Kementerian PUPR akan membangun 5.224 unit rusun pada 2020. (dok: Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR akan membangun 5.224 unit rusun pada 2020. (dok: Kementerian PUPR)

2020, Pemerintah akan Bangun 5.224 Unit Rusun

Properti sejuta rumah rusun pekerja
Rizkie Fauzian • 13 Juni 2019 16:32
Jakarta: Guna mendukung Program Sejuta Rumah, pemerintah berencana membangun 5.224 unit rumah susun (rusun) pada 2020. Rencana tersebut mengemuka setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan pagu indikatif untuk Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp103,87 triliun.
 
"Untuk rumah swadaya berupa pembangunan baru sebanyak 20 ribu unit dan peningkatan kualitas 156 ribu unit, rumah khusus 2 ribu unit, serta bantuan prasarana sarana utilitas (PSU)," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Mei 2019.
 
Anggaran tersebut juga akan digunakan untuk melanjutkan beberapa proyek, yaitu di sektor perumahan, infastruktur, konektivitas, permukiman, hingga jembatan. Untuk infrastruktur permukiman antara lain air minum, sanitasi, penataan kawasan permukiman dan bangunan gedung, pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan, olahraga, serta pasar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan seperti SD, madarasah, universitas masih menunggu Perpres. Kementerian PUPR juga membangun venue untuk mendukung PON 2020 di Papua," kata Menteri Basuki.
 
Rincian berikutnya, untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air sebesar Rp38,8 triliun, pembangunan konektivitas Rp38,8 triliun, pembinaan dan pengembangan infrastruktur permukiman Rp15,6 triliun, perumahan Rp8 triliun, serta sisanya untuk perencanaan, pengawasan, pengembangan inovasi teknologi dan layanan manajemen.
 
Untuk infrastruktur sumber daya air, pembangunan bendungan akan dilanjutkan. Kementerian PUPR ditantang membangun 65 bendungan. Dari jumlah tersebut, 29 di antaranya telah rampung dibangun. Sementara, untuk keseluruhan ditargetkan akan selesai tahun 2023.
 
"Tidak hanya bendungan, Kementerian PUPR juga membangun jaringan irigasi. Termasuk bendungan lama yang belum ada jaringan irigasinya juga akan kita bangun," kata Menteri Basuki.
 
Selain itu juga dialokasikan anggaran untuk operasi dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air seperti Citarum Harum dan Rawa Pening, pembangunan pengendali daya rusak air, air tanah dan air baku, serta pengendalian lumpur Sidoarjo.
 
"Kementerian PUPR akan membangun sabo dam untuk meminimalisir risiko banjir di Sentani, sekaligus mendukung penyelenggaraan PON 2020 di Papua," ujarnya.
 
Dalam pembangunan konektivitas, Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan sepanjang 601 km di antaranya di perbatasan di Kalimantan, NTT, dan Papua, jalan trans Papua, dan lintas selatan-selatan Jawa.
 
"Kementerian PUPR juga secara bertahap mulai tahun 2018 membangun jalan akses ke beberapa pelabuhan yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan. Jembatan Gantung juga menjadi prioritas dan akan ditingkatkan kualitas perencanaan dan pengadaannya," kata Menteri Basuki.
 
Pembangunan jembatan baru atau duplikasi jembatan yang diprogramkan pada tahun 2020 antara lain Jembatan Pulau Balang (Kaltim), Jembatan Paralel Perbatasan Tiong Ohang-Long Pahangai (Kaltim). Penggantian jembatan antara lain Jembatan Sei Alalak (Kalsel), Jembatan Tanah Ponggol (Sumut), Jembatan Seredala-Dekai (Papua) dan preservasi rutin jembatan dengan total panjang 242.569 Km.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif