Artotel Group Magelang dirancang dengan pendekatan arsitektur yang mendukung efisiensi energi. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
Artotel Group Magelang dirancang dengan pendekatan arsitektur yang mendukung efisiensi energi. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian

Wellness Tourism dan Hotel Berkelanjutan Dorong Transformasi Hospitality Jateng

Rizkie Fauzian • 05 Juni 2026 12:19
Ringkasnya gini..
  • Magelang berkembang menjadi destinasi wellness tourism dan hotel berkelanjutan dengan konsep green hospitality yang semakin diminati wisatawan.
  • Sejumlah hotel dan resort di Magelang mulai menerapkan ESG, efisiensi energi, hingga pelestarian alam sebagai bagian dari strategi sustainability.
  • Tren wisata luxury kini bergeser ke pengalaman holistik seperti wellness, budaya lokal, koneksi dengan alam, dan keberlanjutan lingkungan.
Jakarta: Magelang dan sekitarnya semakin menunjukkan diri sebagai salah satu pusat pertumbuhan wisata wellness dan hospitality berkelanjutan di Indonesia. Tren wisatawan yang kini mencari pengalaman lebih personal, sehat, dan bermakna mendorong banyak hotel dan resort mulai mengintegrasikan konsep sustainability ke dalam operasional maupun desain properti mereka.
 
General Manager Rumah Atsiri Indonesia, Dewi Soesilowati, mengatakan konsep keberlanjutan bukan sekadar menjaga lingkungan, tetapi juga mencakup aspek sosial, ekonomi, hingga tata kelola perusahaan.
 
“Kalau kita bilang sustainability itu dimensinya banyak. Ada lingkungan, financial, government, dan lain-lain. Sustain itu berarti terus-menerus. Jadi secara lingkungan kita harus bertanggung jawab dan berusaha seminimal mungkin mengubah apa yang alam kasih,” ujar Dewi.

Wellness dan green hospitality jadi tren baru

<i>Wellness Tourism</i> dan Hotel Berkelanjutan Dorong Transformasi <i>Hospitality</i> Jateng
Rumah Atsiri mempertahankan banyak elemen alami dalam pengembangan kawasan glamping dan resortnya. Sejumlah pohon tua tetap dipertahankan bahkan berada di dalam area bangunan sebagai bagian dari komitmen menjaga ekosistem asli kawasan.

Tak hanya itu, kawasan yang dulunya merupakan pabrik essential oil peninggalan kerja sama Indonesia-Bulgaria juga dipreservasi sebagai bagian dari warisan sejarah dan arsitektur.
 
“Ini bagian dari warisan, bukan hanya gedungnya, tetapi nilai dan semangatnya,” kata Dewi.
 
Konsep sustainability di Rumah Atsiri juga diterapkan melalui penggunaan sedotan berbahan beras, kantong berbahan cassava, produk herbal dalam botol kaca, hingga efisiensi penggunaan air dan listrik yang seluruhnya dicatat dalam laporan ESG tahunan perusahaan.
 
Meski demikian, Dewi mengakui penerapan konsep hijau di industri hospitality masih menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi biaya dan sumber daya manusia.
 
“Biaya pasti jadi tantangan. Tetapi kita sadar ini memang harus dilakukan. Kami juga terus belajar bersama untuk memperkenalkan gaya hidup yang lebih sustainable,” ujarnya.

Hotel berkelanjutan tak lagi sekadar "Gimmick"

<i>Wellness Tourism</i> dan Hotel Berkelanjutan Dorong Transformasi <i>Hospitality</i> Jateng
Hal serupa dilakukan Puri Asri Resort & Hotel Magelang. General Manager Puri Asri Resort & Hotel Magelang, Muhammad Munir, menyebut sustainability kini menjadi kebutuhan mutlak dalam industri hotel.
 
“Dunia sekarang harus pikir bagaimana melindungi bumi ini. Kita tidak bisa hidup sesuka hati,” katanya.
 
Hotel seluas 10 hektare tersebut menjalankan berbagai program ramah lingkungan mulai dari pengolahan daun dan sampah organik menjadi pupuk mandiri, penggunaan lampu LED dan tenaga surya, kendaraan operasional listrik, hingga sistem irigasi hemat energi tanpa pompa mesin.
 
Munir mengatakan seluruh program sustainability tersebut justru membantu hotel menekan biaya operasional secara signifikan.
 
“Program sustainability ini bisa menekan cost hotel cukup besar. Listrik, air, semuanya bisa lebih efisien,” ujarnya.
 
Puri Asri juga menerapkan konsep ruang terbuka untuk memaksimalkan sirkulasi udara alami dan mengurangi penggunaan AC maupun listrik. Bahkan sejumlah fasilitas dirancang tanpa ketergantungan terhadap energi listrik.
 
Selain aspek lingkungan, Munir menilai perubahan budaya dan edukasi sumber daya manusia menjadi tantangan terbesar dalam implementasi sustainability di Indonesia.
 
“Kita lakukan pelan-pelan sampai akhirnya menjadi budaya,” katanya.
 
Sementara itu, Director of Marketing & Communication Artotel Group, Yulia Maria, mengatakan tren hotel ramah lingkungan kini semakin kuat, terutama pada pengembangan hotel-hotel baru.
 
Menurut Yulia, Artotel Group Magelang dirancang dengan pendekatan arsitektur yang mendukung efisiensi energi sejak awal pembangunan. Hotel yang didesain arsitek Andra Matin tersebut mengadopsi banyak ruang terbuka dan ventilasi alami untuk meminimalkan penggunaan AC dan lampu.
 
“Desain bangunannya memang dibuat supaya cahaya dan udara bisa masuk maksimal. Jadi penggunaan AC bisa diminimalkan,” ujar Yulia.
 
Artotel Group sendiri telah memiliki sertifikasi sustainability dari GSTC dan kini tengah mempersiapkan Artotel Group Magelang untuk mengikuti program sertifikasi serupa.
 
Selain efisiensi energi, pihak hotel juga mulai membentuk green team untuk mengimplementasikan berbagai program ESG, mulai dari pemilahan sampah hingga penghematan air dan energi di area operasional hotel.

Wisatawan luxury kini cari pengalaman holistik

<i>Wellness Tourism</i> dan Hotel Berkelanjutan Dorong Transformasi <i>Hospitality</i> Jateng
Di sisi lain, tren wellness tourism juga semakin berkembang di segmen luxury hospitality. Executive Assistant Manager Plataran Borobudur Resort & Spa, Maria Widya, mengatakan wisatawan premium saat ini tidak lagi hanya mencari kemewahan fisik, tetapi pengalaman yang lebih personal dan bermakna.
 
“Tren wellness berkembang menjadi sesuatu yang lebih holistik, mulai dari kualitas tidur, koneksi dengan alam, mindfulness, hingga pengalaman budaya yang autentik,” ujarnya.
 
Plataran Borobudur menghadirkan konsep luxury hospitality yang berpadu dengan budaya Jawa, sejarah, alam, dan sustainability. Keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi bagian penting dari pengalaman wisata yang ditawarkan resort tersebut.
 
“Bagi kami, kemewahan bukan hanya soal fasilitas, tetapi bagaimana tamu dapat menikmati pengalaman yang eksklusif, autentik, dan tetap harmonis dengan lingkungan,” kata Maria.
 
Ia menambahkan, wisatawan kini semakin tertarik pada pengalaman yang memberikan koneksi emosional dengan destinasi, termasuk aktivitas wellness, wisata budaya, hingga pengalaman menikmati alam secara lebih intim dan tenang.
 
Perubahan preferensi wisatawan ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa masa depan industri hospitality akan semakin bergerak ke arah wellness tourism dan pembangunan berkelanjutan, di mana kenyamanan tamu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan