Relaksasi properti tingkatkan penjualan rumah. Ilustrasi: Shutterstock
Relaksasi properti tingkatkan penjualan rumah. Ilustrasi: Shutterstock

Relaksasi Properti Tingkatkan Penjualan di Masa Pandemi

Properti kpr rumah tapak hunian dp 0% PPN rumah Rumah DP 0% Rumah bebas PPN
Antara • 09 Maret 2021 21:10
Bandarlampung: Real Estate Indonesia (REI) Lampung optimistis adanya relaksasi di bidang properti dapat meningkatkan penjualan properti Lampung di masa pandemi covid-19.
 
"Kita apresiasi adanya relaksasi di bidang properti seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai dan relaksasi pembiayaan properti hingga nol persen," ujar Ketua REI Lampung Djoko Santoso, di Bandarlampung, Selasa, 9 Maret 2021.
 
Dia menjelaskan dengan adanya sejumlah kebijakan relaksasi oleh pemerintah dapat mempermudah dan meringankan beban masyarakat untuk memiliki hunian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami optimistis adanya relaksasi di sektor properti dapat meningkatkan penjualan properti serta mempermudah masyarakat untuk memiliki hunian," katanya.
 
Ia menjelaskan selama pandemi covid-19 sektor properti menjadi salah satu yang cukup terdampak dengan penurunan pembelian 70 hingga 80 persen.
 
"Pada 2020 kemarin tercatat penurunan pembelian properti 70 hingga 80 persen, namun ini merupakan lintasan peristiwa yang harus dijalani serta tidak dapat dicegah sebab banyak pula sektor yang terdampak pandemi covid-19," ucapnya.
 
Dia mengatakan adanya relaksasi di sektor properti diharapkan dapat memberi peluang bagi pelaku usaha dalam mengembangkan produk baru setelah terbentuknya sentimen positif di tengah masyarakat.
 
"Bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian, sebaiknya memanfaatkan momen ini sebab pemerintah telah memberikan beragam kemudahan dalam hal pembiayaan kredit ataupun pajak," ujarnya lagi.
 
Menurutnya, dengan adanya relaksasi di sektor properti diharapkan terjadi pula relaksasi di sektor lain untuk menunjang pemulihan perekonomian.
 
"Harapannya tidak hanya sektor properti dan otomotif, namun di sektor lain pun bisa mendapatkan relaksasi. Lalu semua stakeholder pun harus ikut serta menyukseskan program ini guna memulihkan perekonomian di tengah pandemi covid-19," katanya.
 
Sebelumnya relaksasi sektor properti diberikan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK.010/2021 yang menyatakan PPN untuk rumah dengan harga jual hingga Rp2 miliar dibebaskan 100 persen dan untuk harga jual Rp2 miliar hingga Rp5 miliar dikenakan 50 persen.
 
Serta Bank Indonesia memberi pelonggaran ketentuan loan to value (LTV) dan financing to value (FTV) hingga 100 persen.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif