Pemerintah membedah 3.000 rumah di Bali jelang kenormalan baru. Foto: Kementerian PUPR
Pemerintah membedah 3.000 rumah di Bali jelang kenormalan baru. Foto: Kementerian PUPR

3.000 Rumah di Bali Diperbaiki Jelang Kenormalan Baru

Properti bedah rumah program sejuta rumah Padat Karya Penyediaan Rumah New Normal
Rizkie Fauzian • 04 Juni 2020 17:50
Bali: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pembangunan infrastruktur dan perumahan menjelang penerapan kenormalan baru (new normal).
 
Salah satunya dengan melaksanakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk 3.000 unit rumah tidak layak huni di Provinsi Bali.
 
"Total anggaran program BSPS di Provinsi Bali sebesar Rp52,5 miliar," ujar Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Bali, I Wayan Suardana di Bali, Kamis, 4 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut I Wayan Suardana, kegiatan BSPS diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan cara membangun rumah tidak layak secara bergotong royong.
 
Selain itu, pemerintah juga mendorong keswadayaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas rumah yang tidak layak huni menjadi rumah yang layak huni.
 
Program BSPS, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam memasuki era new normal.
 
SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Bali pada 2020 akan mengalokasikan bantuan bedah rumah untuk tujuh Kabupaten menjadi dua tahap. Tahap pertama disalurkan sebanyak 1.500 unit dan pada tahap kedua juga sebanyak 1.500 unit.
 
Berdasarkan data yang dimiliki SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Bali, sebaran pelaksanaan kegiatan BSPS pada 2020 akan dilaksanakan di Kabupaten Bangli sebanyak 350 unit, Kabupaten Gianyar 200 unit.
 
Selanjutnya Kabupaten Jembrana sebanyak 340 unit, Kabupaten Klungkung 310 unit, Kabupaten Buleleng 650 unit, Kabupaten Karangasem 750 unit, dan Kabupaten Tabanan sebanyak 400 unit.
 
"Seluruh program BSPS yang akan dilaksanakan adalah Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRD)," jelasnya.
 
Adapun bantuan kegiatan BSPS yang akan disalurkan untuk PKRS tersebut adalah Rp17,5 juta per unit dengan rincian Rp15 juta untuk pembelian bahan bangunan dan sisanya untuk upah tukang atau pekerja.
 
Melalui kegiatan bedah rumah, Kementerian PUPR juga mendorong program padat karya sehingga masyarakat dapat memiliki penghasilan dengan bekerja sebagai pekerja dan tukang dalam bedah rumah tersebut.
 
Untuk menyongsong new normal, para tukang atau pekerja bedah rumah juga diminta untuk selalu mentaati protokol kesehatan dan keselamatan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
 
"Adanya rumah yang sehat dan layak huni tentunya bisa mendukung kebijakan new normal dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Masyarakat bisa beraktivitas dengan baik dan menjaga kesehatan dengan tinggal di rumah yang nyaman dan dapat terhindar dari penularan covid-19," terangnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif