Sipetruk digunakan untuk mengawasi kualitas rumah subsidi yang dibangun oleh pengembang. Foto: Kementerian PUPR
Sipetruk digunakan untuk mengawasi kualitas rumah subsidi yang dibangun oleh pengembang. Foto: Kementerian PUPR

SiPetruk, si Pengawas Kualitas Rumah Murah

Properti perumahan sejuta rumah kpr Penyediaan Rumah Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 12 Oktober 2020 12:25
Jakarta: Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR mengembangkan Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) yang akan rilis akhir tahun.
 
SiPetruk dikembangkan untuk mempercepat proses di bidang penyediaan hunian, salah satunya dalam hal Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
 
Sistem ini terintegrasi dengan Sistem informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, dalam aplikasi SiKasep ada banyak fitur antara lain SiKumbang yang disediakan khusus bagi pengembang untuk menyediakan data huniannya.
 
"Dalam hal pengawasan kualitas kami gunakan SiPetruk. Semua aplikasi tersebut terintegrasi dalam SiKasep. Jadi ibaratkan SiKasep itu adalah rumah yang di dalamnya banyak fasilitas penunjang," jelasnya dikutip dari lama resmi PPDPP, Senin, 12 Oktober 2020.
 
Menurut Arief, cara kerja SiPetruk adalah dengan memeriksa kelayakan hunian yang dibangun oleh para pengembang. PPDPP bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dengan konsep kemitraan dari Manajemen Konstruksi (MK) yang memeriksa langsung di lapangan.
 
"Secara teknis, MK akan berkunjung ke lapangan sesuai dengan pengajuan pemeriksaan dari para pengembang perumahan yang berpedoman dari siteplan digital yang diajukan para pengembang melalui SiKumbang," katanya.
 
Dengan begitu, para pengembang tidak perlu lagi menyiapkan tim pengawas bangunanan. Pengembang cukup memberikan notifikasi dalam aplikasi tersebut terkait rumah yang sedang dibangunnya untuk dipantau dalam jangka waktu tiga bulan.
 
Dari pemeriksaan tersebut, MK akan memberikan laporan penilaian yang terhubung langsung secara sistem oleh PPDPP. Jika dinyatakan layak huni, maka secara otomatis daftar rumah tersebut akan muncul di SiKasep untuk dapat dijual kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
 
"Dikarenakan pemeriksaan ini bermitra dengan LPJK, para pengembang hanya tinggal memantau saja sebagai pengguna. Tidak perlu membutuhkan pelatihan khusus bagi pengembang. Kami menggunakan AI, jadi tim hanya melakukan pengambilan dokumentasi saja," ungkap Arief.
 
Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa hunian yang dibangun telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah yang menekankan relaksasi tidak untuk mengurangi kualitas hunian, sehingga perlu untuk dijaga bersama-sama agar tidak mengancam penghuninya dalam menempati rumah.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif