Sebanyak 826.500 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah selama 2021. Foto: Kementerian PUPR
Sebanyak 826.500 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah selama 2021. Foto: Kementerian PUPR

826.500 Rumah Dibangun bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah selama 2021

Properti Perumahan Program Sejuta Rumah Penyediaan Rumah Kementerian PUPR Perumahan bersubsidi
Rizkie Fauzian • 19 Januari 2022 21:25
Jakarta: Realisasi Program Sejuta Rumah tembus 1.105.707 unit rumah di seluruh Indonesia selama 2021. Dari capaian tersebut, 826.500 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 279.207 unit rumah nonMBR. 
 
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, adapun rincian capaian rumah MBR terdiri dari hasil pembangunan rumah yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR sebanyak 341.868 unit.
 
Selanjutnya Kementerian/Lembaga lainnya 3.080 unit, pemerintah daerah 43.933 unit, pengembang perumahan 419.745 unit, CSR Perumahan 2.270 unit dan masyarakat 15.604 unit.
 
Sedangkan rumah untuk nonMBR berasal dari hasil pembangunan rumah yang dilaksanakan oleh pengembang perumahan sebanyak 244.010 unit dan masyarakat sebanyak 35.197 unit. 
 
"Persentase rumah MBR adalah 75 persen dan sisanya 25 persen merupakan rumah nonMBR. Kami harap hasil pembangunan rumah ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekaligus mengurangi angka backlog perumahan di Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 19 Januari 2022. 
 
Sejak dicanangkan mulai tahun 2015 hingga saat ini jumlah hasil pembangunan rumah di Indonesia terus meningkat. 
 
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan mencatat angka capaian Program Sejuta Rumah pada 2015 sebanyak 699.770 unit, pada 2016 sebanyak 805.169 unit, 2017 sebanyak 904.758 unit. 
 
Selanjutnya pada 2018, Program Sejuta Rumah mencapai 1.132.621 unit, 2019 1.257.852 unit dan 2020 lalu saat pandemi covid-19 melanda jumlahnya sekitar 965.217 unit rumah. 
 
Diharapkan dengan terus berjalannya Program Sejuta Rumah dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi. Sektor properti dapat menjadi salah satu leading sektor karena memiliki multiplier effect yang besar dalam menggerakan lebih dari 140 industri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misaknya industri material bahan bangunan, genteng, semen, paku, besi, kayu, dan lainnya, sehingga akan mempengaruhi produktivitas masyarakat. 
 
Adanya rumah yang layak huni baik dari sisi kontruksi bangunan dan penataan lingkungan melalui Program Sejuta Rumah juga diharapkan dapat menjaga kesehatan masyarakat.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif