Rumah mantan Presiden AS lebih murah dibanding mobil
Presiden ke-39 AS, Jimmy Carter bersiap meluncurkan buku memoarnya yang berjudul Faith: A Journey For All' di di toko buku Barnes & Noble, Manhattan (26/3/2018). AFP Photo/Getty Images/Drew Angerer
Georgia:Pernah menjabat sebagai Presiden AS tidak membuat James Earl Carter alias Jimmy Carter (93) lupa kacang dari kulitnya. Beberapa tahun terakhir, peraih Nobel Perdamaian 2002 tersebut tinggal di rumah tua dan sederhana di pedesaaan Georgia, Atlanta.

Bukan tanpa alasan Jimmy Carter memilih tidak menghabiskan masa tuanya bersama istrinya, Rosalyn, di rumah megah yang disediakan negara. Rumah dengan peternakan yang kini mereka tinggali adalah rumah yang Jimmy bangun sendiri pada 1961.


Bangunannya hanya terdiri satu lantai, sederhana dan hanya punya dua kamar tidur. Berkat halamannya yang luas, nilai nominal aset tak bergerak Jimmy Carter ini ditaksir USD 167 ribu (sekitar Rp 25 miliar dengan kurs Rp 15 miliar/USD 1).  


Sebelum kembali ke rumah yang dibangunnya sendiri ini, Jimmy Carter setelah tak lagi menjabat sebagai Presiden AS sempat tinggal di rumah mewah di Washington DC. CNBC/dok. US Library of Congress


Walau tergolong tinggi, tetapi menurut situs real estate Zillow masih di bawah harga rata-rata rumah serupa di kawasan tersebut yang mencapai USD 173 ribu. Bahkan sebagaimana ditulis Washington Post, masih lebih murah dibandingkan harga mobil-mobil lapis baja Secret Service (Pasmpampres-nya AS) yang ditugaskan mengawal Jimmy Carter dan diparkir di halaman rumah tersebut.

Selain tinggal di rumah tua milik pribadi, Jimmy dan Rosalyn juga menjalani gaya hidup sederhana. Bila sedang tidak menjamu tetangga atau teman-teman dekatnya, mereka menghidangkan makanan dalam piring kertas sekali pakai dan anggur merek murah.

Majalah terkemuka Rolling Stone pada 2011 sebagaimana dikutip CNBC menulis pasangan suami istri ini berbelanja pakaian di toko diskon setempat. Walau tetap menyandang status VVIP, bila bepergian dengan pesawat terbang mereka memilih kelas ekonomi dan tidak sungkan menyapa seluruh penumpang teman perjalanannya.


Teras belakang tempat Jimmy dan Rosalyn sering mengadakan jamuan makan siang dengan tetangga dan teman-teman dekatnya. CNBC/dok. US Library of Congress

Bukan berarti semua Jimmy Carter lakukan karena kekurangan uang. Uang pensiun presiden ke-39 AS ini sebesar USD 210.700 per tahun. Itu belum termasuk uang saku, sewa ruang kantor dan berbagai tunjangan yang menurut data National Taxpayers Union Foundation sebesar USD 230 ribu pada 2017.

Royalti dari 46 judul buku karyanya -termasuk buku anak-anak- tidak dapat dianggap kecil. Buku 'Faith: A Journey For All' yang merupakan memoarnya selama menjabat sebagai Presiden AS (20 Januari 1977 - 20 Januari 1981) dan terbit Maret 2018 juga diperkirakan akan laris manis.

Tapi hidup mewah memang bukan gayanya. "Saya tidak pernah berambisi untuk menjadi kaya raya," ujar Carter yang meninjau langsung pelaksanaan Pilpres 2004 di Jakarta.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id