Sebanyak 2.150 masyarakat teken akad KPR BP2BT. Foto: Kementerian PUPR
Sebanyak 2.150 masyarakat teken akad KPR BP2BT. Foto: Kementerian PUPR

Genjot Penyaluran BP2BT, BTN Gelar Akad Kredit Massal

Rizkie Fauzian • 21 November 2021 11:44
Palembang: PT Bank Tabungan Negara (BTN) terus mendorong penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) untuk memenuhi target 11 ribu unit hingga akhir tahun. 
 
BTN melakukan berbagai strategi salah satunya dengan menggelar akad KPR BP2BT massal serentak di seluruh Indonesia. Akad KPR tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT KPR ke-45 yang jatuh pada 10 Desember.
 
Direktur Consumer and Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar mengatakan telah melakukan Akad Kredit Massal KPR BP2BT sebanyak 2.150 unit. Sebelumnya sudah lebih dari 4.000 unit sehingga dengan akad hari ini hampir 7.000 unit. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita akan lakukan akad massal sampai akhir November, sehingga kami berharap target 11.000 itu akan tercapai hingga akhir tahun ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, 21 November 2021.
 
Hirwandi menambahkan, gelaran akad kredit massal ini juga bentuk keseriusan dari BTN dalam program Sejuta Rumah dan mengurangi backlog perumahan dengan skema KPR BP2BT. Untuk itu, perseroan mendorong pengembang mempercepat akad atau realisasi KPR BP2BT. 
 
"Setelah kuota KPR FLPP tahun habis, maka BTN juga mendorong pembiayaan melalui skema KPR BP2BT agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap dapat memiliki rumah disamping bisnis para pelaku pembangunan perumahan yang berdampak pada 174 industri ikutannya berjalan," katanya.
 
Hirwandi berharap kedepannya tidak adalagi pembedaan yang dilakukan pengembang terhadap KPR FLPP dan KPR BP2BT. Pasalnya dua-duanya merupakan KPR Subsidi yang sangat bermanfaat dan memudahkan MBR dalam memiliki rumah. 
 
"Apalagi kini ada dana talangan dari BTN untuk uang muka bagi KPR BP2BT, sehingga pengembang tidak perlu khawatir cash flow nya terganggu," jelasnya.
 
Menurut Hirwandi, dengan dana talangan dari BTN maka pencairan subsidi uang muka hingga Rp40 juta bisa dilakukan didepan, sehingga pengembang tidak perlu menunggu pencairan pemerintah yang mungkin butuh waktu. 
 
Kemudian dari sisi masyarakat konsumen atau debitur, Bank BTN memberikan kemudahan angsuran sama dengan angsuran FLPP dan memberikan pilihan fix suku bunga selama 5 tahun dan 10 tahun. 
 
"Kedua angsurannya itu jauh lebih rendah dari FLPP, sehingga dilihat dari konsumen keuntungannya ada dua yaitu konsumen beli rumah senilai Rp150 juta, namun mereka membelinya hanya Rp110 juta karena Rp40 juta di subsidi, yang kedua keuntungannya angsurannya hampir sama bahkan lebih rendah dari pada KPR FLPP," ungkap Hirwandi.
 
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Herry Trisaputra Zuna mengaku sangat mengapresiasi kerja keras Bank BTN dalam menyalurkan KPR BP2BT. 
 
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BTN yang hari ini bekerja keras menyalurkan produk KPR BP2BT, yang jika melihat sejarahnya di awal-awal agak seret penyalurannya, walaupun kami meyakini perubahan ini sangat baik," jelasnya. 
 
Herry menuturkan, KPR BP2BT ini sangat baik, karena mengajak masyarakat untuk membiasakan menabung, apalagi dari sisi bank produk ini tidak mendistorsi pasar. 
 
"BTN bisa menyalurkan kreditnya dengan bunga pasar, sedangkan ketidakmampuan MBR ditutup pemerintah dengan tunai sebesar hingga Rp40 juta sehingga sisanyalah yang harus dicicil," katanya. 
 
Sementara Pj Sekda Provinsi Sumatera Selatan Suman Asra Supriono mengatakan semoga kuota perumahan untuk Sumatera Selatan akan lebih banyak lagi ke depan.
 
Menurutnya, pemerintah provinsi Sumatera Selatan akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terkait penyediaan perumahan di wilayah Sumatera Selatan ini karena masyarakat membutuhkan perumahan yang layak huni. 
 
"Saya berharap apa yang kita lakukan pada hari ini adalah suatu tekad kita bersama melakukan penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah" ungkapnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif