asia Tenggara yakni hunian tripartite, berlantai dengan berbagai ketinggian, atap yang condong keluar, hiasan pada wuwung, atap yang melengkung seperti sadel kuda dan treatment berbeda kayu antara akar dan pucuk," ungkapnya. 
 
Untuk arsitek rumah panggung Woloan merupakan Huniatan Tirpartite karena ada kaki berupa tiang panggung dengan kolongnya, badan rumah berupa dinding dengan jendela dan pintu serta kepala berupa atap pelana. 
 
"Rumah panggung Woloan memiliki berbagai ketinggian yang disesuaikan pada area tertentu seperti teras kamar mandi yang lebih rendah," ujarnya.
 
Anton J Supit menambahkan, seberapa besar pengaruh industri Rumah Panggung Woloan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal dan bagaimana rumah yang tidak dijual bisa menjadi daya tarik destinasi wisata.
 
"Sebagai pengusaha, saya melihat bahwa untuk menaikkan nilai jual ataupun nilai wisata maka dibutuhkan sentuhan-sentuhan arsitektur modern tanpa harus meninggalkan unsur local wisdom," ujarnya.
 
Walikota Kota Tomohon Caroll Senduk yang hadir langsung dalam Webinar ini sangat mengapresiasi program Dosen Membangun Desa ini. 
 
Ketua Umum IKDKI dan Kawkat Agustinus Purna Irawan berharap ke depannya untuk pengembangan Rumah Panggung Woloan dan memberikan dampak positif, ekonomi dan sosial budaya khususnya bagi masyarakat lokal. 
 
"Di tengah arus modernisasi ini, kearifan lokal dan budaya nasional, perlu terus dilestarikan, dipelajari dan dikembangkan menjadi keunggulan nasional. Banyak filosofi yang terkandung di dalam budaya nasional, yang dapat menjadi penguat dan pemersatu bangsa," katanya.
 
IKDKI sebagai organisasi para Dosen Katolik membawa nilai mumpuni dan melayani akan terus berkontribusi dalam pengembangan budaya nasional dan kearifan lokal melalui berbagai kegiatan akademik, penelitian, publikasi dan pengabdian kepada masyarakat.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif