Penataan Rumah Adat Batak Samosir atau Rumah Gorga. Foto: Kementerian PUPR
Penataan Rumah Adat Batak Samosir atau Rumah Gorga. Foto: Kementerian PUPR

Perbaikan Rumah Gorga di Kampung Ulos Rampung Akhir Tahun

Properti Pariwisata infrastruktur Kementerian PUPR danau toba
Rizkie Fauzian • 29 September 2021 22:51
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pembangunan infrastruktur pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Danau Toba menjadi salah satu destinasi wisata unggulan.
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR sudah menyusun Program Pengembangan KSPN atau Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara secara terpadu.
 
"Program tersebut merupakan program terpadu dari seluruh sektor yang sudah kita survei, termasuk kawasan Kaldera, untuk menarik investor kita akan programkan pembangunan jalan untuk mengubah wajah kawasan Danau Toba menjadi lebih tertata," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menyatakan, saat ini telah terdapat sejumlah pekerjaan penataan kawasan di Danau Toba yang rampung hingga akhir 2021.
 
Salah satunya adalah Penataan Kampung Ulos Huta Raja dan Huta Siallagan di Kabupaten Samosir dengan Pagu DIPA 2020-2021sebesar Rp57,9 miliar.
 
"Saat ini progres fisik penataan kawasan di dua kampung yang dibuat secara tradisional tersebut sudah 97,6 persen dengan target penyelesaian akhir September 2021," kata Diana. 
 
Kedua desa tersebut selama ini dikenal sebagai desa wisata yang kerap disambangi wisatawan. Selain sebagai pusat tenun, di kawasan Huta Raja juga masih terdapat Rumah Adat Batak Samosir atau Rumah Gorga. 
 
Ruang lingkup penataan adalah perbaikan kondisi rumah gorga dan lingkungannya. Sedangkan Kampung Huta Siallagan merupakan kampung yang terkenal akan batu persidangannya.
 
Pulau Samosir sebagai salah satu destinasi dalam KSPN/DPSP Danau Toba  terkenal dengan keindahan alamnya dan keunikan budaya, termasuk pembuatan kain tenun Ulos khas Sumatera Utara yang dibuat secara tradisional. 
 
Kegiatan produksi tenun ulos yang menampilkan kearifan lokal juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis domestik dan mancanegara. Sebagai upaya mempertahankan seni dan budaya lokal dalam produksi tenun ulos.
 
Diana menambahkan, saat ini penataan yang juga akan segera rampung adalah penataan Pantai Bebas Parapat Kabupaten Simalungun, yang terbagi menjadi tiga pekerjaan yakni penataan pantai, pembangunan ruang terbuka publik, dan penataan gerbang. 
 
"Saat ini progres fisiknya sebesar 93,09 persen dengan target penyelesaian akhir Oktober 2021," kata Diana. 
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif