Bedah rumah yang dilakukan di Gorontalo. Foto: Kementerian PUPR
Bedah rumah yang dilakukan di Gorontalo. Foto: Kementerian PUPR

60 Ribu Rumah Tak Layak Huni Telah Diperbaiki Selama 2022

Rizkie Fauzian • 29 Juni 2022 12:13
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), di antaranya lewat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)/Rumah Swadaya
 
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan pada 2022 Ditjen Perumahan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp2,23 triliun untuk program BSPS dengan target 103.000 unit rumah tidak layak huni. 
 

Baca juga: Anggaran Rp1,2 Miliar untuk Perbaiki Rumah Tak Layak Huni di Madiun


"Untuk BSPS hingga saat ini masih ada beberapa perubahan usulan calon penerima bantuan. Dari target 103 ribu unit, yang sudah tertuang dalam Surat Keputusan (SK) sebanyak 89 ribu unit. Sedangkan untuk progres fisiknya yang sudah terlaksana sebanyak 60.706 unit (58,94 persen), " kata Iwan dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juni 2022.
 
Berdasarkan data, program BSPS yang dilaksanakan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT) pada tahun 2022 menargetkan terserapnya tenaga kerja sebanyak 206.000 orang. Hingga saat ini progresnya sudah menyerap sebanyak 121.412 orang. 
 
Baca juga: Dapat Dana Rp40,3 Miliar, Rumah di 6 Wilayah Kaltim Diperbaiki

Program BSPS merupakan stimulan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rumah rendah yang rumahnya tidak layak huni. Dengan dana BSPS tersebut mereka diharapkan berswadaya membangun rumahnya menjadi lebih layak huni. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya Iwan juga menyampaikan capaian program Sejuta Rumah 2022 yang hingga saat ini sudah mencapai 460.269 unit. Capaian tersebut terdiri dari 82 persen untuk rumah MBR sebanyak 378.983 unit dan rumah non MBR 18 persen sebanyak 81.286 unit. 
 
Baca juga: Per 31 Mei, Program Sejuta Rumah (PSR) Capai 278.725 Unit

"Secara menyeluruh progres keuangan Ditjen Perumahan hingga 28 Juni 2022 sebesar 38,02 persen sekitar Rp2,62 triliun dari alokasi anggaran 2022 sebesar Rp6,9 triliun dan progres fisik sebesar 33,75 persen," ujar Iwan.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif