NEWS
Matte atau Glossy, Mana Pilihan Cat Dinding yang Cocok Buat Rumah Kecil?
Rizkie Fauzian
Kamis 17 September 2026 / 19:31
- Pemilihan cat rumah tidak hanya soal warna. Kondisi ruangan, pencahayaan, kelembapan, jenis finishing, dan kemudahan perawatan juga perlu dipertimbangkan.
- Finishing glossy dapat memantulkan cahaya dan memengaruhi tampilan ruangan. Sementara itu, pilihan warna sebaiknya disesuaikan dengan kondisi ruang dan selera penghuni.
- Konsep 60-30-10 dapat digunakan untuk mengatur komposisi warna di rumah, dengan 60 persen warna dominan, 30 persen warna pendukung, dan 10 persen sebagai aksen.
Jakarta: Pemilihan warna dan jenis cat dinding perlu disesuaikan dengan kondisi ruangan. Pencahayaan, kelembapan, ukuran ruangan, hingga kemudahan perawatan dapat menjadi pertimbangan sebelum menentukan cat rumah.
Brand Development Specialist Jotun Indonesia Nadya Cheirin mengatakan setiap ruangan dapat memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pemilihan cat tidak hanya berdasarkan warna, tetapi juga perlu mempertimbangkan kondisi ruangan dan fitur produk.
“Finishing itu sangat berpengaruh, bukan cuma warna ya, tapi juga fitur dalam produk catnya. Misalnya, problem setiap wilayah itu berbeda, maka penggunaan catnya juga berbeda,” kata Nadya dalam acara IKEA The Forgotten Rooms di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Menurut Nadya, kondisi lingkungan menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih cat. Ruangan yang lembap, misalnya, memiliki kebutuhan berbeda dengan area yang lebih panas atau berdebu sehingga jenis cat perlu disesuaikan dengan kondisi tempat penggunaannya.
Selain kondisi ruangan, hasil akhir atau finishing cat juga dapat memengaruhi tampilan dinding dan pantulan cahaya. Finishing glossy, misalnya, memantulkan lebih banyak cahaya sehingga penggunaannya pada ruangan kecil perlu diperhitungkan.
“Biasanya itu customer lebih suka yang glossy ya, yang kilap. Tapi sebenarnya kilap itu bikin ruangan terasa kecil,” ujar Nadya.
Masuknya cahaya alami juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan warna cat. Kondisi ruangan dan selera penghuni menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena pilihan warna yang dianggap menenangkan dapat berbeda bagi setiap orang.
“Jadi kita perlu warna-warna yang calming. Balik lagi kan ada orang yang calm-nya melihat warna kuning, ada orang yang calm-nya melihat warna hijau. Jadi kita balikin lagi ke customer,” katanya.
IKEA The Forgotten Rooms. Foto: Medcom.id/Syarifah Komalasari
Untuk mengatur komposisi warna agar ruangan tidak terlihat terlalu penuh, Nadya menyebut konsep 60-30-10 dapat menjadi salah satu acuan.
Konsep tersebut membagi penggunaan warna menjadi 60 persen untuk warna dominan, 30 persen sebagai warna pendukung, dan 10 persen untuk aksen. Komposisi ini dapat diterapkan melalui dinding, furnitur, gorden, maupun elemen dekorasi lainnya.
“Jadi biasanya kita selalu saranin di ruangan itu pakai teori 60-30-10, 60 persen warna dominan, 30 persen itu biasanya furnitur, 10 persen ini tuh biasanya gorden,” ujarnya.
Menurut Nadya, konsep tersebut tetap memberikan ruang bagi penghuni rumah untuk menggunakan lebih dari satu warna. Warna kuat maupun gelap dapat diterapkan sebagai aksen dan dipadukan dengan warna yang lebih terang agar komposisi ruangan tetap seimbang.
“Sebenarnya warna ngejreng enggak masalah asal kita pintar padu-padannya,” ungkap Nadya.
Pada akhirnya, pemilihan warna dan finishing cat dapat disesuaikan dengan kondisi rumah, kebiasaan, serta kebutuhan penghuni. Selain tampilan, kemudahan perawatan juga dapat menjadi pertimbangan agar dinding tetap mudah dirawat dalam jangka panjang. (Syarifah Komalasari)
(KIE)
Brand Development Specialist Jotun Indonesia Nadya Cheirin mengatakan setiap ruangan dapat memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pemilihan cat tidak hanya berdasarkan warna, tetapi juga perlu mempertimbangkan kondisi ruangan dan fitur produk.
“Finishing itu sangat berpengaruh, bukan cuma warna ya, tapi juga fitur dalam produk catnya. Misalnya, problem setiap wilayah itu berbeda, maka penggunaan catnya juga berbeda,” kata Nadya dalam acara IKEA The Forgotten Rooms di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Menurut Nadya, kondisi lingkungan menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih cat. Ruangan yang lembap, misalnya, memiliki kebutuhan berbeda dengan area yang lebih panas atau berdebu sehingga jenis cat perlu disesuaikan dengan kondisi tempat penggunaannya.
Selain kondisi ruangan, hasil akhir atau finishing cat juga dapat memengaruhi tampilan dinding dan pantulan cahaya. Finishing glossy, misalnya, memantulkan lebih banyak cahaya sehingga penggunaannya pada ruangan kecil perlu diperhitungkan.
“Biasanya itu customer lebih suka yang glossy ya, yang kilap. Tapi sebenarnya kilap itu bikin ruangan terasa kecil,” ujar Nadya.
Masuknya cahaya alami juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan warna cat. Kondisi ruangan dan selera penghuni menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena pilihan warna yang dianggap menenangkan dapat berbeda bagi setiap orang.
“Jadi kita perlu warna-warna yang calming. Balik lagi kan ada orang yang calm-nya melihat warna kuning, ada orang yang calm-nya melihat warna hijau. Jadi kita balikin lagi ke customer,” katanya.
Terapkan komposisi warna 60-30-10

IKEA The Forgotten Rooms. Foto: Medcom.id/Syarifah Komalasari
Untuk mengatur komposisi warna agar ruangan tidak terlihat terlalu penuh, Nadya menyebut konsep 60-30-10 dapat menjadi salah satu acuan.
Konsep tersebut membagi penggunaan warna menjadi 60 persen untuk warna dominan, 30 persen sebagai warna pendukung, dan 10 persen untuk aksen. Komposisi ini dapat diterapkan melalui dinding, furnitur, gorden, maupun elemen dekorasi lainnya.
“Jadi biasanya kita selalu saranin di ruangan itu pakai teori 60-30-10, 60 persen warna dominan, 30 persen itu biasanya furnitur, 10 persen ini tuh biasanya gorden,” ujarnya.
Menurut Nadya, konsep tersebut tetap memberikan ruang bagi penghuni rumah untuk menggunakan lebih dari satu warna. Warna kuat maupun gelap dapat diterapkan sebagai aksen dan dipadukan dengan warna yang lebih terang agar komposisi ruangan tetap seimbang.
“Sebenarnya warna ngejreng enggak masalah asal kita pintar padu-padannya,” ungkap Nadya.
Pada akhirnya, pemilihan warna dan finishing cat dapat disesuaikan dengan kondisi rumah, kebiasaan, serta kebutuhan penghuni. Selain tampilan, kemudahan perawatan juga dapat menjadi pertimbangan agar dinding tetap mudah dirawat dalam jangka panjang. (Syarifah Komalasari)
(KIE)