NEWS
Penataan Storage Bantu Rumah Beradaptasi dengan Kebutuhan Penghuni
Rizkie Fauzian
Selasa 28 Juli 2026 / 18:58
- IKEA Indonesia menilai kebutuhan ruang yang bertambah tidak selalu harus diatasi dengan memperluas rumah.
- Penataan storage yang tepat serta kebiasaan decluttering dinilai mampu membuat rumah tetap rapi, nyaman, dan mengikuti perubahan kebutuhan penghuni.
- Dengan penataan storage yang tepat serta kebiasaan decluttering secara berkala, rumah berukuran terbatas pun tetap dapat terasa rapi, nyaman, dan fungsional.
Jakarta: Bertambahnya anggota keluarga sering kali membuat kebutuhan ruang di dalam rumah ikut meningkat. Namun, kondisi tersebut tidak selalu harus diatasi dengan memperluas bangunan atau pindah ke rumah yang lebih besar.
Public Relations Manager IKEA Indonesia, Ririn Basuki, mengatakan hasil pengamatan yang dilakukan IKEA selama bertahun-tahun menunjukkan banyak orang sebenarnya membutuhkan rumah yang mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan penghuninya, bukan sekadar memiliki ukuran yang lebih luas.
"Selama bertahun-tahun dari pengamatan yang kita lakukan, ada satu pola yang kita temukan. Banyak orang sebenarnya tidak membutuhkan rumah yang lebih besar, tetapi bagaimana rumah tersebut bisa mengikuti perubahan yang terjadi sesuai fase kehidupan penghuninya," kata Ririn dalam acara Press Event IKEA di Tangerang, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurutnya, kebutuhan ruang akan terus berubah seiring perjalanan hidup seseorang, mulai dari tinggal sendiri, menikah, hingga memiliki anak. Perubahan tersebut membuat fungsi setiap ruangan perlu disesuaikan meski luas rumah tetap sama.
Karena itu, IKEA menghadirkan kampanye "Luangkan Ruang" yang mengajak masyarakat menata kembali fungsi ruang di rumah agar lebih sesuai dengan aktivitas sehari-hari.
Ririn menjelaskan kampanye tersebut bukan bertujuan mendorong masyarakat membuang sebanyak mungkin barang agar rumah terasa lapang. Sebaliknya, IKEA ingin mengajak penghuni rumah melihat kembali aktivitas yang dilakukan di setiap ruang dan mencari solusi penyimpanan yang sesuai.
"Ruang-ruang ini bukan untuk buang barang dari rumah biar rumahnya lapang. Tetapi kita ingin mengajak melihat hal-hal yang lebih esensial, kira-kira apa yang bisa kita lakukan di rumah, solusi apa yang bisa dilakukan agar rumah bisa beradaptasi dengan kebutuhan kita," ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah mengoptimalkan storage atau ruang penyimpanan sesuai kebiasaan masing-masing penghuni. Sebab, setiap rumah memiliki kebutuhan yang berbeda meskipun ukuran ruangnya sama.
Sebagai contoh, kamar berukuran 3 x 3 meter dapat memiliki tata letak dan kebutuhan penyimpanan yang berbeda, tergantung pada pekerjaan, hobi, dan aktivitas penggunanya.
Sementara itu, Interior Design Leader IKEA Indonesia, Alfinda Krista Rahardyana, mengatakan kebiasaan memilah barang atau decluttering juga perlu dilakukan secara rutin agar rumah tidak dipenuhi barang yang sudah tidak digunakan.
Menurutnya, setiap kali ada barang baru yang masuk ke rumah, sebaiknya ada barang lama yang dikeluarkan. Barang yang masih layak pakai dapat disumbangkan, diberikan kepada keluarga, atau dimanfaatkan kembali sebagai elemen dekorasi apabila masih memiliki nilai sentimental.
Alfinda menilai rumah yang nyaman bukan ditentukan oleh luas bangunan, melainkan kemampuan setiap ruang untuk mengikuti perubahan aktivitas dan kebutuhan penghuninya dari waktu ke waktu.
Dengan penataan storage yang tepat serta kebiasaan decluttering secara berkala, rumah berukuran terbatas pun tetap dapat terasa rapi, nyaman, dan fungsional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
Public Relations Manager IKEA Indonesia, Ririn Basuki, mengatakan hasil pengamatan yang dilakukan IKEA selama bertahun-tahun menunjukkan banyak orang sebenarnya membutuhkan rumah yang mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan penghuninya, bukan sekadar memiliki ukuran yang lebih luas.
"Selama bertahun-tahun dari pengamatan yang kita lakukan, ada satu pola yang kita temukan. Banyak orang sebenarnya tidak membutuhkan rumah yang lebih besar, tetapi bagaimana rumah tersebut bisa mengikuti perubahan yang terjadi sesuai fase kehidupan penghuninya," kata Ririn dalam acara Press Event IKEA di Tangerang, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurutnya, kebutuhan ruang akan terus berubah seiring perjalanan hidup seseorang, mulai dari tinggal sendiri, menikah, hingga memiliki anak. Perubahan tersebut membuat fungsi setiap ruangan perlu disesuaikan meski luas rumah tetap sama.
Karena itu, IKEA menghadirkan kampanye "Luangkan Ruang" yang mengajak masyarakat menata kembali fungsi ruang di rumah agar lebih sesuai dengan aktivitas sehari-hari.
Ririn menjelaskan kampanye tersebut bukan bertujuan mendorong masyarakat membuang sebanyak mungkin barang agar rumah terasa lapang. Sebaliknya, IKEA ingin mengajak penghuni rumah melihat kembali aktivitas yang dilakukan di setiap ruang dan mencari solusi penyimpanan yang sesuai.
"Ruang-ruang ini bukan untuk buang barang dari rumah biar rumahnya lapang. Tetapi kita ingin mengajak melihat hal-hal yang lebih esensial, kira-kira apa yang bisa kita lakukan di rumah, solusi apa yang bisa dilakukan agar rumah bisa beradaptasi dengan kebutuhan kita," ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah mengoptimalkan storage atau ruang penyimpanan sesuai kebiasaan masing-masing penghuni. Sebab, setiap rumah memiliki kebutuhan yang berbeda meskipun ukuran ruangnya sama.
Sebagai contoh, kamar berukuran 3 x 3 meter dapat memiliki tata letak dan kebutuhan penyimpanan yang berbeda, tergantung pada pekerjaan, hobi, dan aktivitas penggunanya.
Sementara itu, Interior Design Leader IKEA Indonesia, Alfinda Krista Rahardyana, mengatakan kebiasaan memilah barang atau decluttering juga perlu dilakukan secara rutin agar rumah tidak dipenuhi barang yang sudah tidak digunakan.
Menurutnya, setiap kali ada barang baru yang masuk ke rumah, sebaiknya ada barang lama yang dikeluarkan. Barang yang masih layak pakai dapat disumbangkan, diberikan kepada keluarga, atau dimanfaatkan kembali sebagai elemen dekorasi apabila masih memiliki nilai sentimental.
Alfinda menilai rumah yang nyaman bukan ditentukan oleh luas bangunan, melainkan kemampuan setiap ruang untuk mengikuti perubahan aktivitas dan kebutuhan penghuninya dari waktu ke waktu.
Dengan penataan storage yang tepat serta kebiasaan decluttering secara berkala, rumah berukuran terbatas pun tetap dapat terasa rapi, nyaman, dan fungsional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)