NEWS
Jangan Abaikan Hallway, Area Ini Bikin Rumah Lebih Rapi dan Fungsional
Rizkie Fauzian
Rabu 29 Juli 2026 / 20:39
- Hallway tidak hanya berfungsi sebagai area transisi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan untuk sepatu, tas, jaket, hingga barang sehari-hari agar rumah tetap rapi.
- Menurut IKEA Indonesia, hallway juga dapat membantu penghuni beralih dari aktivitas bekerja ke waktu beristirahat dengan membangun rutinitas sederhana saat tiba di rumah.
- Penggunaan penyimpanan modular dan bangku dengan kompartemen menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan ruang simpan yang terus bertambah, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil.
Jakarta: Hallway atau area transisi di dalam rumah sering kali hanya dianggap sebagai jalur penghubung antar-ruangan. Padahal, jika ditata dengan baik, ruang ini dapat menjadi area penyimpanan yang membantu rumah tetap rapi sekaligus mendukung aktivitas sehari-hari.
Interior Design Leader IKEA Indonesia, Alfinda Krista Rahardyana, mengatakan setiap ruang di rumah memiliki fungsi yang dapat berkembang sesuai kebutuhan penghuninya. Salah satu area yang kerap luput dari perhatian adalah hallway.
Menurut Alfinda, hallway merupakan ruang terakhir yang dilewati saat penghuni keluar rumah dan menjadi area pertama yang ditemui ketika kembali pulang. Karena itu, ruang ini dapat dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai barang yang sering digunakan, seperti sepatu, tas, jaket, helm, hingga kunci kendaraan.
"Hallway sendiri adalah sebuah ruang transisi yang biasanya memang selalu ada di rumah tanpa kita sadari. Ruang terakhir yang kita tinggalkan ketika keluar rumah dan ruang pertama yang kita datangi ketika masuk rumah," ujarnya dalam acara Press Event IKEA di Tangerang, Selasa, 28 Juli 2026.
Alfinda menilai kebiasaan meletakkan tas kerja, jam tangan, atau telepon genggam di area ini dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk "melepaskan" aktivitas pekerjaan sebelum memasuki ruang utama rumah.
Art Director dan Videographer Rudy Ferdianrus mengaku kebutuhan ruang penyimpanan di rumahnya meningkat setelah memiliki dua anak. Berbagai perlengkapan, seperti stroller, sepeda, hingga mainan anak, disimpan di bangku yang memiliki kompartemen penyimpanan di bagian bawah.
Cara tersebut dinilai praktis karena barang yang jarang digunakan tetap mudah diakses tanpa membuat ruang keluarga terlihat penuh.
Menurutnya, penyimpanan modular memungkinkan penghuni menambah kapasitas secara bertahap tanpa harus langsung membeli lemari berukuran besar. Selain itu, kotak penyimpanan yang mudah dijangkau juga membantu anak belajar merapikan dan menyimpan kembali barang setelah digunakan.
Ia menambahkan, tidak ada tata ruang yang cocok untuk semua keluarga. Penataan rumah sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan dan aktivitas penghuni agar setiap ruang dapat dimanfaatkan secara optimal.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
Interior Design Leader IKEA Indonesia, Alfinda Krista Rahardyana, mengatakan setiap ruang di rumah memiliki fungsi yang dapat berkembang sesuai kebutuhan penghuninya. Salah satu area yang kerap luput dari perhatian adalah hallway.
Menurut Alfinda, hallway merupakan ruang terakhir yang dilewati saat penghuni keluar rumah dan menjadi area pertama yang ditemui ketika kembali pulang. Karena itu, ruang ini dapat dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai barang yang sering digunakan, seperti sepatu, tas, jaket, helm, hingga kunci kendaraan.
"Hallway sendiri adalah sebuah ruang transisi yang biasanya memang selalu ada di rumah tanpa kita sadari. Ruang terakhir yang kita tinggalkan ketika keluar rumah dan ruang pertama yang kita datangi ketika masuk rumah," ujarnya dalam acara Press Event IKEA di Tangerang, Selasa, 28 Juli 2026.
Solusi penyimpanan untuk keluarga
Selain sebagai tempat penyimpanan, hallway juga dapat membantu penghuni beralih dari rutinitas bekerja ke suasana yang lebih santai di rumah.Alfinda menilai kebiasaan meletakkan tas kerja, jam tangan, atau telepon genggam di area ini dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk "melepaskan" aktivitas pekerjaan sebelum memasuki ruang utama rumah.
Art Director dan Videographer Rudy Ferdianrus mengaku kebutuhan ruang penyimpanan di rumahnya meningkat setelah memiliki dua anak. Berbagai perlengkapan, seperti stroller, sepeda, hingga mainan anak, disimpan di bangku yang memiliki kompartemen penyimpanan di bagian bawah.
Cara tersebut dinilai praktis karena barang yang jarang digunakan tetap mudah diakses tanpa membuat ruang keluarga terlihat penuh.
Pilih penyimpanan modular
Alfinda menyarankan keluarga memilih sistem penyimpanan modular agar mudah disesuaikan dengan kebutuhan yang terus berkembang.Menurutnya, penyimpanan modular memungkinkan penghuni menambah kapasitas secara bertahap tanpa harus langsung membeli lemari berukuran besar. Selain itu, kotak penyimpanan yang mudah dijangkau juga membantu anak belajar merapikan dan menyimpan kembali barang setelah digunakan.
Ia menambahkan, tidak ada tata ruang yang cocok untuk semua keluarga. Penataan rumah sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan dan aktivitas penghuni agar setiap ruang dapat dimanfaatkan secara optimal.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)