Bedah rumah di kawasan Sulawesi Tengah. Foto: Kementerian PUPR
Bedah rumah di kawasan Sulawesi Tengah. Foto: Kementerian PUPR

4.961 Rumah Tak Layak Huni di Sulteng Diperbaiki

Properti perumahan sejuta rumah bedah rumah Penyediaan Rumah Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 18 September 2020 10:58
Sulawesi: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menambah alokasi penerima bantuan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 961 rumah di lima kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.
 
Kepala SNVT Perumahan Sulawesi Tengah Rezki Agung mengatakan alokasi jumlah Program BSPS di Provinsi Sulawesi Tengah berjumlah 4.000 unit. Dengan penambahan 961 rumah menjadi 4.961 unit.
 
"Secara umum jumlah bantuan yang disalurkan Kementerian PUPR untuk program BSPS di Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak Rp86,81 miliar," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 18 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi II, Suko Wiyono menerangkan penambahan kuota Program BSPS atau bedah rumah sebanyak 961 rumah dilaksanakan di lima Kabupaten di Sulawesi Tengah.
 
Berdasarkan data yang ada, Kementerian PUPR memberikan alokasi tambahan kuota penerima bantuan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Perumahan tahap III dan tahap IV.
 
Kelima Kabupaten yang mendapatkan tambahan alokasi Program BSPS tersebut antara lain Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 200 unit, Kabupaten Banggai 300 unit, Kabupaten Banggai Kepulauan 125 unit, Kabupaten Morowali Utara 236 unit, dan Kabupaten Morowali 100 unit.
 
"Kami akan berusaha memperbaiki rumah masyarakat yang sebelumnya tidak layak menjadi rumah yang lebih layak huni. Hingga saat ini, progres pembangunan fisik Program BSPS di Sulawesi Tengah sudah mencapai 76,04 persen dan diharapkan rampung pada akhir tahun ini," jelasnya.
 
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul menambahkan peningkatan jumlah alokasi Program BSPS tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas rumah yang tidak layak sekaligus perekonomian masyarakat di tengah pandemi covid-19 ini.
 
"Program BSPS ini juga membuka lapangan pekerjaan di tengah pandemi karena dilaksanakan melalui skema padat karya tunai sehingga menyerap tenaga kerja," ujarnya.
 
Khalawi menerangkan penambahan kuota untuk program BSPS tersebut dilakukan melalui skema Peningkatan Kualitas atau yang lebih dikenal di kalangan masyarakat dengan istilah bedah rumah.
 
Bantuan bedah rumah yang akan disalurkan Kementerian PUPR senilai Rp17,5 juta per unit rumah. Dana tersebut terdiri dari Rp15 juta untuk biaya belanja bahan bangunan dan pembayaran upah tukang sebesar Rp2,5 juta.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif