NEWS
Astra Property Tambah Portofolio Gudang, Terisi 100 Persen
Rizkie Fauzian
Senin 21 September 2026 / 23:35
- MMP menyelesaikan pembangunan Blok H Warehouse di kawasan industri MM2100, Cibitung, dengan area sewa 17.982 meter persegi.
- Fasilitas pergudangan tersebut langsung beroperasi dengan tingkat okupansi 100 persen dan tenant dari sektor online retail.
- MMP saat ini mengelola 16 fasilitas pergudangan di Jabodetabek dan Surabaya dengan total net leasable area lebih dari 600.000 meter persegi.
Jakarta: PT Mega Manunggal Property Tbk (MMP), bagian dari Astra Property, menyelesaikan pembangunan MMP Cibitung Blok H Warehouse di kawasan industri MM2100, Cibitung, Bekasi. Fasilitas pergudangan tersebut mulai beroperasi pada September 2026 dengan tingkat okupansi mencapai 100 persen.
Blok H Warehouse memiliki area sewa sekitar 17.982 meter persegi dan dikembangkan sebagai fasilitas multi-tenant warehouse. Fasilitas ini telah selesai dibangun lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.
Presiden Direktur PT Mega Manunggal Property Tbk Max Sunarcia mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari pengembangan portofolio properti industri dan logistik perusahaan.
“Kehadiran Blok H Warehouse merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan solusi pergudangan yang dapat mendukung kebutuhan bisnis yang semakin beragam. Kami melihat bahwa fasilitas logistik memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasional dan distribusi,” ujar Max dalam keterangan tertulis, Senin, 21 September 2026.
Tingkat okupansi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan ruang pergudangan di kawasan Cibitung, terutama dari pelaku usaha yang menjalankan aktivitas penyimpanan dan distribusi.
Dari sisi lokasi, fasilitas ini berada di kawasan industri MM2100 dan berjarak sekitar 6 kilometer dari pintu Tol Jakarta-Cikampek. Akses tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung mobilitas barang dari dan menuju kawasan pergudangan.
Blok H Warehouse memiliki clear height hingga 12 meter dan floor loading capacity hingga 3 ton per meter persegi. Fasilitas tersebut juga menggunakan desain I-shape dan lantai flat floor untuk mendukung pemanfaatan ruang pergudangan.
Sebagai fasilitas multi-tenant, area pergudangan dapat digunakan oleh pelaku usaha dengan kebutuhan ruang yang berbeda sesuai skala operasionalnya.
MMP sebelumnya juga telah memiliki sejumlah fasilitas pergudangan di kawasan Cibitung. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari ekspansi perusahaan ke sektor properti industri dan logistik.
Selain Blok H Warehouse, MMP tengah mengembangkan Cibinong Logistics Hub yang ditargetkan selesai pada 2027. Proyek tersebut dikembangkan di atas lahan sekitar 8,5 hektare dengan total net leasable area sekitar 77.000 meter persegi.
Cibinong Logistics Hub dirancang dengan kapasitas lantai hingga 3 ton per meter persegi dan akses untuk truk kontainer hingga 40 kaki.
Pengembangan fasilitas pergudangan tersebut menjadi bagian dari diversifikasi portofolio Astra Property ke sektor properti industri. Selain properti industri, portofolio perusahaan juga mencakup sektor residential dan commercial.
Hingga akhir 2025, aset yang dikelola MMP mencatat tingkat okupansi sebesar 96 persen.
“Kami melihat sektor infrastruktur industri dan logistik sebagai salah satu bagian penting dalam pengembangan portofolio Astra Property ke depan. Melalui MMP, kami tidak hanya menghadirkan aset pergudangan, tetapi juga berupaya membangun ekosistem properti yang dapat mendukung kebutuhan bisnis secara berkelanjutan,” kata Max.
(KIE)
Blok H Warehouse memiliki area sewa sekitar 17.982 meter persegi dan dikembangkan sebagai fasilitas multi-tenant warehouse. Fasilitas ini telah selesai dibangun lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.
Presiden Direktur PT Mega Manunggal Property Tbk Max Sunarcia mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari pengembangan portofolio properti industri dan logistik perusahaan.
“Kehadiran Blok H Warehouse merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan solusi pergudangan yang dapat mendukung kebutuhan bisnis yang semakin beragam. Kami melihat bahwa fasilitas logistik memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasional dan distribusi,” ujar Max dalam keterangan tertulis, Senin, 21 September 2026.
Okupansi Penuh dari Sektor Online Retail
Blok H Warehouse telah terisi sepenuhnya sejak mulai beroperasi. Tenant yang menggunakan fasilitas tersebut berasal dari sektor online retail, yang membutuhkan ruang untuk mendukung aktivitas penyimpanan dan distribusi barang.Tingkat okupansi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan ruang pergudangan di kawasan Cibitung, terutama dari pelaku usaha yang menjalankan aktivitas penyimpanan dan distribusi.
Dari sisi lokasi, fasilitas ini berada di kawasan industri MM2100 dan berjarak sekitar 6 kilometer dari pintu Tol Jakarta-Cikampek. Akses tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung mobilitas barang dari dan menuju kawasan pergudangan.
Blok H Warehouse memiliki clear height hingga 12 meter dan floor loading capacity hingga 3 ton per meter persegi. Fasilitas tersebut juga menggunakan desain I-shape dan lantai flat floor untuk mendukung pemanfaatan ruang pergudangan.
Sebagai fasilitas multi-tenant, area pergudangan dapat digunakan oleh pelaku usaha dengan kebutuhan ruang yang berbeda sesuai skala operasionalnya.
Portofolio Pergudangan MMP
Dengan selesainya Blok H Warehouse, MMP menambah portofolio fasilitas pergudangan yang dikelolanya. Astra Property melalui MMP saat ini memiliki 16 fasilitas pergudangan yang tersebar di Jabodetabek dan Surabaya dengan total net leasable area lebih dari 600.000 meter persegi.MMP sebelumnya juga telah memiliki sejumlah fasilitas pergudangan di kawasan Cibitung. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari ekspansi perusahaan ke sektor properti industri dan logistik.
Selain Blok H Warehouse, MMP tengah mengembangkan Cibinong Logistics Hub yang ditargetkan selesai pada 2027. Proyek tersebut dikembangkan di atas lahan sekitar 8,5 hektare dengan total net leasable area sekitar 77.000 meter persegi.
Cibinong Logistics Hub dirancang dengan kapasitas lantai hingga 3 ton per meter persegi dan akses untuk truk kontainer hingga 40 kaki.
Pengembangan fasilitas pergudangan tersebut menjadi bagian dari diversifikasi portofolio Astra Property ke sektor properti industri. Selain properti industri, portofolio perusahaan juga mencakup sektor residential dan commercial.
Hingga akhir 2025, aset yang dikelola MMP mencatat tingkat okupansi sebesar 96 persen.
“Kami melihat sektor infrastruktur industri dan logistik sebagai salah satu bagian penting dalam pengembangan portofolio Astra Property ke depan. Melalui MMP, kami tidak hanya menghadirkan aset pergudangan, tetapi juga berupaya membangun ekosistem properti yang dapat mendukung kebutuhan bisnis secara berkelanjutan,” kata Max.
(KIE)