Rekontruksi & Rehabilitasi Palu Libatkan Ulama
Abdullah (64) terpekur di atas 'rumahnya' di Petobo yang terbenam lumpur likuefaksi. Sebagian besar warga mengaku tidak mau lagi bermukim di tempat tinggal lamanya. Antara Foto/M Hamzah
Nusa Dua: Kawasan pemukiman di Palu yang terdampak fenomena likuefaksi rencananya dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) dan warganya direlokasi. Ulama setempat akan dilibatkan mulai tahap persiapan hingga realisasi proyek bagian dari rekontruksi dan rehabilitasi pasca-gempa tersebut.

"Kemarin kita bertemu sebentar dengan ulama yang ada pesantrennya di sana. Kita pendekatan dahulu, karena relokasi pasti yang merasakan langsung masyarakat," ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, di sela IMF-WB Annual Meeting 2018 , Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).


Hasil sementara analisa, pemukiman di Kelurahan Petobo dan Balaroa tidak lagi layak ditinggali. Likuefaksi yang merupakan fenomena 'mencair' dan hilangkan daya dukung lahan telah mengubah total struktur lahan.


Keadaan kampung Petobo setelah terjadinya likuefaksi dampak gempa magnitudo 7,4 yang mengguncang Palu pada 28 September 2018. Antara Foto/M Adimaja

Rencananya di kawasan terdampak paling parah likuefaksi tersebut akan dijadikan RTH berupa taman peringatan gempa. Demikian juga untuk Jono Oge di Sigi yang terdampak likuefaksi walau tidak separah Petobo dan Balaroa.

"Iya akan dibangun memorial park, tapi masih mentah rencananya. Kita lihat dan diskusikan dahulu luas hektarenya dan mau diapakan," sambung Basuki.

baca juga: Lima lokasi calon relokasi korban gempa Palu

Perencanaan proyek rekontruksi dan rehabilitasi disusun Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Kementerian ATR, Kementerian PUPR dan Badan Geologi Kementerian ESDM. Sedangkan pelaksaannya menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR.  

"Pelaksananya di lapangan Kementerian PUPR. Itu ada investasinya, rekonstruksi dan rehabilitasi Kementerian PUPR, dan darurat BNPB," katanya.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id